
Langit gelap , tanda malam telah tiba. Kesunyian malam tanda bahaya sedang mengintai . Hujan deras menambah kewaspadaan seseorang . Siapa lagi kalau bukan Yuanheng . Kini ia dan kedua rekannya memasuki gua untuk berteduh dari guyuran air hujan.
Namun sangat di sayangkan gua yang mereka temukan sudah ada pemiliknya . Tidak tau hewan seperti apa yang tinggal di dalamnya . Karena saat masuk ke dalam gua , pemilik nya tidak ada. Hanya sebuah sarang besar yang terlihat di sana. Serta hawa hangat yang tertinggal .
" Ada apa Adik sepupu ???" Tanya Wei chen dengan nada lembut nya .
" Gua ini tidak aman " Kata Yuanheng dengan tatapan menyelidik dan masih mengangkat tubuh Sansang .
" Maksud kamu???" Tanya Wei chen yang belum mengerti .
" Pemilik nya akan segera kembali " Kata Yuanheng sambil melepaskan Auranya untuk merasakan aura lain yang berada tak jauh dari tempat Yuanheng berada.
"Siapa pemilik nya adik sepupu ?? "Tanya Wei chen dengan nada penasaran nya .
" Kita pergi sekarang , tidak ada waktu untuk menjelaskannya kakak sepupu " Kata Yuanheng yang kini melangkahkan kaki menuju ke luar gua .
" Tapi hujan masih sangat deras , apakah baik baik saja untuk Sansang ??" Tanya Wei chen dengan tatapan mata menuju ke arah Sansang.
Seketika Yuanheng mengeluarkan jubahnya , untuk menutupi tubuh Sansang agar terlindungi dari guyuran air hujan.
Perjalanan berlanjut , keduanya melompat antar pohon ke pohon . Mencari tempat yang aman untuk mereka beristirahat . Karena hujan semakin lama semakin deras membuat keadaan Sansang semakin memburuk.
Sedangkan gua yang baru mereka tinggalkan , kini pemilik nya kembali . Dia adalah Singa berkepala dua yang kekuatannya hampir setara dengan kekuatan milik Yuanheng yang kini masih berada ditingkat kesepuluh Ranah tingkat alam semesta dan masih belum bisa meningkatkan lagi , karena adanya kendala yang Yuanheng sendiri tidak dapat mengetahui apa penyebabnya .
...***...
Suasana di hutan Ning lian semakin sunyi , malam juga semakin larut . Hampir setengah jam Yuanheng dan Wei chen menelusuri hutan . Namun belum menemukan tempat yang cocok untuk mereka beristirahat .
__ADS_1
" Bertahan San er " Guman lirih Yuanheng dengan nada bergetar sambil memperhatikan sekelilingnya .
Karena banyaknya hewan spiritual yang sedang berteduh di dalam gua untuk menghindari hujan deras malam ini .
Dan beberapa menit kemudian , tanpa sengaja Wei chen melihat sebuah rumah tua dan dengan cepat Ia melepaskan Auranya untuk memeriksa keadaan di sekitar rumah tua yang akan dijadikan tempat beristirahatnya.
" Lepaskan " Kata Wei chen dengan mata terpejam dan kedua tangannya yang membentuk sebuah pola.
Seketika Aura milik Wei chen menyebar di sekitar rumah tua . Merasakan ada atau tidaknya aura jahat di sana . Setelah lima menit memeriksa , ia tidak merasakan Aura jahat , malah sebaliknya . Hawa murni yang ia rasakan di sekitar rumah tua. Seperti menemukan harta karun di kedalaman hutan dan sangat cocok untuk pemulihan Sansang.
" Adik sepupu Ikuti Aku " Kata Wei chen sambil melesat pergi menuju ke rumah tua yang sudah ia periksa .
Sedangkan Yuanheng tanpa bertanya langsung melesat pergi mengikuti Kakak sepupunya . Karena keadaan Sansang yang semakin memburuk di lihat dari raut wajah pucat nya.
" San er....... bertahanlah " Kata Yuanheng sambil memeluk erat tubuh Sansang , Karena ia tidak mau lagi merasakan kehilangan untuk kedua kalinya.
" Perasaan ini sangat familiar untuk ku " Guman lirih Yuanheng kembali sambil mengikuti arah kemana Wei chen pergi.
" Siapa kamu sebenarnya San er??" tanya Yuanheng di hatinya.
Sedangkan di tempat lain , Ketiga pembunuh bayaran kini melesat pergi menuju ke arah gua tempat dimana Yuanheng beristirahat . Mereka sangat yakin akan tempat tujuan kali ini . Aura milik Yuanheng dan kedua rekannya sangat kuat di salah satu jejak , setelah lama di permainan oleh jejak jejak palsu dan jebakan yang di tinggalkan oleh Yuanheng.
Rasa marah membara di hati ketiga pembunuh bayaran . Dipermainkan oleh Yuanheng dan hampir kehilangan nyawanya . Karena jejak palsu milik Yuanheng berakhir pada sarang hewan spiritual yang berumur ribuan tahun. Bahkan ketiganya hampir masuk ke sarang semut api yang bisa membunuh mereka tanpa meninggalkan jejak apapun. Bahkan tubuh ketiganya akan leyap ketika di kerubungi oleh kelompok semut api . Hewan spiritual yang paling berbahaya dan kejam di kelompok hewan spiritual yang berada di hutan Ning lian.
" Bocah bau , awas saja kalau sampai ketemu " Kata Pendekar Raja elang dengan nada marahnya .
Namun salah satu rekannya tiba tiba menghentikan langkahnya saat melihat seseorang datang dan langsung bergegas pergi untuk menyembunyikan dirinya . Tidak lupa ia segera memberikan kode kepada kedua rekannya agar mengikuti langkahnya.
__ADS_1
" Siapa dia ??" Tanya Pendekar Raja elang kepada kedua rekannya.
"Aku tidak tau siapa orang itu , tapi kita lihat saja apa yang dia lakukan di sana ??" Kata Pendekar Kalajengking beracun sambil memperhatikan setiap tingkah laku orang tersebut.
" Orang itu penuh luka , mungkin baru saja melarikan diri dari pertarungan " Kata pendekar bermata perak yang juga memperhatikan nya.
Karena gerakan orang itu sangat mencurigakan . Bahwa ia juga terlihat sedang berbincang kepada seseorang tanpa ada wujudnya serta bersikap hormat , layaknya menghadap kepada junjungan nya.
" Hormat Yang mulia Raja kegelapan , maafkan hamba tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik , hamba terpaksa meninggalkan yang lainnya untuk menyampaikan informasi penting kepada Yang mulia Raja kegelapan " Kata Jendral kedua sambil menahan luka yang di akibatkan oleh pertarungan .
" informasi apa itu , Jendral kedua ??" Tanya Raja kegelapan tanpa menunjukkan diri.
" informasi tentang Sang pemusnah , Dia dan kedua rekannya memiliki kekuatan yang cukup hebat dan sangat cerdik , bahkan semua bawahan kita di kalahkannya " Kata Jendral kedua bangsa kegelapan .
" Baiklah, sekarang kau bisa kembali , kita susun rencana lagi untuk menangkap dan membunuhnya " Kata Raja bangsa kegelapan sambil memikirkan cara untuk melawan sang pemusnah .
" Baik Yang mulia Raja kegelapan " Kata Jendral keduanya dan tidak menyadari bahwa ketiga pasang mata telah memperhatikannya.
Sedangkan di dalam rumah tua , kini Yuanheng mengobati Sansang dengan cara menyalurkan hawa murni nya . Begitu juga dengan tubuh nya yang secara otomatis menyerap energi murni di daerah sekitar rumah tua tempat nya beristirahat . Karena di sana terdapat banyak hawa murni yang dapat memilih tubuh seorang kultivator dengan cepat .
Dan untuk Wei chen bertugas untuk menjaga keduanya supaya tidak ada yang mengganggu proses pengobatan dan pemulihan Sansang .
" Cepatlah sembuh Sansang " Kata Wei chen dengan nada rendah nya sambil menghangatkan tubuh nya di depan api unggun buatan nya .
Udah dulu ya Lanjut besok dan selamat membaca semoga tidak mengecewakan para readers tersayang .
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like comen dan Votenya ya.........
__ADS_1