
Sedangkan Sansang kini melawan Pendekar Raja elang . Gerakannya tidak kalah cepat dengan gerakan milik Sansang. Sesuai dengan namanya. Tatapannya juga setajam mata elang. Membuat Sansang berhati-hati dalam melakukan penyerang. Karena setiap gerakannya dapat di baca oleh lawannya.
" Sungguh sial aku kali ini , mendapatkan lawan seperti dirinya " Guman lirik Sansang dengan sikap waspada nya .
Pertarungan masih berlanjut. Tebasan pedang milik Sansang dengan mudah di hindari oleh Pendekar Raja elang. Gerakan kedua tangannya juga hampir menyentuh pinggang ramping milik Sansang. Bahkan dengan sengaja membuat Sansang hampir jatuh ke dalam pelukannya.
"Laki-laki breng**k" Kata Sansang dengan nada marahnya.
Dan membuat sang lawan menampilkan senyuman mesumnya . Karena setiap serangan dari Sansang akan di permainan oleh pendekar Raja elang . Sehingga membuat Sansang naik darah akan sikapnya.
" Sangat lucu ya ............. , baik aku akan membuatmu menjadi serpihan es " Kata Sansang sambil menggerakkan kedua tangannya dan membuat Pendekar Raja elang menampilkan wajah seriusnya.
" Pedang bilah mata es , tebasan inti es " Kata Sansang dengan tarian cantik nya.
Wyuus ....... wyuus........ wyuus........ Suara angin dingin mulai terdengar . Area di sekitar pertarungan berubah menjadi es . Membuat Sang pendekar mengeluarkan kekuatan pelindung nya .
" Kamu tidak akan bisa menyentuh tubuh ku , wanita cantik " Kata Pendekar Raja elang sambil mengeluarkan aura panasnya yang merupakan kekuatan dari elemen api .
Dan ..........
" Sreeet....... sreeet....... sreeet....... , duuuaaar " Suara pergerakan pedang bilah mata es milik Sansang dan ledakan antara kedua kekuatan yang saling bertabrakan .
Membuat kedua rekan lainnya menoleh ke arah pertarungan nya . Terutama Yuanheng yang kini membuat Pendekar Kalajengking beracun berakhir secara tragis dan langsung melesat pergi menuju ke arah dimana Sansang berada.
" San er , kamu tidak apa apakan?" Tanya Yuanheng di saat sampai di samping Sansang dan dengan segera menyalurkan hawa murninya.
" Ya aku tidak apa apa" Kata Sansang dengan wajah memerah .
Dan segera mengalihkan pandangannya ke arah lawan yang saat ini mulai bersiap menyerang nya dengan ayunan pedang yang di sertai dengan beribu jarum api . Membuat Yuanheng dengan cepat membuat formasi pelahap .
Dan ............
"Wyuus.......... Slap.......... " Jarum api menghilangkan saat memasuki formasi buatan Yuanheng dan membuat lawannya menampilkan wajah terkejut nya.
Karena kekuatan Yuanheng sangat menarik dan sangat ingin mengalahkan nya .
__ADS_1
" Sepertinya aku menemukan lawan yang sangat menarik " Guman lirih Pendekar Raja elang.
" Dan gerakan gerakan nya sangat sulit untuk aku prediksi " Guman Pendekar raja elang lagi sambil melesat pergi untuk menyerang Yuanheng , begitu juga sebaliknya.
Sehingga dentingan pedang saat ini mulai berirama , gerakan cepat keduanya saling mengimbangi . Hanya kilatan cahaya yang terlihat di atas langit . Membuat gurun pasir yang sepi menjadi ramai akan pertarungan keduanya.
Sedangkan Sansang kini kedatangan sekelompok prajurit dari Kerajaan Suku Api yang baru saja tiba di tempat pertarungan bersamaan dengan putra mahkota Xiao ning sebagai pemimpin nya.
" kita bertemu lagi cantik " Kata Putra mahkota Xiao ning dengan tatapan mesumnya .
" Kamu semakin cantik saja , sejak terakhir kali kita bertemu di bukit penentuan " Kata Putra mahkota Xiao ning yang tidak sabar ingin segera membuat Sansang meronta kesakitan.
" Terimakasih , tapi aku tidak butuh sanjungan darimu " Kata Sansang dengan nada sinisnya.
" Ha ..... ha ..... ha ...... sungguh wanita yang sangat menarik " Kata Putra mahkota Xiao ning sambil memberi perintah kepada para prajurit nya untuk menangkap Sansang .
Seketika membuat Sansang menampilkan kewaspadaannya dan bersiap untuk bertarung kembali membuat seulas senyum muncul di bibir putra mahkota Xiao ning.
" Jangan sampai membunuhnya , tangkap dalam keadaan hidup hidup , aku menginginkan tubuh mulus nya" perintah Putra mahkota Xiao ning kepada para prajurit nya .
" Baik Yang mulia putra mahkota " Kata prajurit secara bersamaan sambil membentuk sebuah formasi perangkap untuk Sansang.
" Sreeet........ sreeet........ sreeet......" Suara serangan dari pedang milik Sansang dan membuat para prajurit terpental sangat jauh.
" Ha....... ha ...... ha ....... aku semakin menginginkan mu Sansang" kata Putra mahkota Xiao ning sambil melesat pergi untuk menyerang Sansang .
Begitu juga sebaliknya , dengan gerakan tangannya Sansang memainkan pedang es milik nya . Menangkis setiap serangan dari Putra mahkota Xiao ning .
" Ting ...... ting ......... ting........ " Suara dentingan pedang milik Putra mahkota Xiao ning dan Sansang yang saling bersentuhan.
Dan selama setengah jam pertarungan terjadi dan kini keduanya mengeluarkan kekuatan terakhir nya untuk menentukan siapa pemenangnya.
" Badai es surgawi ( amukan badai api )" Kata Sansang dan Putra mahkota Xiao lian secara bersamaan.
Seketika membuat suasana menegang . Begitu juga di pihak Yuanheng dan Wei chen yang kini mengeluarkan kekuatan terakhir nya .
__ADS_1
" Amukan naga api ( amukan ombak laut) " Kata Yuanheng dan juga Wei chen yang saat ini melawan Pendekar bermata perak .
Di sisi lawan juga sama , keduanya kini mengeluarkan kekuatan terakhir nya untuk menangkis kekuatan Yuanheng dan Wei chen.
" beribu pedang api ( pelindung perak ) " Kata Pendekar Raja elang dan Pendekar bermata perak secara bersamaan .
Dan..............
" Duaaaaaar.............. " Ledakan besar terjadi .
Sehingga membuat kedua pembunuh bayaran kehilangan nyawanya , karena kehebatan Yuanheng dan Wei chen yang melebihi kekuatan keduanya.
Sedangkan Putra mahkota Xiao ning terluka parah akibat serangan dari Sansang .
" uuuhuuuk...... uhuk....... " Suara batuk darah putra mahkota Xiao ning , karena ia terluka di bagian dalam .
" Brengs**k , a......was kalian , akan aku ingat ini" Kata Putra mahkota Xiao ning yang bisa melarikan diri sebelum serangan kedua Sansang meluncur ke arahnya .
" Uuuuukh ......... , sial dia kabur " Kata Sansang yang juga terluka kecil akibat serangan dari putra mahkota Xiao ning.
...***...
Setelah setengah jam beristirahat . Yuanheng dan kedua rekannya melanjutkan perjalanan . Mereka saat ini mengikuti arah kemana cahaya itu pergi . Keadaan ketiganya kini juga sudah kembali sehat berkat pil obat pemberian Yuanheng . Karena luka ketiganya tidak terlalu parah. sehingga cepat untuk di sembuhkan.
" Yuanheng , apa kamu yakin batu giok itu menuju ke Kota kerajaan suku petir??" Tanya Sansang dengan nada penasaran nya .
Karena jalan yang mereka lewati merupakan jalan tersembunyi dan suasananya sangat sepi , tanpa adanya penjaga dari pihak istana . Dan lorongnya sangat panjang untuk di lewati.
" Kita hanya bisa bertaruh , daripada melawan para hewan spiritual penjaga , akan menunda perjalanan kita menuju ke Kerajaan suku petir dan juga waktu kita sangat terbatas " Jawab Yuanheng sambil terus menatap cahaya dari batu giok itu.
" Ya semoga saja ini adalah waktu keberuntungan kita Sansang " Sahut Wei chen dengan nada pasrahnya.
Dan satu jam kemudian terlihatlah sebuah gerbang besar. Disana nampak dua orang penjaga . Dengan nada sopannya keduanya bertanya kepada Yuanheng dan kedua rekannya . Menanyakan tempat tinggal ketiganya serta apa maksud dan tujuannya datang ke kota Kerajaan suku petir . Karena semenjak kebangkitan bangsa kegelapan keamanan kota kerajaan suku petir di perketat untuk menjaga keamanan di kota kerajaannya .
Udah dulu ya , di lanjut besok ......
__ADS_1
Selamat membaca para Readers tersayang jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, comen dan Votenya ya ......
Semoga tidak mengecewakan .......