
Lima hari sudah berlalu , Kini para murid perguruan sudah menyelesaikan pertandingan keduanya . Dari beberapa murid perguruan yang lolos di pertandingan pertama hanya dua orang yang tidak lulus di pertandingan Kedua . Mereka adalah Murid dari Perguruan Mulou
Bai nuan dan Zi Xiao dari Negeri Canlang yang pada saat itu jatuh pingsan karena tidak kuat menahan kesengsaraan yang ada di jiwanya .
Sedangkan Yuanheng terbangun di akhir waktu pertandingan dan langsung berhasil merobosan kekuatan jiwa pada tingkat ke lima . Sehingga membuat para master bukit penentuan terkejut dengan rekor yang telah di cipai oleh Yuanheng .
Kekuatan jiwa adalah salah satu kekuatan yang hampir punah di benua Douhe . Tidak banyak dari para Kultivator yang memiliki kekuatan jiwa yang kuat. Banyak dari mereka yang kalah dengan Para Kultivator jiwa yang memiliki kekuatan yang lebih kuat dari tingkatan nya . Seperti halnya dengan kekuatan jiwa yang dimiliki oleh Ratu Li chen chen yang sudah mencapai tingkat tertinggi dari Terobosan jiwa.
Ada beberapa tingkatan yang harus di miliki oleh para Kultivator di antara nya adalah Tingkatan jiwa kesatu sampai dengan tingkatan jiwa ke sembilan . Mereka harus memiliki pondasi yang cukup kuat sebelum melakukan pelatih jiwa . Karena banyak nya kesengsaraan jiwa pada setiap tingkatan .
Para Kultivator juga harus siap menghadapi berbagai macam kesengsaraan di dalam pelatihan jiwa , di antaranya adalah Kesedihan , Kesakitan , penderita , Amarah , pengkhianat , Kepahitan , penyesalan dan masih banyak lagi yang akan mereka lalui . Jika tidak memiliki pondasi yang kuat , mereka akan tertelan oleh kegelapan jiwa mereka sendiri dan mereka akan menjadi gila dalam waktu yang sangat lama , bahkan sampai seumur hidupnya.
...***...
Menteri pagi kini mulai terlihat . Para tetua dari semua perguruan telah berkumpul di Arena petir . Begitu juga dengan para murid yang lolos pada pertandingan kedua. Sedangkan para murid yang tidak lulus akan menjadi penonton setia pada pertandingan Ketiga .
Tak ketinggalan pula dengan para pendekar yang sengaja datang untuk melihat pertandingan terbesar di bukit penentuan . Karena pertandingan tersebut diadakan selama dua puluh tahun sekali . Dan hadiahnya sangat di inginkan oleh banyak orang.
Sebab Para murid perguruan yang telah berhasil memenangkan pertandingan ini akan mendapatkan hak istimewa di bukit penentuan . Salah satu nya adalah menjadi murid di perguruan misteri yang merupakan perguruan tertutup dan sangat misterius , bahkan mereka hanya menerima sepuluh murid dalam jangka waktu sepuluh tahun sekali. Karena hanya murid yang di takdirkan yang bisa menjadi salah satu murid di perguruan yang penuh dengan misteri . Bahkan putra mahkota dari suatu kerajaan tidak bisa mendapatkan keberuntungan tersebut.
__ADS_1
Perguruan yang penuh dengan misteri ini juga bersifat netral dan tidak mau ikut campur dalam urusan sebuah Kerajaan . Bahkan Perguruan misteri ini dapat berdiri sendiri tanpa dukungan dari pihak manapun. Karena pendiri dari perguruan misteri ini adalah pendekar terkuat di Benua Douhe sekaligus salah satu tokoh penting di Negeri Zianzu .
Kembali ke arena petir , kini pertandingan ketiga akan di mulai . Para murid perguruan sudah siap di tempat yang telah di tentukan . Menunggu sebuah panggilan dari pembawa acara yang masih berdiskusi dengan para master bukit penentuan.
Setengah jam kemudian pembawa acara melesat pergi menuju ke tengah arena petir dengan sebuah formasi yang melindungi seluruh tubuhnya. Karena arena tersebut terdapat banyak sambaran petir yang akan menjadi salah satu rintangan di pertandingan ketiga . Setelah sampai di tengah arena Pembawa acara itu langsung meletakkan kotak kayu yang berisi beberapa papan kocok sebagai sarana untuk memilih lawan secara adil.
" Para pemenang silahkan mengambil papan kocok yang berada di tengah arena petir , dengan cara kalian sendiri dan jangan sampai terkena petir ya..... , jika kalian terkena sambaran petir kalian akan langsung kalah tanpa melakukan pertandingan ketiga " Kata Pembawa acara dengan nada serius nya .
Sontak membuat para murid perguruan memikirkan sebuah cara untuk melewati sambaran petir yang berada di arena petir . Namun sebuah teriakan menghentikan aktivitas mereka saat ini . Karena salah satu dari mereka telah tersambar petir di arena petir.
" Aaaaaahhhhkkkkk ......... " Teriakkan salah satu murid Perguruan Teratai putih yang bernama Zak zou yang menganggap mudah mendapatkan papan kocok tersebut .
Seketika membuat para pengawas dengan cepat bertindak dan membawanya pergi ke tempat pengobatan .
" Adik sepupu , apa kamu punya cara untuk melewati fomasi petir itu ???" Tanya Wei chen dengan ekspresi wajah yang nampak berpikir.
" Belum Kak , aku masih belum menemukan nya , karena formasi petir itu agak rumit " Kata Yuanheng yang juga masih berfikir keras.
Dan tak menyadari salah satu murid dari Perguruan Teratai putih Mu Weiwei telah melesat pergi menuju ke tengah arena .
__ADS_1
" Aku harus berhasil " Guman lirih Mu Weiwei dengan nada yang penuh semangat .
Dengan gerakan cepatnya Mu Weiwei berusaha menghindari sambaran petir tersebut . Namun setelah setengah jam berusaha , Mu Weiwei tetap gagal dengan kondisi tubuh yang kini penuh luka akibat dari sambaran petir di arena petir.
" Sangat di sayangkan dia gagal , padahal kurang sedikit lagi " Kata Houhou murid dari Perguruan Gongxuan , yang kini masih memperhatikan arena petir yang penuh dengan jebakan .
Begitu juga dengan Suasana di sana , yang semakin menegangkan , semenjak ujian pertama di mulai dan membuat kedua murid perguruan gagal tanpa mengikuti pertandingan ketiga .
" Kakak sepupu ayo kita coba " Ajak Yuanheng dengan nada serius nya dan tak lupa memberitahu rencana untuk melewati fomasi petir yang berada di arena petir.
" baiklah Adik sepupu , tolong berhati-hati lah" Kata Wei chen dengan nada lembut nya .
Kini Yuanheng dan Wei chen melesat pergi menuju ke tengah arena petir. Gerakan kilat nya yang saat ini mereka lakukan . Namun gerakan nya berbeda dari kedua murid yang sudah mencoba melewati sambaran petir tersebut . Gerakan mereka adalah gerakan Zikzak serta melompat kesana kemari . Menghindari sambaran petir yang saat ini mulai mengejarnya . Tak berhenti disiti saja , berbagai jebakan juga muncul di sekitar papan kocok yang berada di tengah arena petir .
Dan setengah jam kemudian Wei chen dan Yuanheng telah berhasil melewati sambaran petir tanpa luka di tubuh nya . Dan membuat para murid perguruan yang lainnya mengikuti jejak nya dengan mengikuti cara kedua nya . Yang menunjukkan ke kompakan di antara teman seperguruan nya .
Udah dulu ya , selamat membaca , semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊.
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian like komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊.
__ADS_1
Maaf telat update ya , karena imajinasi Author mendadak berhenti .