
Malam pun tiba , Kerajaan bulan sabit sudah mulai melakukan penyerangan. Beribu prajuritnya kini menyerang satu sama lain. Begitu juga dengan para jenderal perang Kerajaan Bulan sabit dan Kerajaan Chen lu , Yang sangat lihai memainkan pedang nya untuk saling menyerang.
"Sreeeet........ sreeeet......... Sreeeet........" Suara pedang para jenderal Kerajaan chen lu dan kerajaan bulan sabit.
" Serang ......" Teriak Jendral Kerajaan Chen lu yang menyuarakan suaranya biar para prajurit nya bersemangat untuk menyerang lawannya.
" Sreeeet........ sreeeet....... sreeer......" Suara pedang para jenderal dan prajurit yang menyerang menggunakan senjata nya.
" Panah api bersiaplah ...." Teriak Jendral perang yang memberi aba aba kepada para prajurit kerajaan Chen lu.
Serangan demi serangan mereka lakukan . Tak ada raut wajah yang berputus asa. Hanya ada semangat untuk membela Kerajaannya masing-masing.
" Siapkan Formasi pelindung ........ " Teriak Jendral perang kerajaan Bulan sabit yang sedang berusaha menghalangi tembakan panah api dari kerajaan Chen lu.
Namun Formasi itu tak berhasil , panah api para prajurit kerajaan chen lu di lengkapi oleh botol minyak dan akan tumpah ketika terjatuh ke tempat para prajurit musuhnya. Terjadilah kebakaran yang hebat di kumpulan prajurit kerajaan bulan sabit.
"Aaahhhhkkk........ panas........ aaaakkhh .......Tolong......." teriakkan para prajurit kerajaan bulan sabit.
Peperangan pun semakin memanas . Kedua Kaisar kini juga saling menyerang satu sama lain . Begitu pula dengan para penerus tahta kerajaan yang berusaha untuk memenangkan peperangan ini.
" Menyerahkan lah , kalian tak akan mampu menang melawan kami " Kata Putra mahkota kerajaan bulan sabit.
" Kami tak akan menyerah , hasil akhir belum diketahui " Kata Putra mahkota Lu Chen dengan semangat yang tinggi.
Serangan demi serangan pun mereka lakukan . Kekuatan besar juga mulai keluar dari tubuh keduanya. Tak ada kata menyerah di jalan hidup mereka. Kemenangan dari salah satu pihaklah yang akan jadi akhir dalam peperangan tersebut.
Sedangkan Kaisar Fu Heng dan Li chen chen masih dalam perjalanan menuju ke kerajaan Chen lu . Suasana disepanjang jalan pun sangat mencekam . Suara teriakan , ledakan pun kini sudah mulai terdengar . Menandakan bahwa peperangan sudah di mulai. Keduanya pun terus memacu kudanya dengan sangat cepat.
" Kita harus cepat " Kata Li chen chen yang mulai menampilkan wajah Kekawatiran nya.
Namun tiba-tiba terdengar suara dari salah satu hewan Spiritual nya.
" Li er , aku bisa mengantarmu lebih cepat dari kuda kuda itu " Kata Phoenix api yang baru saja terbangun dari meditasi nya.
" Baiklah , aku izinkan kau keluar " Kata Li chen chen sambil menghentikan Langkah kaki kudanya.
__ADS_1
" Ada apa Chan er??" Tanya Kaisar Fu Heng yang mengikuti Li chen chen menghentikan langkah kuda nya.
Seketika muncullah seekor burung Phoenix api di hadapan mereka.
" Silahkan Li er , gunakan elemen es mu untuk membuat Tuan ini nyaman duduk di punggung ku " Kata Burung Phoenix api kepada majikan nya
Seketika tangan Li Chen chen menari nari , membentuk sebuah pola untuk membuat pelindung d sekitar tubuh Kaisar Fu Heng. Sedangkan Li chen chen tak menggunakan nya karena dirinya tak akan merasakan panas bila di dekat hewan spiritual apinya.
Perjalanan pun di mulai , tak ada perbincangan di antara keduanya . Hanya diam yang saat ini mereka lakukan. Ketegangan juga menghiasi wajah keduanya. Tak tau apa yang sedang terjadi . Namun hati kecil Li Chen chen mengatakan harus secepatnya menolong Kerajaan chen lu.
...***...
Hingga hari menuju pagii kembalii . Kini Li chen chen dan Kaisar Fu Heng sudah sampai di kerajaan Chen lu. Disana menampakkan suasana yang mengerikan . Banyak para prajurit dari kedua pihak yang tergeletak tak bernyawa. Dan ada juga yang masih melanjutkan pertarungannya .
Kedua mata Li chen chen kini melihat sekeliling nya. ia sedang mencari seseorang yang ada di pikiran nya. Namun belum juga ia ketemukan. Akhirnya ia pun melesat pergi menuju ke ketengah kota kerajaan chen lu dan diikuti oleh Kaisar Fu Heng .
" Kemana mereka saat ini ??" Guman Li chen chen sambil terus mencair seseorang yang sudah nampak di hatinya.
" Siapa yang kau cari chan er??" Tanya Kaisar Fu Heng yang masih bingung dengan tingkah Li chen chen saat ini.
Namun tiba-tiba terlihatlah Seorang pria terlempar di hadapannya dan dengan cepat Li chen chen pun bertindak , menangkap tubuh sang pria tersebut , yang tak lain adalah Kaisar Chen .Ia kini sedang terluka parah. Seketika hati Li chen chen pun menjadi sedih .
" Siapa dia?, kenapa hatiku sangat sakit melihatnya dalam keadaan seperti in" Tanya Li chen chen di dalam hati nya.
Lamunan nya pun buyar ketika seseorang tertawa dan akan melepaskan Kekuatan untuk mengakhiri kehidupan Kaisar Chen.
" Ha.....ha.....ha..... , rasakan ini kaisar bodoh " Kata Kaisar dari Kerajaan bulan sabit sambil mengeluarkan kekuatan pamungkas nya.
Namun dalam sekejap para prajurit bayangan Kerajaan suku kuno pun muncul melindungi keduanya. Membuat sebuah formasi tingkat tinggi yang bisa memantulkan Kekuatan Lawannya.
" Duaaar........" Suara Tabrakan antara kedua kekuatan yang berada tak jauh dari Li Chen chen dan Kaisar Chen berada.
Sedangkan Kaisar dari Kerajaan bulan sabit berhasil menghindari Kekuatan nya sendiri dengan cara mengeluarkan kekuatan nya lagi.
" Brengsek , siapa kalian ??" Tanya Kaisar Kerajaan bulan sabit dengan marahnya.
__ADS_1
" Kau tak perlu tau siapa aku , Yang pasti kau sudah membuat ku marah kali ini " Kata Li chen chen yang mulai menampakkan mata merahnya beserta tatapan mata yang mematikan.
Seketika membuat semua prajuri melihat ke arah Li Chen chen .
" Ha.....ha.....ha .... hanya seorang wanita ingin mengalahkanku " Kata Kaisar Kerajaan bulan sabit.
" Heh , Kau itu hanyalah seekor semut bagiku "Kata Li chen chen sambil mengeluarkan pedang Naga Phoenix nya.
Ia pun langsung menebaskan pedang nya. Seketika membuat tanah bergetar sangat hebat. Sang Kaisar pun sangat terkejut.
" Apa ???, Bagaimana bisa?" Kata Kaisar Kerajaan bulan sabit yang menampilkan wajah terkejut nya.
Tak berhenti di situ saja , para prajurit yang melihat sorot mata Li chen chen pun langsung tergeletak tak bernyawa . Karena sorot mata Li chen chen dapat menghisap jiwa para musuh nya dan juga mengandung racun yang berbahaya . Inilah Kekuatan baru dari sang Ratu Kerajaan suku kuno yang tidak dapat di kalahkan dengan mudahnya.
" Kamu...... kamu....... apakan para prajurit ku ?" Tanya Kaisar Kerajaan bulan sabit .
"Apa perlu aku memberitahu mu " Tanya Li chen chen Sambil melesat pergi untuk menyerang Sang Kaisar.
" Sreeeet..... sreeeet....... sreeeet....." Suara Tebasan pedang naga Phoenix Milik Li chen chen .
Seketika membuat sang kaisar kehilangan nyawa dan tubuhnya terpotong beberapa bagian .
" Aaaaaahhhhkkkkk ......" Teriakkan sang kyai Kerajaan bulan sabit Sebelum kehilangan nyawanya.
" Inilah akibatnya, jika kalian membuat diriku marah " Kata Li chen chen yang mengema si seluruh Kerajaan Chen lu.
Sedangkan Kaisar Fu Heng kini sedang melawan para jenderal Kerajaan bulan sabit yang masih hidup . Dan serangannya juga langsung membuat kelima Jendrel mati dengan cara tercabit-cabit .
Dan untuk putra mahkota kerajaan Chen lu.............
Terusin besok lagi yaa......
Dan selamat membaca, semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊😊😊.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😘😘😘😘
__ADS_1