
Langit menjadi gelap , petir pun mengglegar di seluruh langit bukit penentuan. Bahkan aura di area kolam jiwa kini menjadi semakin kuat . Para master langsung menunjukkan ekspresi wajah terkejut nya. Karena Fenomena alam yang baru pertama kali terjadi di bukit penentuan. Tidak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadii saat ini . Karena Fenomena alam tersebut membuat para hewan spiritual begitu resah dan gelisah. Sehingga Para master tidak menyadari bahwa Master tua sudah bangun dari meditasi panjangnya dan langsung menuju ke arah dimana mereka berada saat ini. Hanya untuk melihat Yuanheng yang kini masih mengeluarkan Aura anehnya dan semakin lama semakin kuat , hingga membuat Formasi pelindung buatan para Master bukit penentuan menjadi retak .
" Uuuukkkkhh ........ auranya kuat sekali " Guman lirih keenam master bukit penentuan yang belum menyadari bahwa Master terkuat di bukit penentuan telah menuju ke arah nya .
Karena masih berusaha menahan Aura yang kini di keluarkan oleh Yuanheng .
Dan satu jam kemudian , datanglah seorang kakek tua dengan seyuman di wajahnya , saat melihat Yuanheng yang masih dalam meditasi nya.
" Ternyata memang benar , Yang mulia Kaisar Ye yan sudah bangkit kembali , Tak sia sia selama ini aku menunggunya " Guman lirih Kakek tua yang tak lain adalah Master tua bukit penentuan dan juga salah satu pengawal setia Kaisar Langit terdahulu .
Namun tiba-tiba suara seseorang mengejutkan lamunan nya dan membuat Master tua langsung membalikkan tubuhnya .
" Tuan Anda sudah bangun , apa Anda merasa terganggu dengan aura ini Tuan ??, maafkan kami yang tidak bisa menahan Aura pemuda ini , sehingga mengganggu latihan Anda " Kata Master pertama bukit penentuan sambil menundukkan kepalanya .
" Tidak aku sama sekali tidak terganggu dengan nya , aku kesini hanya ingin memberitahu kalian untuk menjaga pemuda ini , jangan sampai dia terluka selama dia berada di bukit penentuan " Pinta Master Tua dengan nada tegasnya.
" Baik Tuan " Kata Master pertama sambil menampilkan wajah penasaran nya .
Karena Pemimpin bukit penentuan telah lama mengurung diri dan sama sekali tidak pernah ikut campur dalam aktivitas di bukit penentuan. Bahkan tidak pernah menemui para putra mahkota yang datang secara khusus untuk menjadi murid nya . Tapi kali ini ia keluar dengan sendirinya hanya karena tertarik kepada seorang pemuda yang mengeluarkan Aura anehnya serta mampu membuat getaran di seluruh bukit penentuan .
__ADS_1
" Dan satu lagi , jika pemuda ini berhasil melewati semua pertandingan , suruh dia menemui ku di depan pintu gerbang menuju Bukit misteri " Kata Master Tua bukit penentuan sambil menyentuh kening Yuanheng dengan salah satu jarinya .
" Baik Tuan " Kata Keenam master bukit penentuan secara bersamaan.
Ntah apa yang Master Tua itu lakukan kepada Yuanheng . Tapi setelah master Tua itu menyentuh keningnya , Aura aneh yang keluar dari tubuh Yuanheng kini mulai menghilang dan menunjukkan kestabilan jiwanya yang sudah nampak begitu tenang dari pada sebelumnya.
Bersamaan dengan kejadian itu , seketika langit menjadi cerah kembali serta suara petir yang lambat laun menghilang berganti dengan kicauan burung yang sangat merdu. Membuat suasana menjadi lebih tenang dari pada sebelumnya.
Sedangkan di tempat lain , di salah satu ruangan di sebuah penginapan khusus para Tetua perguruan , Kini terlihat seorang pemuda dengan seyum misteriusnya . Tak tau apa yang kini ada di pikirannya . Namun di balik seyuman nya itu , ada pikiran jahat yang membuat seseorang menjadi lebih waspada saat melihat nya . Termasuk juga dengan para sekutunya. Salah satunya adalah Tetua pertama dan Tetua kedua dari Perguruan Meisha.
" Yang mulia Kaisar , ada perlu apa anda datang secara langsung ke tempat ini ???" Tanya Tetua pertama Xing ye dengan nada yang sangat berhati-hati .
" Aku hanya ingin menanyakan tentang Naga merah kepadamu , apakah sudah kamu dapatkan Naga merah itu ? Kenapa jejaknya tiba tiba menghilang ? " Tanya Kaisar kerajaan Api sambil memperlihatkan sebuah pusaka yang bisa menunjukkan jejak para hewan Legendaris .
Karena takut akan membuat sang Kaisar marah besar, gara gara misinya gagal dan kehilangan buruan besar yang selama ini mereka cari.
Dan........
" Braaaak........... " Suara meja di pukul hingga hancur oleh tangan sang Kaisar .
__ADS_1
" Bodoh ........ , kalian sangat bodoh , untuk apa aku menunggu selama ini , kalau bukan untuk mendapatkan Naga merah itu kembali , kalian sangat bodoh .... penantianku selama ini hanya sia sia , bahkan Aura naga merah menghilang dari Danau Naga merah , apa yang sebenarnya kalian lakukan di sini .....???? bisa bisa nya kalian kehilangan Naga merah itu , sangat tidak berguna , Kalian semua sampah " Kata Kaisar kerajaan api dengan nada marahnya dan membuat seisi ruangan hancur karena aura membunuh yang ia keluarkan.
Bahkan kedua Tetua perguruan Meisha merasakan sesek di dadanya . Akibat aura tersebut.
" Ma...afkan ka...mi Yang mulia Kaisar Xiao lian , ka...mi telah lalai menja...lankan perintah anda , ka..mi ak..an siap menerima hukuman dari Anda di saat kami kembali ke perguruan " Kata Tetua pertama Xing ye sambil menahan tekanan yang di keluarkan oleh Kaisar Xiao lian .
" Benar Yang mulia , kami akan siap menerima hukuman dar Anda " Kata Tetua kedua perguruan Meisha sambil menundukkan kepalanya.
" Tak usah kawatir Tetua pertama Tetua kedua , aku tak akan menghukum Kalian , tapi.... dengan satu syarat ,Tetua harus menjamin putra mahkota menjadi pemenang di pertandingan selanjutnya , jika tidak ....... Kalian harus menanggung akibatnya , Ingat itu" Kata Kaisar Xiao lian dengan tatapan tajam nya .
" Baik Yang mulia Kaisar ,kami akan membantu putra mahkota lolos di pertandingan berikutnya" Kata Tetua pertama dan Tetua kedua secara bersamaan .
Setelah selesai berbincang Kaisar Xiao lian langsung melesat pergi meninggalkan penginapan , tanpa ada satupun orang yang tahu . Kecuali kedua Tetua perguruan Meisha yang tak lain adalah sekutunya.
...***...
Hari Semakin sore , kini para murid perguruan masih setia di dalam kolam jiwa. Mereka saat ini sedang berusaha lepas dari perangkap jiwa , salah satu dari ujian pertandingan kedua nya . Bahkan ekpresi wajah mereka menunjukkan kesulitan. Berbeda dengan Yuanheng yang kini sudah nampak lebih tenang daripada sebelumnya . Namun belum juga terbangun dari meditasi nya. Karena ia saat ini sedang melatih jiwanya agar menjadi lebih kuat lagi , sambil menunggu habis nya waktu yang di berikan oleh para master bukit penentuan .
Udah dulu ya , lanjut besok .
__ADS_1
Selamat membaca, semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊