
Hari semakin siang , kini Yuanheng sudah berada di depan gerbang masuk sebuah menara yang terbuat dari es kristal. Disana juga terlihat formasi pelindung yang menutupi daerah Menara bintang . Namun anehnya Yuanheng di izinkan untuk memasuki daerah tersebut , membuat Yuanheng bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya dan tidak menyadari bahwa tubuh Sansang sedikit bereaksi terhadap keberadaan Menara bintang tersebut.
" Aneh , pelindung di menara bintang tidak bereaksi di saat aku memasukinya" Kata hati Yuanheng sambil terus melangkah dan memperhatikan sekitar nya
Hingga langkah nya mendekati pintu masuk di Menara bintang yang nampak indah melebihi istana kerajaan nya .
" Sebenernya tempat seperti apa Menara bintang ini , Aura nya begitu kuat " Guman lirih Yuanheng dengan ekspresi wajah yang menunjukkan Kewaspadaan nya.
" Di kehidupan pertamaku , aku tidak pernah merasakan Aura yang seperti ini " Kata Yuanheng lagi dan ia mencoba membuka pintu yang kini ada dihadapannya .
" Menara yang sangat indah " Gumam nya lagi sambil menyentuh gagang pintu Menara bintang .
Namun tiba-tiba pintu otomatis terbuka di saat kedua tangan Yuanheng menyentuh nya.
Seketika membuat Yuanheng takjub dengan apa yang ada di hadapan nya. Begitu banyak buku ditata rapi di lantai satu . Bahkan masih ada lantai kedua hingga lantai kesembilan yang belum ia ketahui apa yang ada di dalamnya.
Namun tatapan Yuanheng jatuh ke sebuah Lukisan seorang wanita muda yang nampak familiar di ingatan nya.
" Lukisan ini.............. " Guman lirih Yuanheng dengan nada yang bergetar .
Melihat lukisan yang sangat ia kenal di kehidupan pertamanya . Seorang wanita muda yang sangat cantik dengan sifat kelembutan yang terlihat di mimik wajahnya.
Seketika membuat Yuanheng meneteskan air matanya dan langsung menjatuhkan kedua lutut nya di lantai yang dingin .Dan ternyata lukisan wanita itu adalah Lukisan Putri mahkota Sanwai , wanita yang sangat ia cintai di kehidupan pertamanya. Membuat kepedihannya muncul kembali di hatinya. Karena tidak keberdayaannya untuk melindungi seseorang yang penting di hatinya.
" Maaf ....... , maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu " Kata Yuanheng di tengah tangisannya.
__ADS_1
" Bahkan kekuasaan ku tidak mampu untuk melindungi mu ..... , maafkan aku San er , maafkan aku.... " Kata Yuanheng lagi yang semakin terlarut dalam kesedihan .
Namun tiba-tiba sebuah cahaya muncul di tangga menuju ke lantai kedua dan membuat Yuanheng menghentikan aktivitas nya. Mengikuti kemana cahaya itu pergi .
Setelah beberapa menit Yuanheng mengikuti cahaya tersebut , Kini ia sampai di lantai kedua dan di kejutkan oleh sebuah ruangan yang penuh dengan aura khas dari Suku es yang terpilih. Dan orang yang sudah di takdirkan bisa menjadi Ratu tertinggi di kerajaan suku es.
" Wahai anak muda , Serahkan calon pewarisku dan segera letakkan di peti es abadi sebelum waktu baik terlewatkan " Kata Suara yang tiba-tiba terdengar di saat memasuki lantai kedua Menara bintang.
" Siapa yang leluhur maksud ??" Tanya Yuanheng yang menunjukkan kesopanan nya .
Karena Auranya melebihi aura miliknya.
" Wanita muda yang kamu bawa " kata orang misterius dengan nada yang meninggi.
Dan membuat Yuanheng menutup kedua telinganya. Seakan-akan bisa membuat gendang telinga nya meledak.
Tapi tidak bermaksud jahat kepada Tuannya.
" Baiklah , aku akan mengeluarkan nya " Kata Yuanheng sambil mengeluarkan Sansang dari dalam ruang dimensi nya .
Setelah satu detik kemudian , tubuh Sansang sudah berada di pelukan hangat Yuanheng .
" Tubuh mu semakin dingin San er " Guman lirih Yuanheng sambil melangkah mendekati peti es abadi .
" Terimakasih anak muda , aku akan memberikan sesuatu yang kamu cari selama ini dan aku juga memberimu kesempatan kedua , Segeralah temukan Api yang cocok untuk Calon penerus Menara bintang yang akan menjadi masa depanmu "Kata Suara Seseorang yang kini mulai menampilkan wujud nya .
__ADS_1
" Terimakasih Leluhur , tolong jaga kekasihku , aku akan segera menyelesaikan tugas ku dan segera mencari api abadi untuk San er" Kata Yuanheng dengan ketekatan yang kuat.
" Bagus , tidak salah aku memilih mu , Negeri Zianzu ini akan aman di tangan mu kelak " Kata Leluhur menara bintang dengan menampilkan senyum tipis nya .
Setelah mendengar penjelasan Leluhur menara bintang , Yuanheng dengan langkah cepat menuju ke lantai tiga untuk mencari sebuah pusaka yang dikhususkan untuk nya.
Setelah tiga puluh menit menaiki tangga , Akhirnya Yuanheng sampai di depan pintu ruang pusaka milik menara bintang dan kedua tangannya menyentuh gagang pintu. Tapi pintu tersebut sudah terbuka dengan sendirinya.
" Ini.............. " Kata Yuanheng saat melangkah ke dalam ruangan di lantai ketiga dan melihat banyak pusaka yang berada di dalam segel darah.
" Bagaimana aku memilih nya?? " Kata Yuanheng lagi dengan langkah santai nya dan melihat ke setiap benda pusaka .
" Fokuslah , pusaka yang di takdirkan dengan mu pasti akan mendekat " Kata Fei feng yang memberi arahan untuk Yuanheng.
Seketika kedua mata Yuanheng terpejam dan ia mengeluarkan Aura Naga merah nya .
" Menyebar ...." Kata Yuanheng dengan nada tegas nya .
Dan langsung membuat seluruh pusaka bergetar hebat akan aura naga merah yang mulai menyebar .
Namun tidak di sangka pedang pemberian Ayahanda nya keluar dengan sendirinya dari ruang dimensi milik Yuanheng dan mewakili nya untuk memilih pusaka di ruang tersebut . Membuat Fei feng sangat terkejut , karena sebelumnya pedang milik Yuanheng tidak dapat bereaksi sama sekali dengan kekuatan nya.
Dan tiba-tiba retakan muncul di pedang pemberian Ayahanda nya . Lama kelamaan menjadi bertambah lebar , Sehingga hampir memenuhi seluruh bagian pedang . Membuat Fei feng menunggu apa yang selanjutnya terjadi .
Udah dulu ya lanjut besok , maaf dalam beberapa hari ini Author sakit , jadi gak bisa Update di hari Jumat dan Sabtu .
__ADS_1
Maaf ya , hari ini Author baru baikan dan Selamat membaca semoga tidak mengecewakan para readers tersayang .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like comen dan Votenya ya 😊😊😊😊.