Kembalinya Sang Pewaris Tahta

Kembalinya Sang Pewaris Tahta
Eps32 Hutan Ning lian


__ADS_3

Gerakan serangan kedua milik Yuanheng bergerak dengan sangat cepat . Membuat Jendral Zen mohan menghindari serangan tersebut , namun tidak berhasil . Karena salah satu kakinya terkena cambuk petir milik Yuanheng , yang membuat sekujur tubuhnya tersengat oleh aliran petir dan tidak mampu lagi untuk menggerakkan tubuhnya.


" Street........ street.......... " Suara serangan kedua milik Yuanheng yang langsung mengenai tubuh sang Jendral.


" Aaaaaakkkkhhhhh................ " Suara teriakan Jendral Zen mohan yang terkena kedua serangan sekaligus.


Membuat sang Jendral meregang nyawa dengan tubuh yang terkoyak oleh kedua kekuatan milik Yuanheng .


" Itulah akibat jika berani mengganggu ku " Kata Yuanheng dengan seulas senyum di wajah tampan nya .


Sama halnya dengan Wei chen Kakak sepupu nya ,yang saat ini mengeluarkan kekuatan Rubah peraknya yang bernama Shan guan yang kini dapat berubah menjadi manusia . Mengeluarkan pesona rubah nya serta menjadi seorang wanita cantik berekor rubah untuk menggoda Sang Jendral . Supaya melepaskan kewaspadaan nya , melalui hipnotis dari kedua mata cantiknya.


Kekuatan utama Rubah perak milik Wei chen adalah bisa berubah bentuk menjadi apapun yang di perintahkan oleh tuannya , wanita maupun pria .


Namun Jendral Si wenzi tidak mengetahui bahwa di balik keindahan dan kemolekan tubuh wanita itu dapat membuatnya kehilangan nyawanya. Karena setiap sentuhan ekornya dapat menyerap kekuatan Sang Jendral dan meninggalkan jejak racun di dalam tubuh sang Jendral.


Beberapa detik kemudian ...............


" Aaaaakkkkkkhhh.........." Suara teriakan Jendral Si wenzi dengan tubuh yang penuh dengan luka bakar , akibat racun dari ekor rubah Shan guan.


Dan akhirnya Sang Jendral meregang nyawa dengan tubuh yang melepuh dan berbau tidak sedap .


Setelah mengalahkan ketiga jendral kerajaan Suku Api , ketiganya bergegas pergi untuk meneruskan perjalanannya , menuju ke Kerajaan suku petir . Dan menghindari masalah yang akan datang setelah mereka membunuh ketiga jendral Kerajaan Suku Api . Karena Yuanheng sudah merasakan pergerakan yang akan menuju ke hutan tempatnya berada saat ini.


...***...


Dua jam sudah berlalu , kini rombongan Kaisar Xiao lian tiba di tempat pertarungan . Dengan tatapan tajam nya , Kaisar Xiao lian marah besar ketika melihat ketiga jendral nya mati dengan keadaan yang mengenaskan .


" Siapa mereka ???, beraninya membunuh ketiga jendral ku " Kata Kaisar Xiao lian dengan tekanan membunuh nya .


Membuat para prajurit yang mengikutinya merasa tertekan oleh aura yang dikeluarkannya.


" Periksa seluruh hutan ini , temukan mereka dan kirim surat perintah kepada kelompok pembunuh bayaran untuk memburu mereka bertiga yang telah berani membunuh jendral kerajaan Suku Apiku " Kata Kaisar Xiao lian dengan nada marahnya dan membuat semua prajurit menunduk hormat mendengarkan perintahnya .


Dan tidak lupa memberikan gambar wajah ketiganya untuk mempermudah para pembunuh bayaran, mencari keberadaan Yuanheng dan kedua rekannya . ( Gambar di dapat dari para penjaga yang pernah melihat Yuanheng dan kedua rekannya).

__ADS_1


" Baik Yang mulia Kaisar " Kata para prajurit yang kini sudah terbagi menjadi dua kelompok .


Kelompok pertama pergi ke Kota bayangan atau bisa dikatakan tempat tinggal bagi para pembunuh bayaran dan Kelompok kedua mencari keberadaan Yuanheng serta kedua temannya di dalam hutan .


Sedangkan Yuanheng dan kedua rekannya kini melesat pergi melewati banyak pepohonan yang ada di dalam hutan tersebut . Dan tidak lupa Mereka juga meninggalkan jejak palsu di jalan yang berlawanan dengan jalan yang mereka lewati saat ini. Untuk mengecoh lawan yang kini sedang mencarinya . Sama halnya dengan rencana yang biasa di lakukan oleh ibundanya .


" Maaaf .......... , apakah kamu marah dengan panggilan ku tadi ??" Tanya Yuanheng yang memecahkan keheningan di antara keduanya.


Karena nama itu secara tidak sengaja terucap di mulut Yuanheng.


" aku .... aku ...... tidak marah , panggilanmu...... untuk ku sangat indah untuk aku dengar " Kata Sansang dengan wajah merahnya .


Karena perasaan malu yang tiba-tiba muncul di benaknya.


" Baiklah , mulai sekarang nama itu adalah nama panggilanku untuk mu " Kata Yuanheng yang sebenarnya merasa familiar dengan tingkat laku Sansang .


" Ya ....... " Jawab singkat Sansang , kemudian melesat pergi menjauhi Yuanheng dan mendekati Wei chen yang sudah berada di depan mereka .


...***...


" Kakak sepupu , San er , tidurlah aku akan berjaga malam ini" Kata Yuanheng dengan nada lembut nya .


" Kamu ........ bagaimana ???, pertarungan tadi pagi Sangatlah melelahkan , biar kakak sepupu saja yang berjaga , kamu tidurlah " Kata Wei chen dengan tatapan penuh kehangatan antara kedua saudara .


" Sudahlah Kak , istirahatlah . Aku baik baik saja"Kata Yuanheng dengan senyum manisnya .


" Baiklah , kalau ada apa-apa bangunkan kami " Kata Wei chen yang tidak berdaya , Karena ia juga merasa lelah dengan pertarungannya tadi.


Sedangkan Sansang diam diam melihat punggung Yuanheng yang kini sedang membuat Api unggun untuk menghangatkan tubuh ketiganya .


" Kenapa aku merasa seperti sudah lama mengenal nya ?? , punggung itu seperti punggung seseorang yang aku kenal " Guman lirih Sansang dengan mata yang mulai menutup rapat , karena rasa lelah di tubuh nya .


Malam semakin larut , kini Yuanheng bersikap lotus , menuju ke ruang dimensinya untuk melakukan latihan bersama dengan naga merah serta harimau hitam corak emas dan tidak lupa ia juga menggunakan formasi pelindung di sekitar gua tempat nya beristirahat , untuk berjaga-jaga pabila ada serangan dari hewan spiritual yang menemukan persembunyian nya .


...***...

__ADS_1


Malam berganti pagi , Mentari menerobos celah celah ranting pepohonan , Memasuki pintu gua yang tersembunyi. Membangunkan kedua wanita cantik yang kini sudah mulai beranjak dari tempatnya. Mencari keberadaan seseorang yang tidak mereka lihat saat membuka kedua matanya . Siapa lagi kalau bukan Yuanheng yang mereka cari .


" Dimana Adikku yang bandel ini pergiii??? " gerutu Wei chen dengan nada khawatir nya .


" Tenanglah Wei , mungkin Yuan lagi berburu atau mungkin pula dia mandi , kita tunggu aja di sini dulu , kalau dia belum kembali juga kita cari " Kata Sansang yang sebenarnya juga menghawatirkan Yuanheng .


Dan tidak lama kemudian ..............


" Ah............ akhirnya dapat tiga ekor ikan buat sarapan " Kata Yuanheng dengan langkah kaki menuju ke pintu gua dan di sambut dengan tatapan tajam sang Kakak .


" Adik....................... " panggil Wei chen dengan nada tinggi.


" Eeh......... kakak sepupu sudah bangun ya , kenapa marah kak ??, apa kakak sepupu baru saja bermimpi seram ??" Tanya Yuanheng dengan senyum canggung nya .


" Gak ....... , Kenapa kamu gak ajak-ajak , kalau mau ke sungai ??? " Tanya Wei chen yang seketika berubah saat melihat ikan besar di tangan Yuanheng .


" Maaaf kakak sepupu , aku takut mau bangunin , soalnya kalian berdua kelihatan capek " Kata Yuanheng sambil menyiapkan api unggun untuk membakar ikan .


" Sambil menunggu ikannya matang , Kakak sepupu dan San er mandi di sungai yang berada di depan sana , tapi jangan mengeluarkan aura sedikit pun " Kata Yuanheng lagi dengan nada memperingati di sela santai nya .


" Kenapa ???" Tanya Sansang dengan nada lembut nya dan di angguki oleh Wei chen yang juga penasaran .


" Karena di dekat sungai ada sarang hewan spiritual , yang menurutku sangat sensitif terhadap Aura , karena melindungi sesuatu di balik tubuh nya " Kata Yuanheng dengan nada santai nya .


" Baiklah , kami mengerti " Kata Keduanya secara bersamaan dan beranjak pergi meninggalkan Yuanheng .


" berhati hati lah " Kata Yuanheng sambil membolak-balik ikan nya.


Sudah dulu ya ...... ,maaf Update nya masih belum bisa tiap hari , karena kesibukan Author yang tidak bisa di tinggal .


Dan selamat membaca semoga tidak mengecewakan para pembaca .


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian jika berkenan .


Like comen dan Vote nya , Sebelum nya Terimakasih telah membaca.

__ADS_1


__ADS_2