
Langkah kuda terdengar d sebuah jalan menuju keluar kota kerajaan Macan putih . Kini Li chen chen akan meneruskan pengembaraannya . Kali ini dirinya juga di temani olek Kaisar Fu Heng. Ada rasa bahagia terselip di hati Li chen chen. Sesekali mata indahnya mencuri pandang ke arah Sang Kaisar. Seyuman pun sering muncul di wajah cantiknya.
Sedangkan Putra mahkota Kerajaan Chen lu , belum berani menemui adiknya yang tak lain adalah Li Chen chen . Karena dirinya saat ini masih di awasi oleh pihak lawan . Dan tak tau Kekuatan besar mana yang saat ini sedang mengincarnya. Yang terpenting bagiinya adalah mengetahui bahwa keadaan Li chen chen baik baik saja. Tak lupa pula ia juga mengirim pengawal bayangan nya untuk melindungi adik kecilnya. Walaupun dirinya tau, sang adik sudah mempunyai pelindungnya sendiri. Namun Putra mahkota Lu Chen lebih tenang bila orang kepercayaan berada di dekat Li Chen chen saat ini .
" Li Chen chen , maaf kakak tak bisa menyapamu hari ini , Semoga di lain waktu kita bisa bertemu lagii " Guman Putra mahkota Lu Chen.
Putra mahkota Lu Chen juga belum mengetahui identitas asli Li chen chen yang sebagai Ratu Kerajaan suku kuno . Dia salah besar kalau Adiknya akan aman selama menjauh dari nya . Karena kali ini Li Chen chen sudah menjadi target utama di dalam dunia spiritual. Kekuatan besar dan darah murni keturunan suku kuno yang ada pada dirinyalah yang di incar oleh para pengusaha maupun para master ternama yang ada di negeri ini.
Namun Li chen chen sudah siap menerima semua hal yang akan terjadi , di saat dia menyetujui meneruskan warisan sang kakek buyut . Li Chen chen tak akan mundur lagi dan akan berusaha menjadi lebih kuat dari orang yang terkuat .
" Chan er ,kita mau kemana ??" Tanya Kaisar Fu Heng kepada Li Chen chen.
" Kita lihat aja nanti , jalan ini menuju ke kota mana ,soalnya aku belum hafal tetang daerah sini " Kata Li chen chen dengan nada lembut nya.
Sedangkan Guwen masih setia mengikuti nya ,namun kali ini ia bergabung dengan para prajurit bayangan nya . Melindungi Li chen chen dari kejauhan.
Tak terasa Hari sudah memasuki waktu di sore hari . Mereka kini sampai di sebuah hutan yang begitu asing bagii keduanya. Banyak kabut yang menghiasi hutan tersebut. Begitu sunyi suasana di sana. Hanya suara binatang spiritual yang terdengar meraung-raung dan muncullah rasa penasaran Li chen chen.
" Fu Heng , hutan apa ini ??? kok auranya sangat berbeda ??" Tanya Li Chen chen kepada Kaisar Fu Heng.
" Aku baru saja mengetahuinya , kalau di daerah sini ada sebuah hutan ??? , Seingatku di sini dulunya adalah sebuah desa kecil " Jelas Kaisar Fu Heng.
" Seperti ada yang tidak beres ni....." Kata Kaisar Fu Heng lagii.
" Ya , kita harus berhati hati" Kata Li chen chen dalam mode kewaspadaan nya.
__ADS_1
Perjalanan pun berlanjut . Mereka kini memasuki hutan semakin dalam . Hingga sekelompok orang menghadang jalannya.
" Berhenti , kalian tak bisa melanjutkan perjalanan ini , silahkan Tuan dan Nona kembali " Ucap Ketua kelompok tersebut.
" Emangnya di sini ada apa paman ???" Tanya Li Chen chen yang kini di kelilingi oleh perasaan penasaran.
" Nona tak perlu tau , sebaiknya tinggalkan tempat ini " Kata ketua kelompok .
Seketika membuat Kaisar Fu membuka mata batinnya dan menelusuri setiap lokasi di hutan tersebut.
Setelah lama memeriksa lokasi d hutan itu . Sang Kaisar pun menemukan hal yang janggal. Banyaknya alat penyiksa , bahkan ada para pendekar muda yang kini sedang terikat . Mereka juga memiliki kekuatan di Tingkat Ranah Kematian , namun keadaan nya jga sangat memprihatikan. Seperti baru saja kalah dalam pertarungan atau bisa di katakan baru saja di siksa oleh seseorang . Terlihat juga darah yang berceceran dimana-mana membuat Fu Heng mengerutkan keningnya.
" Apa yang mereka lakukan kepada para pendekar muda itu ??" Guman Lirih Kaisar Fu Heng yang masih di dengar oleh Li Chen chen.
" Ada apa Fu Heng??" Tanya Li Chen chen yang menampilkan wajah kawatirnya.
Li Chen chen pun hanya menuruti ajakan Kaisar Fu Heng dan memacu kudanya kembali keluar dari hutan tersebut. Namun di tengah perjalanan , Kaisar Fu Heng pun menghentikan langkah kuda nya dan membuat Li chen chen bingung akan perilaku kaisar Fu Heng.
" Apa apa ?? kok berhenti disini ??" Tanya Li Chen chen yang masih dalam kebingungan nya.
" Apa kamu tak penasaran dengan apa yang aku lihat tadi?" Tanya Kaisar Fu Heng yang membuat Li chen chen terkejut.
" Emangnya apa yang kamu lihat Fu Heng??" Tanya Li Chen chen yang sangat ingin mengetahui jawaban nya
Akhirnya Kaisar Fu Heng pun menjelaskan tentang apa yang ia lihat tadi melalui mata batinnya . Dan kini mereka akan menjalankan rencana nya untuk menyelinap pergii memasukii hutan yang saat ini sedang dijaga dengan sangat ketat .
__ADS_1
Dengan cepat keduanya pun melesat pergi . Tak lupa mereka juga meminum sebuah pil tembus pandang untuk memudahkan mereka menyelinap masuk ke dalam hutan tersebut.
...****...
Terlihatlah pemandangan yang begitu mengerikan setelah berhasil memasukii hutan itu. Indra penciuman mereka pun juga sudah di sapa oleh bau darah segar . Banyak para pendekar laki laki maupun wanita yang kini berada di sana. Keadaan mereka pun sangat memprihatikan . Dan yang membuat keduanya sangat terkejuut adalah adanya seorang pemuda yang kini sedang berendam di kolam penuh darah . Menikmati setiap teriakan para tahanan nya . Dan juga darah yang kini terus mengalir memasukii kolam mandinya . Sehingga membuat Li chen chen mengalihkan pandangannya ke arah aliran darah itu . Sontak membuat nya menutup mulutnya. Melihat kejadian yang sangat mengerikan bagi penglihatan nya.
" Apa ????? , kejam sekali dia , menyiksa dan mengambil darahnya pula " Kata Hati Li Chen chen yang melihat beberapa gadis dan pemuda yang sedang di ikat dan di cambuk sampai mengeluarkan darah , kemudian darah tersebut mengalir ke arah kolam yang di buat untuk berendam pemuda tersebut .
Entah apa yang sebenarnya terjadii. Namun kali ini membuat Li chen chen sangat marah. Namun Kaisar Fu Heng meredakan amarahnya . Karena Pemuda yang berendam di dalam genangan darah manusia itu memiliki kekuatan yang tak bisa di lihat oleh Kaisar Fu Heng. Dan akan sangat berbahaya bila mereka ketahuan oleh nya tanpa persiapan apapun.
" Tenanglah Chan er , kita perlu sebuah rencana " Kata Kaisar Fu Heng yang kini memegang tangan Li Chen chen.
" Baiklah , tapi cepat pikirkan rencana nya , aku tak sabar ingin mencincang nya " Kata Li chen chen dengan mode marahnya.
" Waduh , kejam amat ni gadis bila marah , untung sayang " Batin Kaisar Fu Heng .
Namun tiba-tiba , di saat keduanya ingin keluar dari tempat itu sebuah.........
Putra mahkota Lu Chen.
Guwen .
__ADS_1
Wei ru.