
Setelah beristirahat Dua hari , keadaan ketiganya sudah terlihat segar kembali . Kini mereka menuju ke tempat makan yang ada di depan penginapan nya .
" Mau pesan apa kalian ??" Tanya Yuanheng kepada Wei chen dan Sansang yang kini masih asyik bercanda gurau.
" Samain sama pesanan kamu saja adik sepupu" Kata Wei chen dengan senyuman yang menghiasi wajah cantik nya.
" siap " Jawab Yuanheng sambil memberi kode kepada si pelayan untuk memesan makanannya.
Dan beberapa menit kemudian si pelayan datang dengan membawa nampan berisi makanan yang di pesan ketiganya.
" Silahkan Tuan Nona Nona " Kata Pelayan sebelum pergi meninggalkan mereka.
Ketiganya langsung menampilkan senyuman kepada pelayan tersebut . Dan tak lama kemudian mereka menikmati makanan nya.
Sedangkan di Istana kerajaan suku Api , Para prajurit yang menjaga perbatasan sudah kembali ke istana kerajaan . Mereka melaporkan apa yang mereka lihat selama menjalankan tugasnya . Termasuk juga dengan batu giok naga yang mereka lihat di pinggang milik Yuanheng .
" Yang mulia , seperti nya kami telah menemukan orang yang sudah membunuh Jendral Mei wu " Kata salah satu prajurit kerajaan suku Api.
" Dimana kalian melihat nya ??" Tanya Kaisar Xiao lian dengan wajah kesalnya.
Karena jendral Mei wu termasuk jendral yang paling setia kepadanya .
" Mereka sudah berada di Kota kerajaan kita Yang mulia " Jawab sang prajurit dengan posisi hormat nya.
" Bagus , cari mereka dan jangan biarkan mereka keluar hidup hidup dari Kota Api " Perintah Kaisar Xiao lian .
" Baik Yang mulia " Kata Para prajurit secara bersamaan .
Tidak lupa pula Kaisar Xiao lian juga memerintahkan salah satu Jendral nya untuk membantu para prajurit menangkap orang yang membunuh Jendral kepercayaan nya .
" pemuda itu harus mati . Aku sudah rugi besar , Naga merah dan Tulang Naga surgawi sudah hilang , bahkan jendral kesayanganku juga kehilangan nyawanya , rencana untuk menggulingkan tahta Kaisar langit gagal total " Kata Kaisar Xiao lian sambil menggenggam erat salah satu tangan nya.
Dan beberapa menit kemudian , suara kasim memecahkan lamunan nya , yang menandakan seseorang telah memasuki aula istana untuk menemuinya.
" Yang mulia putra mahkota memasuki aula istana " Kata kasim kerajaan suku Api , bersamaan dengan pemuda yang memasuki aula istana .
" Ayahanda " Sapa Pemuda tersebut yang tidak lain adalah putra dari sang Kaisar yang bernama Xiao ning.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah selesai menjalankan hukumanmu ??" Tanya Kaisar Xiao lian dengan nada kesalnya .
Karena misi yang telah di berikan kepada putranya gagal dan putranya juga tidak dapat memenangkan pertandingan di bukit penentuan .
" Sudah ayahanda " Kata putra mahkota Xiao ning dengan nada bersalah nya .
" Bagus , sekarang istirahat lah " Kata Kaisar Xiao lian yang merasa kasihan melihat putranya menjalani hukuman darinya .
Tapi ia harus bertindak tegas demi menciptakan anak yang berani dan kuat .
" Baik , Ayahanda " Kata Putra mahkota Xiao ning dengan sikap hormatnya dan melangkah pergi keluar dari aula istana .
" Rasa sakit ini akan aku balaskan kepadamu Yuanheng " Guman lirih Putra mahkota Xiao ning dengan kedua tangan menggenggam erat dengan ekspresi wajah yang menunjukkan kemarahannya.
...***...
Pagi berganti siang , kini ketiga murid perguruan misteri sudah berkemas dan akan melanjutkan perjalanan nya . Mereka tidak menyadari beberapa prajurit telah mencari keberadaan nya .
Tawa dan canda kini menghiasi perjalanan mereka , walaupun bahaya terus menantinya. mereka tetap santai menghadapi nya. Karena ini adalah tugas yang harus mereka selesai kan dan tidak bisa di hindari lagii.
" Setelah ini kita mau kemana Yuan ?" Tanya Sansang dengan nada lembut nya .
"Dan kita juga akan melewati daerah kekuasaan bangsa kegelapan , jadi kalian harus berhati-hati " Kata Yuanheng lagi sambil menampilkan senyum tipis di wajahnya .
Karena merasakan aura yang telah mengikuti langkahnya . Tapi Yuanheng belum mengetahui apa maksud dan tujuan orang tersebut. Karena saat ini para prajurit juga mencari keberadaan nya.
" Iya , kami akan berhati-hati dan kamu jangan bertingkah sembarangan lagi " Kata Wei chen dengan nada kesal nya .
" Siap Tuan putri " Kata Yuanheng sambil menampilkan senyuman manis di wajah tampan nya.
Setelah satu jam berjalan mereka sampai di gerbang keluar kerajaan suku Api . Namun sebelum melangkah keluar mereka mendapatkan serangan mendadak dari sekelompok prajurit yang sedari tadi mencari keberadaan nya.
" Siapa ????? " Tanya Wei chen sambil menghindari serangan yang muncul secara tiba-tiba.
" Apa maksudnya ini ???, kenapa kalian tiba tiba menyerang kami ??" Kata Sansang dengan nada kesal nya dan tetap menampilkan kewaspadaannya.
" Ciiih ........ pura pura tidak tahu ya , salah satu dari kalian telah membunuh Jendral kami , hari ini kalian harus mati " Kata Jendral Mo zian sambil mengeluarkan tekanan nya .
__ADS_1
Tapi sama sekali tidak berpengaruh terhadap Yuanheng dan kedua rekannya.
" Kelihatan mereka berkemampuan tinggi ya , aku harus berhati-hati " Gumam lirih Jendral Mo zian dengan tatapan menyelidik .
" Kapan kami membunuh nya ???, jangan asal menuduh " Kata Wei chen dengan tatapan tajam nya.
" Kami punya bukti , Batu giok Naga itu sebagai bukti nya " Kata Salah satu prajurit dengan salah satu tangan menunjukkan ke arah batu giok milik Yuanheng .
Seketika membuat Yuanheng tersenyum penuh arti . Dan tidak menunggu lama Jendral Mo zian menyerang Yuanheng yang masih bersikap santai .
" Akan ku bunuh kau " Kata Jendral Mo zian dengan marah nya .
Ayunan pedang ia arahkan ke tubuh Yuanheng . Namun sudah di hadang oleh pelindung milik Yuanheng .
" Wyuus ......... treng ....... " suara pedang yang terlempar karena tidak mampu menembus pertahanan Milik Yuanheng dan tubuh sang jenderal terpental dan hampir jatuh ke tanah.
Melihat kekuatan yang di miliki Yuanheng sang Jenderal memerintahkan seseorang untuk memanggil para bantuan .
Sedangkan Wei chen dan Sansang bersiap untuk membantu Yuanheng . Rasa penasaran juga ada di pikiran keduanya saat ini.
" kerusuhan apa yang di lakukan adik sepupu kali ini ???" Guman lirih Wei chen dengan lirikan mata ke arah Yuanheng.
Dan hal tersebut membuat punggung Yuanheng merinding .
Serangan pun berlanjut . Kali ini Para prajurit ikut menyerang . Keramaian penduduk segera menghilang dari area pertarungan . Rasa takut kini menghiasi wajah para penduduk. Melihat itu semua membuat Yuanheng berfikir dua kali untuk melanjutkan pertarungan nya .
" Kakak sepupu , San er ikuti aku " Kata Yuanheng melalui telepati nya dan tidak menyadari panggilan terhadap Sansang berubah .
Sedangkan Sansang tertegun saat mendengar sebuah panggilan yang sangat familiar bagiinya .
" San er ...........?????" Kata hati Sansang yang mengandung kerinduan yang mendalam akan panggilan tersebut .
Dan segeralah Yuanheng melesat pergi menuju ke luar gerbang kerajaan suku api , masuk ke dalam hutan yang tidak jauh dari gerbang tersebut .
" Kejar mereka " Kata Jendral Mo zian sambil mengirim singal kepada para prajurit yang belum datang untuk membantu nya.
Hai para readers , Author kembali ni , maaf ya lama , soalnya baru bisa Update ni dan selamat membaca kembali kelanjutan ceritanya .
__ADS_1
Jangan lupa berikan Like , comen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊😊😊😊😊.
Terimakasih telah sabar menunggu 🙏🙏.