
Hari demi hari di lalui dengan suasana yang menyenangkan. Kini Kaisar Yuanheng sudah bersiap untuk memulai berperang. Begitu pula sebaliknya para pemberontak juga sudah sampai ke perbatasan. Mereka sudah siap dengan para hewan beracun yang akan melakukan serangan terlebih dahulu.
" Serang........ " Kata Seseorang yang memakai jubah hitam dengan kedua mata tertutup oleh sebuah topeng dengan ekspresi wajah senangnya , disaat melihat para hewan peliharaan nya akan makan besar dengan darah para penduduk kota kerajaan Suku langit.
Namun mereka tidak menyadari bahwa adanya kabut penawar yang sudah berbaur dengan hembusan angin yang mereka hirup. Dan memiliki efek mematikan bagi para hewan beracun di tingkat ke satu hingga di tingkat tiga. Itupun juga melalui proses lambat tanpa di sadari oleh pemilik nya.
" Nikmati secara perlahan penawaran racun baru buatanku wahai para binatang jahat" Kata Ratu Li Chen Chen yang saat ini bersembunyi di dalam bayang bayang.
Membuat seseorang waspada akan kemunculan nya , walaupun hanya sebentar.
" Siapa...........????" Kata salah satu pemberontak yang menyadari kehadiran Ratu Li Chen Chen.
Tapi tidak ada jawaban dan perasaan yang ia rasakan hilang di saat Sang Ratu menghilangkan.
Dan di saat bersamaan di Kota kerajaan Suku langit juga di serang . Mereka juga sudah melakukan persiapan. Para penduduk kota kerajaan Suku es sudah di pindahkan . Kini peperangan terjadi , dengan di pimpin oleh Ratu Sansang , mereka melawan para pemberontak.
Sedangkan di pihak lawan di pimpin oleh Putri Xiasang dan Jenderal topeng baja .
" Serang dan bunuh semuanya, jangan sampai sisakan satu pun " Kata putri Xiasang yang memperlihatkan sikap kejamnya.
Peperangan berlanjut hingga berjam-jam. Para prajurit dengan semangat nya menyerang para pemberontak. Begitu pula dengan para jendral yang dengan berani memimpin peperangan. Menyerang setiap pemberontak yang muncul di hadapannya. Bahkan para jenderal kerajaan Suku es dengan mudahnya membunuh para hewan beracun. Karena mereka semakin lemah akibat penawaran racun yang sudah menyatu dengan hembusan angin di sekitar nya.
Sementara Ratu Sansang langsung di hadang oleh Putri Xiasang yang memiliki dendam mendalam terhadap nya . Dengan ekspresi wajah sombong nya Putri Xiasang menyerang Ratu Sansang. Gerakan nya tak kalah cepat dengan Ratu kerajaan Suku es. Karena kekuatan nya saat ini hampir menyamai kekuatan Ratu Sansang .
Putri Xiasang sendiri juga tidak mengetahui kekuatan Ratu Sansang yang sebenarnya dan hanya mengetahui bahwa kekuatan Ratu Sansang ada di bawahnya.
" Inilah akhir dari kehidupanmu dan rasakan serangan ku ini ....." kata Putri Xiasang dengan serangan yang mematikan.
Namun dengan cepat di hindari oleh Ratu Sansang serta melayangkan serangan selanjutnya .
__ADS_1
" Kelopak bunga teratai salju " Kata Ratu Sansang dengan gerakan anggunnya di sertai oleh banyak nya kelopak bunga teratai yang muncul dan terbentuk runcing di setiap sudut nya.
Kemudian bergerak cepat menuju ke tempat dimana Putri Xiasang berada.
" Sreeet..........." Suara beribu kelopak bunga teratai salju .
Sementara Putri Xiasang dengan cepat menghindari nya dan di saat terakhir ia membuat pelindung racun di sekitar nya.
Dan .......
" Duaaaar.........." Suara ledakan akhirnya terjadi.
Karena kedua kekuatan saling berbenturan , membuat Ratu Sansang mengeluarkan ekspresi wajah dingin nya .
" Berjuanglah untuk bertahan hidup Xiasang" Kata Ratu Sansang di saat melakukan gerakan untuk mengeluarkan kekuatan keduanya.
Begitu pula sebaliknya , Putri Xiasang mengeluarkan kekuatan nya untuk menghadang Serangan dari Ratu Sansang.
" Rasakan racun ku ini j*l*ng br*ngs*k " Kata Putri Xiasang yang tidak mengetahui bahwa udara di sekitar nya adalah penawaran racun racunnya.
Hingga satu jam berlalu , pertarungan keduanya di menangkan oleh Ratu Sansang dengan kekuatan penuhnya , membuat sisa dari para pemberontak menyerah . Bahkan para hewan beracun yang tersisa lambat laun menghilangkan akibat dari terlalu banyak menghisap penawaran racun yang berbaur dengan udara di sekitarnya.
" Akhirnya , kota kerajaan ku akan kembali tentram "Kata Ratu Sansang yang melihat hasil kerja keras nya.
Dan hal sama telah terjadi di Kota Kerajaan Suku Langit yang membuat Kultivator Klan racun yang bernama Gu wenzi terpojok , Karena kalah dengan kekuatan racun milik Ratu Li Chen Chen.
" Ha ....... ha......... ha........ aku merasa terhormat dengan kekalahanku saat ini melawan Sang Kaisar dari Negeri Racun " Kata Gu wenzi yang melakukan gerakan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Membuat Ratu Li Chen Chen penasaran dengan apa yang menjadi kata terakhir Nya.
__ADS_1
...****...
Satu tahun sudah berlalu , Kini pernikahan antara kedua kerajaan telah di adakan. Pernikahan Kaisar Yuanheng dan Ratu Sansang. Kebahagiaan menyelimuti seluruh Para penduduk kota di kedua Negeri. Mereka ikut merasakan kebahagiaan kedua insan yang akan bersatu dalam ikatan pernikahan. Selain itu kedamaian mulai menghiasi Negeri Zianzu. Kemiskinan dan perbudakan lambat laun menghilangkan dari Negeri Zianzu.
Kini Negeri Zianzu semakin ramai dengan perdagangan nya . Para pedagang dari luar Negeri Zianzu berkumpul untuk menjajakan dagangannya.
Hingga dua tahun berlalu , Negeri Zianzu menjadi terkenal dengan sebutan Negeri termakmur kedua di Benua Douhe. Bahkan dalam bidang ekonominya terbaik di seluruh benua.
Karena bahan bahan langkah tersedia di Negeri Zianzu dan sebagai pemasok adalah Pasar Hantu dari Negeri Tianhae.
Sementara para mata mata di sekitar Negeri Tianhae menghilangkan setelah salah satu dari mereka tertangkap oleh pengawal bayangan milik Kaisar Fu heng. Dan hingga kini mereka tidak muncul kembali . Entah apa yang mereka rencanakan . Hanya kewaspadaan yang di lakukan oleh Kedua orang tua Chanyu heng.
Sedangkan Kaisar Yuanheng dan Ratu Sansang saat ini berkunjung ke istana kerajaan Atas angin. Mereka terlihat bahagia dengan pertemuan tersebut.
" San er , apakah kamu belum mendapatkan kabar akan hadirnya kehidupan baru di dalam perut mu ??" Tanya Ratu Li Chen Chen yang berharap memiliki cucu dari menantu Perempuan nya.
" Belum , Ibunda " Kata Ratu Sansang dengan nada lembut nya .
" Baiklah , putra ku memang tidak bisa di andalkan " Kata Ratu Li Chen Chen yang membuat semua orang tertawa bahagia.
Dan untuk Kaisar Yuanheng tersipu malu akan perkataan Ibunda nya.
" Ibunda....... Yuan er akan lebih berusaha lagi" Kata Kaisar Yuanheng yang menambah Suasana menjadi lebih hangat.
Walaupun keduanya belum juga di karuniai seorang anak selama dua tahun pernikahan nya.
Dan untuk Chanyu heng sudah berusia tujuh tahun . Ia semakin hebat dengan gerakan beladiri nya. Kerena memiliki ketiga guru yang mengajar nya.
" Kakanda , ayahanda , ibunda , setelah waktu nya tiba , aku akan menemui kalian" Kata Chanyu heng yang semakin bersemangat setelah memiliki suatu keinginan di dalam benaknya.
__ADS_1
...TAMAT...
Nantikan Season ke tiga dan terimakasih atas dukungan dari para readers setia .