
Suasana di pinggir hutan beracun kini semakin mencekam . Aura yang di keluarkan oleh Kaisar Fu Heng dan juga Pemuda berhanfu merah darah itu pun semakin besar. Sedangkan ketiga pria berhanfu hitam kini sudah tak bernyawa lagi , di sebabkan oleh Aura yang di keluarkan kedua pendekar hebat yang kini akan memulai pertarungan nya.
" Guwen , apa kau tak apa apa ??" Tanya Li Chen chen yang tau akan keadaan bawahan nya yang tak kuat menahan Aura tekanan yang begitu kuat dari Kedua pendekar yang tak lain adalah Kaisar Fu Heng dan Pemuda berhanfu merah darah.
" Aku sudah tak apa apa Yang mulia " Jawab Guwen yang kini sudah mengatur hawa murninya ke seluruh tubuhnya .
Setelah mendapatkan jawaban dari bawahannya, Li chen chen pun menyaksikan keduanya bertarung. Gerakan mereka sangatlah cepat dan lincah . Tak ada kelemahan di antara keduanya. Aura di sekitar pertarungan pun semakin dahsyat. sehingga Li Chen chen terpaksa membuat pelindung khusus untuk nya dan juga Guwen pengawal pribadi nya .
" Sangat menakutkan kekuatan kedua pemuda itu" Kata Li chen chen yang masih memperhatikan pertarungan Kaisar Fu Heng dan Pemuda berhanfu merah darah itu yang tak lain adalah Bai wang.
Setengah jam kemudian keduanya pun mengeluarkan kekuatan terhebat nya. Angin kencang pun datang. Begitu juga dengan Hewan spiritual Kaisar Fu Heng dan Bai wang. Kini Mereka akan meluncurkan Kekuatannya masing-masing.
" Ha......ha........ha...... makin hebat juga kau Fu Heng" Kata Bai wang yang kini sudah siap dengan serangan nya.
" Kau juga meningkat semakin banyak Bai wang " Kata Kaisar Fu Heng sambil mengeluarkan Kekuatannya.
" Amukan badai petir" Kata Kaisar Fu Heng sambil mengeluarkan kekuatan hebatnya.
Begitu juga dengan Bai wang yang mengeluarkan kekuatan terhebatnya ,
" Aungan Rubah merah " Kata Bai wang yang juga mengeluarkan kekuatan nya.
Dan Akhirnya keduanya pun melempar Kekuatan kearah yang berlawanan. Dan..........
" Duuuuuuaaaarrrrr........" Suara dua kekuatan saling bertabrakan.
Bersamaan dengan kejadian tersebut, Tanah pun bergetar dengan hebat, pepohonan seakan lenyap di makan cahaya . Sedangkan Li chen chen dan Guwen segera melesat pergi untuk menjauh . Karena Kekuatan keduanya sangat lah hebat dan mampu menghancurkan seluruh daratan di negrii ini. Namun itu tak akan terjadi , karena Kaisar Fu sudah memberi pembatasan di tempat mereka bertarung saat ini.
" Lumayan tak mengecewakan , tapi lain kali kita lanjutkan lagi , aku masih ada hal yang perlu aku lakukan " Kata Bai wang yang tiba-tiba menghilang dari hadapan Kaisar Fu Heng.
__ADS_1
" Brengsek kau Bai wang , belum selesai kau sudah kabur dengan alasan tak masuk akal , kesini kau ........ dasar pria bau daraaaah..........." Teriak Kaisar Fu Heng yang masih dalam mode marahnya.
...*****...
Perjalanan pun berlanjut , kali ini Kaisar Fu Heng mengikuti Li chen chen menuju ke lembah Kematian. Ia merasa tak aman pabila Bai wang terus mendekati gadisnya lagi . Ada perasaan kawatir yang tersirat di dalam hati nya. Seakan akan menandakan sesuatu yang membahayakan Calon Ratu nya.
Sedangkan Li chen chen terlihat sangat canggung ,karena sedari tadi Kaisar Fu Heng memasang wajah dinginnya . Dan membuat Li chen chen bertambah bingung dengan apa yang akan ia katakan kepadanya .
" Ni orang apa gak capek , mukanya dingin terus " Kata Hati Li chen chen saat ini.
Hari pun sudah menuju ke tengah hari , kini mereka sudah sampai ke telaga es , tempat dimana paling dekat dengan lembah Kematian . Disana terlihat sebuah telaga yang tertutup oleh sebuah lapisan tipis dari es. Namun aneh nya tak ada hawa dingin di daerah tersebut. Malah hawa panas yang kini mereka rasakan .
" Apa ini ???, panas sekali , bukannya di dekat kita adalah lapisan es , kenapa hawanya sangat panas " Kata Li chen chen kepada Kaisar Fu Heng.
" Karena ini bukan es sungguhan, melainkan api kristal putih " Jelas Kaisar Fu Heng yang kini sudah menunjukkan wajah lembutnya kepada Li Chen chen. ( Mungkin udah reda rasa api cemburu di hatinya π π π ).
" Kemarilah " Pinta Kaisar Fu Heng kepada Li Chen chen.
Li Chen chen pun segera melangkah pergi menuju ke tempat Kaisar Fu Heng berada. Di lihatnya sekitar telaga yang hanya menampakkan kristal yang berwarna putih salju. Dan tak lama kemudian sang Kaisar pun memukul sedikit lapisan kristal tipis tersebut.
" Braaaak......." Suara kristal di pukul oleh kekuatan kaisar Fu Heng.
" Apa .....??? , ini isinya bukan air " Kata Li chen chen yang sangat terkejut akan apa yang ia lihat saat ini .
" Ya ini adalah kumpulan Api putih yang tak akan pernah padam selama beribu-ribu tahun" Jelas Kaisar Fu Heng dengan wajah serius nya.
" Ini juga bisa kamu gunakan untuk berlatih Chan er , dengan cara bermeditasi di sekitar kristal kristal putih ini " Jelas Kaisar Fu Heng lagi .
" Apa aku bisa mengambil sedikit api putih ini??" Tanya Li Chen chen dengan wajah polosnya.
__ADS_1
Sang Kaisar pun tertawa saat mendengar pertanyaan dari Li Chen chen . Karena selama ribuan tahun tak ada orang yang bisa membawa pergi api putih tersebut . Hanya orang yang di takdirkan yang bisa mendekati inti api nya , yang kini berada di dalam telaga dan di kelilingi oleh kobaran api putih. Bahkan dirinya pun tak mampu menahan panasnya api tersebut.
" Jangan bercanda Chan er , Hanya orang dalam legenda saja yang bisa membawa nya pergi " Kata Kaisar Fu Heng dengan sedikit tawa di wajah tampannya.
" Ya sapa tau aku bisa mengambil inti apinya " Kata Li chen chen yang kini sudah melihat sesuatu di bawah api kristal putih tersebut.
Seakan akan memanggil jiwa Li chen chen untuk menuju ke bawah sana.
" Heh........ gadis yang aneh , untung sayang " Guman lirih Kaisar Fu Heng yang tak menyadari Li Chen chen telah melompat ke tengah telaga kristal api putih tersebut.
" Praaang ........ " Suara Li Chen chen memasuki telaga yang penuh dengan kobaran api Kristal putih.
Kaisar Fu Heng terkejut dan langsung mengirimkan pelindung di tubuh Li chen chen .
" Chan er , apa kamu tak takut matiii terbakar ???" Teriak Kaisar Fu Heng yang kini sedang mengkuwathirkan Li Chen chen.
" Tenanglah Fu Heng aku tak apa apa , kamu tunggu saja sebentarnya , aku ingin bermain" Kata Li chen chen dengan nada santainya.
" Apa........? , bermain katamu " Kata Kaisar Fu Heng yang kini menahan amarahnya.
( Sungguh wanita yang tak takut matiii πππππ).
Bai wang , sedang mandii darah (π±π±π±).
Maaf ya πππAuthor telat Update nya , karena tak ada ide sama sekali dan baru sekarang muncul nya . Author benar benar minta maaf , dan semoga episode kali ini bisa menyenangkan para readers tersayang ππππ
...Dan selamat membaca , semoga tak mengecewakan...
__ADS_1