
Mentari pagi mulai memancarkan sinarnya. Kini Kaisar tua Chen sudah terbangun dari tidurnya . Salah satu tangan nya meraba di sudut tempat tidur . Mencari sebuah tongkat yang selama ini menemani langkahnya .
" Udara di pagi hari membuat ku sangat nyaman " Guman lirih Kaisar tua Chen dengan langkah pelannya menuju ke sebuah taman dengan ditemani sebuah tongkat yang menjadi petunjuk jalannya .
" Aaah....... sudah lama aku tidak melihat cahaya dari kedua mata ku ini " Kata Kaisar tua Chen dengan nada sedihnya .
Namun tiba-tiba seseorang datang mengejutkan nya.
" Kakek Kaisar ......." panggil Wei chen yang sudah cantik dengan hanfu biru yang di pakainya .
" Ada apa Wei er ???" Tanya Kaisar tua Chen dengan nada lembut nya.
" Gak ada apa apa Kakek Kaisar, hanya saja rasa rinduku kepadamu belum sembuh , Wei er dan kakak sepupu harus pergi untuk menjalankan tugas yang belum selesai " Kata Wei chen dengan nada sedihnya.
Seketika seulas senyum muncul di wajah tua Kaisar tua Chen dan mengingat kembali masa di mana kedua cucunya yang masih kecil dan selalu manja di hadapannya.
" Sudah sekian lama tidak bertemu , cucu kakek yang satu ini tetap saja manja ya " Kata Kaisar tua Chen yang berusaha untuk menutupi kesedihannya.
Dan tanpa di sadari , Yuanheng melihat sekilas wajah sedih kakeknya . Membuat hatinya sangat berat untuk meninggalkan nya di kota asing ini. Tapi apalah daya Dia masih harus menyelesaikan misinya untuk pergi ke Menara bintang .
" Kakek Kaisar ...... " panggil Yuanheng dengan nada bergetar dan kedua matanya hampir mengeluarkan air mata , tapi ia tahan supaya tidak di ketahui oleh Kaisar tua Chen.
" Yuan er ...... kemarilah temani Kakek sebentar sebelum kalian berangkat " Pinta Kaisar tua Chen dengan nada lembut nya.
" Ya kakek " Kata Yuanheng sambil melangkah mendekati Kaisar tua Chen.
Selama satu jam keduanya menemani Kaisar tua Chen di taman . Senyum dan tawa kini menghiasi wajah ketiganya. Perasaan bahagia yang telah lama hilang kini kembali lagi . Rindu akan dengan keluarganya sedikit terobati . Sansang yang dari kejauhan melihat kejadian itu ikut merasakan kebahagiaan ketiganya.
" Kakek Kaisar jangan pergi lagii , kami sangat sayang kepada Kakek Kaisar " Kata Yuanheng dan Wei chen secara bersamaan .
__ADS_1
Dan aktivitas berhenti ketika Sansang dan kedua pengawal rahasia datang membawa nampan berisikan makanan .
" Sudah sudah kita lanjutkan nanti , sekarang kita makan terlebih dahulu " kata Sansang dengan senyuman manis nya .
" Ya Sansang , kebetulan aku sudah lapar " Kata Wei chen dengan nada lembut nya sambil membantu Sansang untuk menata makanan di atas meja yang ada di taman .
Sedangkan Yuanheng kini membantu sang kakek menuju ke tempat duduk dimana mereka akan makan bersama . Namun ada perdebatan kecil di antara kakak beradik itu.
" Kakek Kaisar , Yuan er suapin ya " Kata Yuanheng dengan nada lembut nya.
" Jangan Wei er saja yang nyuapin Kakek Kaisar , adik sepupu nyiapin Sansang saja " kata Wei chen yang menjahili Yuanheng .
Seketika wajah Sansang memerah saat mendengar perkataan Wei chen . Sehingga membuat Kaisar tua Chen tersenyum bahagia . Walaupun keduanya matanya buta , namun mendengar perkataan mereka ,sang Kakek sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi di antara keduanya.
...***...
Tak terasa hari sudah siang. Kini ketiganya melanjutkan perjalanan nya . Tidak lupa Yuanheng juga memberikan pil tingkat raja untuk menyembuhkan Meridian Kakeknya yang terluka .Dia juga mengundang seorang tabib dari pasar gelap untuk memeriksa keadaan kedua mata milik Kakeknya yang buta di akibatkan oleh racun yang sangat langka .
Pil Tingkat Raja berkasiat untuk menyembuhkan dantian / meridian yang rusak serta dapat meningkatkan kekuatan hingga 5 kali lipat ,tanpa efek samping dan hanya Ratu Li Chen Chen yang bisa membuat nya hingga saat ini .
...****...
Lima hari sudah berlalu , Kini Yuanheng dan kedua rekannya sampai di perbatasan antara kedua suku , Suku petir dan suku es . Mereka melihat hamparan salju yang sangat luas . Suasana dingin mulai merasuk ke pori pori tubuh Ketiganya di saat memasuki area Kota kerajaan suku es . Membuat Yuanheng dan Wei chen mengeluarkan hawa murni untuk menghangatkan tubuh mereka. Berbeda dengan Sansang yang sangat nyaman dengan suasana dingin saat ini.
" Tempat yang sangat dingin , Apa kamu tidak merasakan dingin ??"Tanya Wei chen kepada temannya.
" Tidak , aku malah merasa sangat nyaman di sini , seperti diriku yang sebenarnya telah kembali" Kata Sansang sambil memandang hamparan salju di depannya.
" Baiklah jangan banyak membuang waktu , di belakang sana masih banyak orang yang menunggu kedatangan kita sebagai penyelamat Negeri " Kata Yuanheng dengan langkah nya dan di ikuti oleh kedua rekannya.
__ADS_1
" Ya , aku juga ingin segera pulang untuk melepaskan rindu kepada keluarga ku " Kata Wei chen dengan nada semangat nya .
Dan untuk Sansang hanya menampilkan senyum di wajah cantiknya di saat melihat kedua rekannya bersemangat kembali. Walaupun dirinya belum tahu rencana selanjutnya setelah misi selesai . Hanya bisa mengasingkan diri untuk memperkuat kekuatan jiwanya .
Sedangkan di dalam istana kerajaan atas angin , kini terlihat Kaisar Fu heng dan Ratu Li Chen Chen bertemu dengan seseorang secara rahasia . Orang itu adalah pengawal rahasia milik Yuanheng Sang putra mahkota . Di dalam surat tersebut bertuliskan bahwa dirinya telah menemukan sang kakek yang kondisinya sangat memprihatikan . Banyak luka di tubuhnya , bahkan kedua mata milik Kakeknya buta karena racun yang sangat langka . Yuanheng juga mengatakan bahwa hanya ibundanya yang bisa menyembuhkan racun yang ada di kedua mata milik sang Kakek . Hal tersebut membuat Ratu Li Chen Chen sangat marah dan merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada ayahanda nya .
" Siapa yang telah berani menyentuh keluarga ku , akan di takdir kan mati ........... , Guwen .... perintahkan para bawahan mu untuk mengawasi Kerajaan Chen lu , para jendral , para menteri , kasim bahwa para pelayan juga harus di awasi , karena hanya penghuni istana yang tahu kepergian Ayahanda ku waktu itu " Kata Ratu Li Chen Chen dengan nada marahnya.
" Istriku , apa kamu tidak mengabari Kakak ipar tentang masalah ini ??" Tanya Kaisar Fu heng dengan nada lembut nya .
" Ya , nanti aku akan mengabarinya " Kata Ratu Li Chen Chen sambil menggenggam erat surat yang di khususkan hanya untuk nya .
" Tapi aku harus pergi , pemeriksaan dari tabib pasar hantu hanya bersifat sementara saja" Kata Ratu Li Chen Chen sambil menatap wajah Suaminya yang tidak di perbolehkan untuk memasuki Negeri Zianzu .
Yang sebenarnya membuat Ratu Li Chen Chen sangat penasaran dengan hal itu.
"Pergilah , aku tidak apa apa " kata Kaisar Fu heng yang tidak bisa menemani istrinya karena larangan keras dari para tetua yang takut akan identitas sang Kaisar terbongkar .
" Tapi ........." Kata Ratu Li Chen Chen yang terpotong oleh pelukan hangat dari suaminya .
" Jangan khawatir , aku tidak apa-apa , kamu juga bisa menemui putra kita kan , dia pasti sudah sangat kuat " Kata Kaisar Fu heng dengan nada lembut nya .
" Dan bawa ini , siapa tahu akan berguna di saat kamu terdesak nanti , aku tahu kamu sangat hebat tapi di luar sana masih ada Kekuatan yang melebihi kita " Kata Kaisar Fu heng sambil memberikan batu giok yang di khususkan hanya untuk keluarga nya.
" Baiklah , masalah di sini aku serahkan kepadamu , tolong berhati-hatilah " kata Ratu Li Chen Chen yang masih berada di dalam pelukan hangat Kaisar Fu heng .
" Ya istri ku , kamu juga berhati hati lah dan lusa besok kamu baru bisa berangkat " Kata Kaisar Fu heng sambil membelai lembut rambut Istri nya .
Udah aaahhh , lanjut besok lagi dan selamat membaca , semoga tidak mengecewakan para readers tersayang .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like comen dan Votenya ya .