
Salama dua hari dua malam Yuanheng membantu memulihkan kondisi tubuh Sansang. Namun belum ada tanda-tanda Sansang akan tersadar dari pingsan nya. Membuat hati Yuanheng semakin khawatir akan kondisinya saat ini. Apalagi mereka harus secepatnya untuk menyelesaikan misinya untuk menemukan Menara bintang di kerajaan suku es. Karena kejahatan bangsa kegelapan sudah merajalela . Bahkan seperempat dari Negeri Tianhae dan Negeri Zianzu sudah di kuasai sepenuhnya oleh bangsa kegelapan
" San er , cepatlah bangun , sudah dua hari kamu tertidur aku..... aku....... merindukan tatapan lembut mu " Kata Yuanheng sambil mencium lembut punggung tangan Sansang .
Sedangkan Sansang masih berada di alam mimpinya . Memimpikan suatu kejadian yang sangat familiar baginya. Memperlihatkan satu keluarga yang saling berdebat dan saling memanasi . Untuk menyudutkan seorang perempuan yang terduduk di lantai dengan kepala tertunduk . Membuat sekelompok orang dengan maksud tertentu tersenyum tipis akan rencana yang sudah mereka rangkai sedemikian rupa untuk menjebak nya.
" Aku yang berhak akan nasipnya , karena ibunya sudah mati " Kata seorang wanita yang berkuasa di kediaman tersebut.
" Dia tidak akan pernah pergi ke istana langit sebelum dia memberikan warisannya kepadaku" kata wanita itu lagi .
" Warisan apa yang ibu selir katakan , aku tidak mempunyainya , hanya kalung ini yang ibunda ratu tinggalkan kepada ku" Kata seorang wanita muda yang terduduk lemas di lantai dengan kedua pelayan di samping nya.
" Bohong , keturunan murni dari sang Ratu pasti memiliki warisan bintang dari para leluhur yang akan di berikan kepada mu , mana mungkin kamu tidak memiliki nya " Kata seorang wanita yang di panggil ibu selir dengan nada marahnya.
" Benar , kamu pasti menyembunyikan nya , agar ibuku tidak bisa menjadi ratu di Kerajaan ini kan " Sahut putri dari ibu selir.
" Saya tidak berbohong ibunda selir , dengan tubuh lemah seperti ini , apa aku pantas menerima warisan itu?? " Ucap lemah wanita muda sambil meneteskan air mata nya.
" Cukup ........!!! kalian berhenti memojokkan nya , masalah ini cukup sampai di sini saja , kamu.... kembalikan ke kediamannya mu " Kata seorang Laki-laki dengan nada tinggi nya .
" Ba........ik ayahanda " Kata Wanita muda sambil berusaha berdiri dan di bantu oleh kedua pelayan nya.
" Dan bersiaplah , Yang mulia Kaisar langit akan datang mengunjungi kediaman mu " Kata Laki-laki itu lagi dan hanya di angguki oleh wanita muda itu sambil melangkah pergi meninggalkan ruang keluarga.
Sansang yang kini menjadi penonton hanya kebingungan saat melihat kejadian yang sangat familiar baginya , seperti pernah terjadi dalam kehidupan nya . Namun ia tidak mengetahui dimana tempat kejadian tersebut.
Belum sempat berkata , dia langsung berpindah tempat di sebuah kerajaan besar dan pandangan nya langsung menuju ke tempat pemuda yang saat ini sedang di adili oleh keluarganya sendiri . Ntah apa yang terjadi saat ini . Namun kejadian itu membuat hatinya sangat sakit di saat sebuah pedang menusuk ke arah pemuda itu. Kemudian seorang Wanita melindungi nya. Sehingga pedangnya langsung menusuk ke jantung wanita itu , membuat Sansang terduduk lemas tak berdaya.
__ADS_1
" Tidak ............. Uuuuukh......" Kata Sansang yang tiba-tiba terbangun dari pingsan nya dan membuat Yuanheng mendekati nya.
" Apa apa San er ??" Tanya Yuanheng dengan nada khawatir nya .
" Tidak ada apa apa Yuanheng , hanya mimpi buruk saja kok" Kata Sansang dengan senyuman manis di wajah nya .
" Baiklah , kamu minumlah ini biar kekuatanmu pulih sepenuh " Kata Yuanheng sambil membantu Sansang bangun dari tempat ia tertidur.
" terimakasih Yuanheng, kamu telah menjagaku selama beberapa hari ini " Kata Sansang dan hanya di balas dengan senyuman manis di wajah tampan Yuanheng .
Sedangkan Wei chen kini masih berlatih di luar rumah tua untuk meningkatkan kekuatan nya sambil menunggu Sansang tersadar dari pingsan nya.
...***...
Dua hari sudah berlalu. Ketiganya terlihat segar setelah lama beristirahat. Kini mereka melanjutkan perjalanannya menuju ke Kerajaan suku Petir . Melompat antar pohon ke pohon lainnya. Mempercepat langkahnya . Karena sekelompok orang telah mengikuti langkahnya. Dan tak tau mereka itu musuh atau kawan . Yang terpenting saat ini adalah untuk menghindari pertarungan dan mempercepat perjalanan menuju di kerajaan suku Petir .
" Ya kita singgah sebentar , sapa tahu di sana kita mendapatkan informasi " Sambung Wei chen yang masih melompat antar dahan pohon ke dahan pohon lainnya.
" Baiklah , tapi jangan sampai melepaskan kewaspadaan kalian , karena aku merasakan aura dari bangsa kegelapan " Kata Yuanheng memperingati kedua rekannya .
" Siap Bos " Kata Sansang dan Wei chen secara bersamaan sambil menampilkan senyum manis mereka.
" Aaaaah......... kalian ini " Kata Yuanheng yang sebenarnya bahagia melihat kedua rekannya terseyum kembali.
Satu jam kemudian , Ketiganya sampai di gerbang masuk desa. Suasana di sana sangatlah ramai. Ada banyak para penduduk yang beraktivitas. Membuat Ketiga nya sedikit merasa kenyamanan dengan keadaan yang ada di desa tersebut.
Namun tiba-tiba Yuanheng merasakan sesuatu yang membuat nya tidak nyaman. Ia merasakan sebuah tatapan tajam dari sepasang mata yang berada di kejauhan . Mengawasi setiap gerak-gerik nya . Membuat Yuanheng membuka mata langit untuk mencari tahu , siapa yang telah mengawasi nya saat ini .
__ADS_1
" Ooooh , para pembunuh bayaran ya , cepat juga mereka sampai " Guman lirih Yuanheng yang masih terdengar oleh kedua rekannya.
" Siapa Mereka Adik sepupu ???" Tanya Wei chen dengan sikap santai nya .
"Mereka adalah pembunuh bayaran " jawab Yuanheng yang kini mengikuti langkah kedua rekannya.
Setelah lama mencari tempat untuk mengisi perut , akhirnya mereka menemukan sebuah tempat makan. Kini ketiga berhenti untuk mengisi perut mereka .
Dan setengah jam kemudian Ketiganya sudah menyelesaikan aktivitas makan dan langsung beranjak pergi meneruskan perjalanannya . Tidak lupa Yuanheng meninggalkan dua koin emas di atas meja makan sebagai bayaran untuk makanan nya.
" Adik sepupu , apa kita langsung meninggalkan desa kecil ini ??" Tanya Wei chen kepada adik sepupu nya .
" Ya kakak sepupu , kita langsung melanjutkan perjalanan agar kita cepat sampai di kerajaan suku petir " Jawab Yuanheng sambil menampilkan sikap santainya.
Dan tiba tiba suasana yang ramai kini menjadi sepi. Cuaca yang tadinya cerah lambat laun menjadi gelap . Seketika membuat Yuanheng menampilkan senyuman tipisnya . Seakan akan sudah tahu apa yang terjadi saat ini.
" Akhirnya muncul juga yang di tunggu tunggu " Kata Yuanheng dengan nada lembut nya .
Sedangkan Sansang Dan Wei chen kini masih menampilkan sikap santainya sambil mengawasi area sekeliling nya , yang kini penuh dengan aura hitam . Ciri khas dari bangsa kegelapan.
" Sangat waspada , kalian bisa langsung mengetahui nya " Kata seseorang di dalam kegelapan dan hanya di jawab dengan senyuman manis di wajah tampan milik Yuanheng.
" Tapi kali ini kalian akan mati " Katanya lagi sambil mempertebal kabut hitam bercampur racun dan membuat Yuanheng mengaktifkan formasi pelindung nya .
Udah dulu ya dan di lanjutkan besok .
Selamat membaca para Readers tersayang semoga tidak mengecewakan .
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like , comen dan Votenya