Kembalinya Sang Pewaris Tahta

Kembalinya Sang Pewaris Tahta
Eps76


__ADS_3

Perjalanan kembali Yuanheng lakukan . Saat ini ia menggunakan kekuatan teleportasinya untuk menuju ke daerah hutan dingin yang menjadi tempat letak menara bintang . Namun sangat di sayangkan , kekuatan teleportasinya tidak bisa memasuki daerah Menara bintang yang memiliki lapisan pelindung misterius yang ada di sekitar nya .


Kini Yuanheng hanya bisa memasuki bagian dalam hutan dingin yang letaknya tidak jauh dari tempat menara bintang berada . Dan sesampai di sana ia langsung di sambut oleh pemandangan yang mengejutkan. Karena banyak nya para prajurit Suku langit yang berkumpul di kawasan Hutan dingin , membuat Yuanheng menampilkan wajah penasaran nya .


" Aneh........!!! Apa yang sebenarnya mereka lakukan di sekitar sana??? , apakah mereka telah menyadari sesuatu ???, sepertinya aku harus berhati-hati dengan mereka, karena belum waktunya aku berurusan dengan orang orang dari Suku Langit " Guman lirih Yuanheng yang sudah berada di balik semak-semak tidak jauh dari tempat keberadaan para prajurit Suku langit sambil mengeluarkan tatapan tajamnya .


Karena rasa penasarannya akan aktifitas yang dilakukan oleh para prajurit Suku langit .


" Apa yang sebenarnya terjadi disaat aku pergi ??" Guman lirih Yuanheng lagi sambil memperhatikan sekelilingnya .


Namun tanpa ia sadari seseorang mendekati nya dan langsung mengarahkan pedangnya ke leher mulus milik Yuanheng, yang membuat nya mengeluarkan wajah terkejutnya di saat persembunyian di ketahui oleh orang tersebut.


" Siapa Kau ??, kenapa kau mengawasi kami ??" Tanya Seseorang yang berada di belakang Yuanheng sambil mendekatkan lagi pedangnya ke leher mulus milik Yuanheng.


Seketika membuat tubuh Yuanheng menegang , karena pedang milik orang tersebut hampir menyentuh kulit mulus lehernya.


" Maaf paman , aku hanya orang lewat saja , aku ....... aku ....... terkejut di saat melihat banyaknya prajurit yang ada di sana , membuat ku takut dan langsung bersembunyi di sini " Kata Yuanheng sambil membalikkan tubuhnya dan bertatapan langsung dengan orang yang saat ini ingin memenggal kepalanya.


" Jangan bohong , di area dalam hutan dingin sangat misterius dan hanya orang tertentu yang dapat memasuki nya dengan bebas , siapa kau sebenarnya ??"Tanya orang tersebut yang ternyata seorang Jendral dari Kerajaan Suku langit yang memimpin para prajurit untuk menyelidiki sesuatu.


" Aku tidak berbohong paman , aku di sini hanya ingin berlatih dan mencari beberapa bahan obat " Kata Yuanheng yang berusaha membuat Sang Jendral percaya kepadanya dan menghilangkan kecurigaan nya .


" Masih berbohong, akan aku penggal kepala mu " Bentak Jendral Gu kian yang kini mengeluarkan kekuatan tatapan mata emas nya .


Membuat Yuanheng semakin waspada dan segera melindungi tubuhnya dengan pelindung bara api hijaunya yang tidak bisa di deteksi oleh mata emas milik Jendral Gu kian.

__ADS_1


" Aneh ... , apa ini hanya perasaanku saja , kalau pemuda ini bermasalah " Guman lirih Jendral Gu kian yang masih bisa di dengar oleh pendengaran Yuanheng .


Hingga akhirnya sang jenderal membiarkan Yuanheng pergi . Karena tidak adanya keanehan pada diri Yuanheng .


" Baiklah , kamu pergilah jangan mengganggu penyelidikan kami di sekitar sini " Kata Jendral Gu kian sambil menarik kembali pedang .


Seketika membuat Yuanheng menampilkan wajah leganya dan berlalu pergii meninggalkan Jendral Gu kian yang saat ini masih memperhatikan kepergian nya .


" Aaaaah ....... akhirnya bisa pergi juga " Kata Yuanheng dengan nada pelannya sambil mempercepat langkah kakinya meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke Menara bintang yang keberadaannya tidak jauh dari tempat nya berada saat ini.


Sedangkan Jendral Gu kian dan para prajurit nya masih menyelidiki sebuah tempat yang menjadi tempat istirahat terakhir Yuanheng di waktu ia bersama dengan pengawal bayangan milik ibunda nya . Siapa lagi kalau bukan Guwen sang Jendral Maut .


...***...


Satu jam sudah berlalu , kini Yuanheng sudah memasuki kawasan menara bintang tanpa adanya kesulitan yang ia hadapi. Ia saat ini mulai memasuki lantai satu Menara bintang. Namun tanpa ia sadari Leluhur menara bintang langsung menarik nya ke suatu tempat yang menjadi tempat khusus bagi tubuh Sansang . Seketika membuat Yuanheng menampilkan wajah terkejutnya , karena suasana disana yang sangat dingin bagaikan masuk di dalam bongkahan es kristal.


" Dimana ini ???" Tanya Yuanheng sambil melihat pemandangan di sekelilingnya .


Yang terlihat sangat asing baginya dan tanpa sengaja ia melihat seseorang yang sangat ia kenal . Yang kini berada di dalam bongkahan es kristal dalam keadaan tidak sadarkan diri . Siapa lagi kalau bukan Sansang yang masih dalam keadaan kritis nya.


" San er ......" Kata Yuanheng sambil berlari mendekati bongkahan es kristal tersebut.


Namun tiba-tiba sebuah serangan misterius menghampiri dirinya dan belum di ketahui siapa yang mengirimkan serangan tersebut. Karena di tempat itu hanya terlihat Yuanheng dan Sansang saja.


Membuatnya dengan cepat menghindari nya bersamaan dengan terdengar nya suara yang sangat familiar baginya.

__ADS_1


" Anak muda ...... , kamu jangan mendekatinya untuk saat ini, karena salah satu Jiwa tertinggi nya sudah lahir dan ia kini sedang melindungi tubuh pemilik nya , namun untuk kondisi Sansang saat ini sangat membahayakan " Kata Leluhur menara bintang dengan nada khawatir nya .


" Apa yang sebenarnya terjadi Leluhur ?? " Tanya Yuanheng dengan ekspresi wajah serius.


" Kekuatan sang pewaris Menara bintang sudah terbangun bersamaan dengan lahirnya jiwa pertama yang tidak lain adalah jiwa Phoenix es , yang membuat Kekuatan Sansang tidak stabil, dan......... di tambah lagi Kekuatan jiwa kedua yang akan segera terlahir juga , apabila ada api abadi , akan lebih mudah menyelamatkan nya , anak muda ...... apakah kamu sudah menemukan nya " Kata Leluhur menara bintang yang sangat berharap kepada Yuanheng.


" aku sudah menemukan apa yang dibutuhkan oleh San er , leluhur " Kata Yuanheng sambil mengeluarkan seorang anak laki-laki yang mengeluarkan aura api abadinya .


Seketika membuat Leluhur menampilkan wajah terkejutnya dan langsung membuat Api Teratai merah melayang di udara untuk lebih mendekat kepadanya .


" Roh Api abadi , tolonglah bantu sang pewaris Menara bintang melewati masa kritis nya " Kata Leluhur menara bintang kemudian membuat Api Teratai merah mendekati Sansang yang masih berada di dalam bongkahan es kristal.


Namun tiba-tiba sebuah serangan menyerang Api Teratai merah di saat dirinya mulai mendekati tubuh Sansang.


" Eeeh ....... mau menyerang ku , bermimpi lah" Kata Api Teratai merah sambil mengeluarkan kekuatan Api abadi nya .


Seketika serangan dari Jiwa pertama Milik Sansang menghilangkan setelah terkena aura api abadi milik Api Teratai merah , membuat jiwa Phoenix es marah dan mulai mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Namun sudah di hentikan oleh Leluhur menara bintang yang dengan cepat mengeluarkan kekuatan formasi penyegelnya untuk membuat Jiwa pertama Milik Sansang tidak bisa mengeluarkan kekuatan nya lagi.


Karena hal tersebut bisa membahayakan tubuh pemilik nya , siapa lagi kalau bukan Sansang yang masih belum sadarkan diri hingga saat ini dan kemungkinan besar ia masih berada di alam ilusi untuk memperkuat pondosi jiwa nya .


Udah dulu ya maaf Author lama gak Update, Karena misua Author udah pulang dari perantauan jadi gak sempat buka Hp , maaf ya ......


Untuk Update selanjutnya belum bisa lancar kayak hari biasanya , tapi akan Author usahakan untuk terus Update dan Kami sekeluarga mengucapkan ;

__ADS_1



__ADS_2