
Hari semakin siang , Suasana juga semakin menegang. Tidak ada satupun dari mereka yang menampilkan wajah santai nya . Karena Yuanheng sudah mengeluarkan suara yang membuat semua pengunjung merasakan tekanan yang sangat dahsyat dari suara nya .
" Apa sudah cukup berulah bibi ??" tanya Yuanheng dengan nada santai nya dan mulai membuka kedua mata tajam.
" Kamuu ................. " Kata Jenderal wanita dengan nada marahnya sambil kedua tangannya mengepal penuh amarah .
" Ada apa Bibi ??, apa aku salah berkata ??" Kata Yuanheng dengan nada santai nya .
" Aku juga mengikuti pelelangan ini , jadi aku berhak untuk menawar barang yang menarik perhatian ku kan , apa aku salah bibi ??" Kata Yuanheng kembali sambil berjalan ke arah sang jenderal yang masih melayang ke udara.
" Kamu ............. uuuukkkkhh...... " Kata Jenderal yang kini tidak bisa bergerak karena tekanan besar dari Yuanheng yang semakin mendekati nya.
" Ada apa Bibi ?? " Kata Yuanheng dengan nada polosnya.
Namun tiba-tiba terdengar suara sekelompok prajurit dari kerajaan api yang menerobos masuk ke dalam Paviliun Thong an . Dan langsung melakukan serangan di saat melihat Jendrel nya dalam masalah.
" Serang " Kata salah satu prajurit yang menjadi pimpinan nya.
Tapi dengan jentikan jari milik Yuanheng para prajurit itu terpental jauh . Sontak membuat sebagian para pengunjung berlarian keluar ruangan , karena tidak mau ikut campur dengan masalah para pendekar yang berebut barang langka.
" Si .....si .....apa kamu sebenarnya ??" Tanya Jendral wanita dengan nada terbata nya .
" Eeeh ....... sudah berani menyinggung ku , masih bertanya siapa aku ??? sungguh lucu " Kata Yuanheng dengan tatapan tajam di balik topeng nya.
" Ma ....afkan aku yang telah menyinggung mu Master muda , aku..... aku... menyerah , barang itu akan menjadi milik mu" Kata Sang jenderal yang mengetahui bahwa dirinya tidak akan menang melawan pemuda yang sudah berada di hadapan nya.
" Memaafkan mu , apakah itu layak untukmu ?" Kata Yuanheng dengan menampilkan seyuman di wajah tampannya.
Dan tanpa berkata lagi ia langsung menyerang sang Jendrel dengan satu kali gerakan tangan nya yang seketika mengeluarkan beribu jarum yang bernama jarum pencabutan nyawa .
Dan ........
" Wyuuus............... " Suara jarum bergerak menuju ke arah sang jenderal kerajaan suku api .
Dan ........
" Uuuukkkkhh.......... " Suara Jendral wanita yang sudah tertusuk jarum milik Yuanheng.
Beberapa detik kemudian nyawa sang jenderal pun melayang , karena jarum milik Yuanheng mengandung racun yang sangat berbahaya melebihi racun buatan ibunda nya.
" Sangat membosankan " Guman lirih Yuanheng dengan nada kesalnya dan kembali ke tempat nya .
Sedangkan di tempat lain , di depan penginapan ada dua wanita cantik yang sedang menunggu salah satu rekannya. Mereka saat ini memasang wajah kesalnya. Karena sudah dua jam lebih keduanya menunggu . Siapa lagi kalau bukan Wei chen dan Sansang yang sedang menunggu kedatangan Yuanheng di tempat yang sudah mereka janjikan.
" Adik sepupu ....... kemana kamu sekarang ??? , kenapa membuat kakak sepupu mu ini menunggu lama ??? " Kata Wei chen dengan nada kesal nya .
Namun berbeda dengan apa yang ada di dalam hati Sansang yang saat ini sedang mengutuk Yuanheng . Karena masalah tadi pagi yang membuat nya sangat kesal dan melupakan acara pelelangan di paviliun Thong an.
" Sansang , apa pagi tadi kamu tidak bertemu dengan adik sepupu ku saat kamu keluar??" tanya Wei chen dengan nada kesal nya.
" Ti .....ti....dak , aku tidak pernah bertemu dengan nya " Jawab Sansang dangan wajah memerah dan membuat Wei chen menampilkan wajah penasaran nya .
" Tapi kenapa wajah kamu seperti buah tomat ??? , apa kamu sakit ??? " Tanya wei chen kembali sambil menatap ke arah wajah Sansang.
" Ti..... ti.....dak , aku baik baik saja , mungkin karena kelamaan menunggu jadi begini " Jawab asal Sansang yang masih di ragukan oleh Wei chen.
Tapi tiba-tiba terdengar suara panggilan dari seseorang yang membuat keduanya menghentikan aktivitas nya.
" Kakak sepupu ........... Sansang " Panggil Yuanheng dengan nada santai nya.
" Kamu.................. "Kata Wei chen dan Sansang secara bersamaan sambil menampilkan wajah kesalnya.
" He...... he...... he...... maaaf aku tadi keasikan main , ayo berangkat sekarang " Kata Yuanheng sambil menampilkan tawa canggung nya.
Perjalanan berlanjut , Kini mereka akan menuju ke Kerajaan Api . Melewati sungai yang penuh dengan aliran lahar panas. Bahkan wilayah Kerajaan Api banyak di kelilingi oleh gunung Merapi. Karena sumber kekuatan suku api adalah Aura panas dari Alam .
Ada juga Hutan di Wilayah Suku api , Namun hutan tersebut nampak berbeda dari hutan pada umumnya. Hutan yang penuh dengan aura panas . Bahkan sekitar hutan tersebut di selimuti oleh kobaran api abadi . Tapi anehnya pepohonan yang tumbuh di dalam hutan tersebut sangat subur dan tidak ada satupun yang terbakar oleh Api yang mengelilingi hutan tersebut . Hutan itu bernama Hutan api Abadi yang berguna untuk pelatihan para pemuda pemudi keturunan suku Api serta merupakan tempat perburuan roh api yang akan menjadi salah satu rekan mereka yang memiliki kejeniusan tinggi.
Roh api terbagi menjadi lima roh yaitu;
* Roh api teratai merah,
*Roh api kristal putih,
__ADS_1
* Roh api ekor rubah,
* Roh api dewa maut,
* Roh api mawar hitam.
Dari kelima Roh api yang paling kuat adalah Roh api teratai merah dan Roh api kristal putih . Kelima roh api merupakan api abadi dari dunia lain yang merupakan tempat para dewa berada.
...***...
Malam pun tiba , Kini Yuanheng dan kedua rekannya telah sampai di perbatasan Antara Wilayah Suku air dan suku Api . Disana ada Sekelompok prajurit yang menjaga perbatasan dan membuat Yuanheng terkejut . Karena ia menemukan sesuatu yang mencurigakan pada setiap tingkah laku para prajurit yang sedang berjaga saat ini. Karena tatapan mereka sama sekali tidak bersahabat kepada Yuanheng dan kedua rekannya.
" Siapa kalian ???" Tanya salah satu prajurit di perbatasan dengan nada tinggi nya.
" Maaf paman , Kami hanya pengembara yang ingin singgah di Kota Kerajaan Api " Kata Yuanheng dengan nada lembut nya .
Karena ketiga nya sedang dalam penyamaran sebelum keluar dari Kota Kerajaan Suku air.
" Kalau begitu tunjukkan identitas asli kalian " Kata Prajurit penjaga perbatasan sambil menatap tajam ke arah ketiga nya.
" Ini paman " Kata Yuanheng sambil memberikan batu giok pemberian Master Tua bukit penentuan .
" ini........ , baiklah silahkan lanjutkan perjalanan kalian " Kata salah satu prajurit yang menjaga perbatasan dan langsung mempersilahkan masuk setelah melihat batu giok lambang dari keenam suku yang di perlihatkan oleh Yuanheng , yang merupakan lambang terhormat di Negeri Zianzu.
Namun salah satu dari prajurit itu tidak sengaja melihat benda yang sama dengan milik pembunuh sang jendral dari suku Api.
" Batu giok Naga ..............???? , Jangan jangan ........ " Guman lirih prajurit yang berhasil selamat dari serangan milik Yuanheng dan segera melaporkan nya kepada ketua prajurit.
Sansang dari perguruan es surgawi di Negeri Gouzue .
Lanjut ke.........
Eps 28 Kerajaan suku Api
Langit bergemuruh , petir mengglegar . Suasana mencekam di sebuah desa yang bernama Desa Mingmian . Salah satu desa yang sudah di kuasai oleh bangsa kegelapan.
Sedangkan Yuanheng dan kedua rekannya sudah tiba di pintu gerbang masuk Kota Kerajaan Suku Api . Namun tiba-tiba serangan dari seorang pemuda berjubah merah menghentikan langkah mereka .
" Siapa .......???" Tanya Sansang dengan nada waspada nya .
Namun hanya keheningan yang menjadi jawaban dari pertanyaan Sansang . Karena pendekar berjubah merah itu hanya terdiam dan menatap tajam ke arah ketiganya . Membuat kewaspadaan mereka semakin bertambah.
" Kakak sepupu , Sansang berhati-hati lah " Kata Yuanheng yang sudah merasakan Aura yang sangat mencurigakan di tubuh pendekar berjubah merah.
Dan Tidak lama kemudian serangan cepat pun datang ke arah Sansang .
" Sreeeet........ sreeeet....... sreeeet........" Suara tebasan pedang angin milik pendekar jubah merah .
Dengan gerakan cepat Sansang menghindari tebasan pedang angin milik pendekar jubah merah. Tidak berhenti di situ saja , Serangan masih berlanjut. Gerakan gerakan lincah dan cepat saling beradu . Keduanya kini menggunakan pedang nya masing-masing . Untuk saling menyerang satu sama lain. Membuat gerakan gerakan yang saling berlawanan. Tubuh keduanya sangat lentur dengan semua gerakan yang mereka lakukan.
" Sreeeet........ sreeeet........ sreeeet........ Ting....... ting........ ting ..... " Suara Tebasan dan dentingan pedang kedua nya .
Sedangkan Yuanheng dan Wei chen langsung masuk kedalam kabut ilusi melawan kedua kembaran dari pendekar jubah merah . Yang memiliki kekuatan sama hebatnya dengan tubuh aslinya.
" Brengsek......... dia sengaja membuat kita terpisah , jadi berhati-hatilah Kakak sepupu Sansang " Kata Yuanheng yang melalui telepatinya.
" Ya Adik sepupu ( Ya mesum) " Kata Wei chen dan Sansang secara bersamaan .
" Baiklah Tapi Sansang , apa kamu bisa mengganti nama panggilan ku??" Kata Yuanheng dengan nada yang sedikit canggung .
" Tidak " Jawab singkat Sansang yang membuat Wei chen semakin penasaran .
Karena dari mereka masih berada di kerajaan suku air , pandangan Sansang kepada Yuanheng seakan mau membunuh nya .
" Hah ........ Baiklah , tapi..... aku benar benar......" Kata Yuanheng tapi langsung di putus oleh Perkataan Sansang .
" Kalau kamu masih cerewet aku putuskan urat nadimu " Kata Sansang sambil memutus telepati nya .
" Aaah............ wanita marah seperti harimau betina " Kata Yuanheng sambil melayangkan serangan kepada Pendekar jubah merah .
Dan beberapa menit kemudian Yuanheng mengeluarkan kekuatan pamungkas nya .
__ADS_1
" Aungan Harimau hitam corak emas" Kata Yuanheng dengan nada tinggi nya dan membuat bayangan atau kembaran pendekar jubah merah menghilang .
Bersamaan dengan kejadian itu tubuh asli pendekar jubah merah langsung terbatuk darah setelah kekalahan kembarannya. Dan menjadi kesempatan bagi Sansang untuk menyerangnya .
" Tebasan pedang es surgawi " Kata Sansang sambil melakukan gerakan cepatnya .
" Sreeeet ....... sreeeet........ sreeeet....... " Suara tebasan pedang es milik Sansang.
Dan ...............
" Aaaaaahhhhkkkkk.......... " suara teriakkan pendekar jubah merah dan langsung menyerang balik Sansang .
Namun dengan cepat Sansang menghindari nya .
" Kalian harus mati............" Kata Pendekar jubah merah dengan nada yang mengandung tekanan hebat.
Tapi ketiganya tidak merasa tertekan , karena mereka sudah mengeluarkan kekuatan yang cukup untuk membuat tubuh nya kebal dengan kekuatan tekanan lawan.
Sedangkan dari kejauhan , nampak seseorang yang tersenyum puas dengan apa yang ia lihat .
" Mereka sangat layak menjadi sang penyelamat " Kata Seseorang yang nampak seperti pendekar wanita .
Dan langsung menghilangkan setelah ia selesai berkata .
Kembali ke pertarungan , Kini kembaran pendekar jubah merah langsung menjadi satu dengan tubuh aslinya setelah kekalahan kembaran lainnya .
" Kalian harus mati " Kata Pendekar jubah merah dengan kalimat yang sama.
Seketika Aura hitam muncul di sekitar pendekar jubah merah . Bahkan kedua mata berubah warna menjadi hitam pekat . Layaknya seorang iblis yang memiliki kekuatan terhebat di kalangan bangsa iblis.
Dan ..........
" Duuuuuuaaaarrrrr .............. " suara ledakan kekuatan pendekar jubah merah yang membuat aura hitam menyebar di sekitar Yuanheng dan kedua rekannya.
Namun dengan gerakan cepat Yuanheng langsung mengirimkan kekuatan pelindung kepada kedua rekannya. Karena kekuatan Wei chen dan Sansang tidak mampu untuk melawan Aura hitam milik pendekar jubah merah.
" Sangat hangat " guman lirih Wei chen dan Sansang yang sudah di lapisi oleh pelindung milik Yuanheng .
Dan tiba-tiba .........
" Sreeeet...... sreeeet...... sreeeet....." Suara Tebasan pedang milik pendekar jubah merah.
" Ting........ ting ...... ting........ " Suara pedang milik Wei chen yang menangkis serangan dari pendekar jubah merah sambil menampilkan gerakan cepat nya .
Karena pertarungan yang sebenarnya akan segera di mulai . Kekuatan terhebat dari pendekar jubah merah di keluarkan. Membuat Yuanheng semakin waspada . Dan langsung melesat pergi menolong Kakak sepupu yang sedang di persulit pendekar jubah merah.
" Kalian tetap di sini , biar aku saja yang melawan nya " Kata Yuanheng setelah menolong Wei chen dari serangan brutal pendekar jubah merah.
" Tapi ........... " Kata Wei chen yang kawatirnya akan keselamatan adik sepupu nya.
" Kakak sepupu tenang saja , aku akan kembali setelah mengalahkan nya " Kata Yuanheng dengan nada lembut nya.
Dan membuat Sansang melihat tatapan lembut dari kedua mata Yuanheng yang berbeda dari hari biasanya.
Pertarungan pun berlanjut . Pendekar jubah merah yang tadinya tersungkur , kini berdiri kembali dan langsung melesat pergi menyerang Yuanheng .
" Sreeeet...... sreeeet...... sreeeet " Suara Tebasan pedang milik Pendekar jubah merah.
Tapi dengan gerakan cepat nya , Yuanheng menghindari nya . Sambil kedua tangannya bergerak membuat sebuah formasi petir untuk menjebak lawannya . Dan tidak lama kemudian formasi pun terbentuk . Seketika muncullah beribu petir dari langit dan langsung menyambar pendekar jubah merah .
" jedaaaaar.......... jedaaaaar......... jedaaaaar........ " Suara petir menyambar ke arah tubuh sang pendekar
Namun pendekar jubah merah masih bisa bertahan setelah tersambar beribu petir dalam waktu lima menit dan mengakibatkan seluruh tubuh nya penuh dengan luka .
" Ha...... ha...... ha....... Kamu tidak akan bisa membunuhku bocah " Kata Pendekar jubah merah sambil menampilkan tawa mengejeknya.
Karena tubuh aslinya saat ini tidak memiliki jantung sebagai kelemahan nya . Dan keberadaan jantung sang pendekar masih belum di ketahui . Bahkan Yuanheng baru menyadari bahwa pendekar jubah merah memiliki jantung yang terpisah dari tubuh aslinya. Di karenakan pendekar jubah merah melatih ilmu bangsa kegelapan serta menganut sistem pelatihan iblis . Yang membuat jantung nya dapat terpisah dari tubuh aslinya. Tapi jantung nya juga menjadi salah satu kelemahan terbesar bagi dirinya sendiri.
Udah dulu ya lanjut besok , maaf Author jadi sangat jarang Update . Karena kerjaan Author yang menumpuk di dunia nyata . Maaaf ya ...... tapi akan Author usahakan untuk Update walaupun tidak setiap hari .
Dan selamat membaca , semoga tak mengecewakan para readers tersayang .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊😊 .
__ADS_1