
Hari dimana pesta di adakan telah tiba. Kini di Kota Kerajaan Suku langit sudah ramai dengan para rombongan tamu undangan . Mereka adalah Para Kaisar dan petinggi dari beberapa Kerajaan di Negeri Zianzu. Dan ada pula beberapa utusan dari kerajaan tetangga yang juga sudah tiba di Kota Kerajaan Suku langit.
Sedangkan Yuanheng dan Ibunya masih berada di hutan dingin. Mereka menuju ke sana dengan menggunakan kekuatan teleportasi. Tujuan keduanya kesana untuk menyembunyikan para pasukan bayangan yang ikut serta dengan mereka . Karena keduanya sudah bisa menebak rencana Kaisar suku langit , yang akan mencelakai nya di saat pesta berlangsung. Dan untuk tujuan yang lainnya adalah untuk menemui Sansang yang masih berada di Menara bintang sekaligus memperkenalkan secara langsung kepada ibunda nya .
" Ibunda, Apakah di sini tempat yang aman untuk menempatkan para prajurit bayangan ?? " Tanya Yuanheng sambil memperhatikan ibunda nya mengatur sebuah formasi tingkat tinggi untuk menyembunyikan aura para prajurit bayangan Nya.
" Apakah Yuan er sudah lupa kemampuan ibunda yang bisa menyembunyikan segalanya jika ibunda mau ??" Kata Ratu Li Chen Chen yang malah bertanya kembali kepada putranya.
" Bukan begitu ibunda , tempat ini kan sangat dekat dengan Kerajaan Suku es , apakah mereka tidak menyadari hal ini ??" Tanya Yuanheng dengan nada serius nya .
" Mereka tidak akan menyadari nya , karena ini bukan wilayah mereka , tempat ini sangat misterius , bahkan ibunda sendiri tidak bisa menelusuri semua tempat yang ada di Hutan dingin ini " Kata Ratu Li Chen Chen yang merasa familiar dengan Aura di sekitar nya .
Karena Aura yang di rasakan saat ini hampir sama dengan Aura dingin yang ada di Istana utama Suku kuno .
Dan beberapa menit kemudian , Ratu Li Chen Chen sudah menyelesaikan semua aktivitasnya. Kini ia mengikuti putranya ke sebuah tempat yang belum ia ketahui atas permintaan putranya dan masih menjadi misteri. Karena selama perjalanan Yuanheng hanya diam dan terus melangkah menuju ke suatu tempat yang agak jauh dari tempat para prajurit bayangan bersembunyi .
Sedangkan Ratu Li Chen Chen dengan sabar mengikuti kemana Yuanheng pergi. Dan setelah lama berjalan keduanya berhenti di sebuah tempat yang di beri tanda Misterius.
" Yuan er , kenapa kita kesini ??" Tanya Ratu Li Chen Chen yang penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh putranya.
" Aku ....... aku ....... ingin memperkenalkan seseorang kepada ibunda secara langsung" Kata Yuanheng dengan nada malu nya.
Karena selama ini ia belum pernah membawa teman wanita nya menemui ibundanya dan ini pertama kali baginya .
" Baiklah , ibunda ingin tau seperti apa wanita yang berhasil memikat hati putraku ini " Kata Ratu Li Chen Chen dengan senyum manisnya.
" Ibunda........." Kata Yuanheng sambil menampilkan sikap manjanya.
Namun tiba-tiba terdengar suara lembut dari seseorang yang menghampiri kedua nya. Siapa lagi kalau bukan Sansang yang sudah tau akan kedatangan Yuanheng dan Ibunda nya melalui Auranya .
" Selamat datang kembali Bibi , Yuan " Kata Sansang dengan nada lembut nya.
" San er....... " Kata Yuanheng dengan tatapan lembut nya yang penuh akan kerinduan.
Sedangkan Ratu Li Chen Chen hanya tersenyum dan memperhatikan tingkah laku keduanya yang sudah lama tidak bertemu.
" Bagaimana kabarmu??" Kata Sansang dengan nada lembut nya.
" Kabarku sangat baik , setelah melihat wajah cantik mu dan bagaimana keadaan mu saat ini??" Kata Yuanheng yang masih menatap kedua mata cantik milik Sansang.
" Saya juga baik dan terimakasih untuk semua pil pemberian mu , hingga aku pulih kembali " Kata Sansang sambil menampilkan wajah merah nya.
Karena terus mendapatkan tatapan lembut dari Yuanheng.
" Eeehemm........ Apakah sudah selesai ???" Kata Ratu Li Chen Chen yang menggoda keduanya.
__ADS_1
" Su ...su....dah bibi , mari masuk " Kata Sansang yang kini mengarahkan mereka ke sebuah tempat khusus untuk ketiganya berbincang .
Yang tepat nya di balik formasi pelindung yang menjadi satu dengan Menara bintang.
" Ini......... " Kata Ratu Li Chen Chen yang baru menyadari tempat tersebut berbeda dari tempatnya tadi.
" Halaman menara bintang Ibunda " Kata Yuanheng sambil melangkah menuju ke sebuah taman yang indah dan belum lama terbentuk.
Karena dulu belum ada Sansang dan sekarang ada Sansang yang membuat bunga di sekitar Menara bintang tumbuh dengan subur dan indah.
" Di sini auranya sangat murni " Kata Ratu Li Chen Chen dengan nada lembut nya.
Namun tiba-tiba seseorang muncul dan langsung memberi hormat di hadapan Ratu Li Chen Chen.
" Lama tidak bertemu Yang mulia Ratu Suku kuno" Kata Orang misterius .
Seketika membuat ketiganya terkejut dengan perkataan nya tersebut. Karena identitas Ratu Li Chen Chen masih tersembunyi dan belum di ketahui oleh orang di Negeri Zianzu kecuali dari pihak petinggi di Pasar Hantu.
" Siapa kamu ? kenapa kamu mengetahui identitas ku ??" Kata Ratu Li Chen Chen dengan nada yang masih menampilkan ketenangan nya.
" Saya adalah Leluhur menara bintang yang masih setia dengan Kerajaan Suku Kuno , Hormat Kami Yang mulia Ratu Suku kuno" Kata Orang misterius itu yang ternyata salah satu Leluhur menara bintang.
" Kami......????" Kata Ratu Li Chen Chen bersamaan dengan munculnya kelima roh Leluhur menara bintang yang masih kekal abadi di dalam menara bintang.
" Kalian ....... bangunlah ??? " Kata Ratu Li Chen Chen lagi dengan nada lembut nya.
" Itu tidak benar , Yang mulia Ratu Suku kuno tetaplah penguasa di Negeri Zianzu , Kini penguasa Kerajaan Suku langit tidak sebaik dulu , Kami telah banyak merasakan aura penyiksaan yang dilakukan oleh nya " Kata salah satu Leluhur menara bintang.
"Baiklah , terserah kalian , tapi aku ingin menanyakan sesuatu dengan Kalian" Kata Ratu Li Chen Chen sambil membuat sebuah penghalang agar Yuanheng dan Sansang tidak mendengar pembicaraan nya .
Karena hal yang di pertanyakan oleh Ratu Li Chen Chen adalah identitas asli Suaminya yang tidak lain adalah Kaisar Fu heng.
Seketika membuat Yuanheng menampilkan wajah penasaran nya dengan apa yang dilakukan ibundanya.
" Kenapa ibunda membuat penghalang , apa yang sebenarnya ingin ibunda tanyakan ??" Kata Yuanheng yang belum mengetahui apa yang ingin ibunda nya ketahui.
" Kemungkinan Bibi ingin menanyakan kejadian di masa lalu Yuan , kita tunggu saja di sini " Kata Sansang sambil melangkah menuju ke sebuah tempat untuk bersantai.
Dan diikuti oleh Yuanheng sambil memetik beberapa bunga untuk di berikan kepada Sansang.
" Apakah San er mau ikut dengan ku ke pesta perayaan ???" Tanya Yuanheng yang sudah duduk di bangku taman.
" Iya aku mau ikut dengan mu , tapi....... setelah urusan ku di kerajaan suku es selesai " Kata Sansang yang membuat Yuanheng menampilkan wajah seriusnya.
" Apakah San er perlu bantuan dari ku??" Kata Yuanheng dengan ekspresi wajah serius nya.
__ADS_1
" Tidak perlu , aku ingin menyelesaikan masalah pribadi ku sendiri " Kata Sansang dengan nada lembut nya .
" Baiklah , tapi aku akan tetap menempatkan beberapa orang ku untuk mengikuti mu , tolong terimalah " Kata Yuanheng yang kini merapikan rambut Sansang yang tertiup angin .
" Baiklah " Kata Sansang yang tersipu malu akan sikap Yuanheng kepadanya.
" Yuan ........ , kenapa bisa kamu begitu baik kepadaku ??" Kata hati Sansang yang belum mengetahui perasaan Yuanheng kepadanya.
Namun ia sudah mengingat semua tentang masa lalunya sebelum ia bereinkarnasi . Tapi sangat disayangkan ia masih belum mengetahui bahwa Yuanheng adalah orang yang sama dengan orang yang ia cintai di kehidupan pertama nya .
" Andaikan Kakanda Yan masih bersamaku saat ini " Kata hati Sansang dengan menampilkan wajah sedihnya tanpa di ketahui oleh Yuanheng yang masih berada di sampingnya.
Dan kini Sansang sudah berada di tingkat ke sepuluh Ranah tingkat alam semesta setelah kedua kekuatan jiwanya terbangun. Dan untuk Yuanheng masih berada di tingkat kesebelasan Ranah jiwa awal , karena kekuatan jiwanya masih berada di tingkat ke kedelapan. Tapi kekuatan nya setara dengan kekuatan Kaisar Fu heng, ayahanda .
Pengingat Ketiga belas Ranah di antaranya ,
1. Ranah Arwah ,
2. Ranah pembentukan,
3. Ranah pembangun,
4. Ranah pembangun pondasi 1,
5. Ranah pembangun pondasi 2,
6. Ranah tingkat kaisar,
7. Ranah tingkat dewa,
8. Ranah tingkat kematian,
9. Ranah tingkat surgawi,
10. Ranah tingkat alam semesta,
11. Ranah jiwa awal,
12. Ranah jiwa akhir ( setelah menyelesaikan tingkat jiwa kesatu sampai ke sembilan ),
13. Ranah keabadian ( Naik ke dunia lain menjadi salah satu dewa ).
Sudah dulu ya lanjut besok dan selamat membaca semoga tidak mengecewakan para readers tersayang.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like comen dan Votenya ya 😊😊😊.
__ADS_1
...Terimakasih...