Kembalinya Sang Pewaris Tahta

Kembalinya Sang Pewaris Tahta
eps92


__ADS_3

Pertarungan masih berlanjut . Kedua kekuatan dari Canyu ran dan Lishang kini menuju ke arah putra mahkota Lu Chen.


Sedangkan putra mahkota Lu Chen sudah bersiap dengan perlindungan nya. Dan........


" Wyuuus................... Duuuuuuaaaarrrrr........ " Ketiga kekuatan saling bertabrakan dan mengakibatkan tanah di perguruan Yin suyang bergetar hebat.


Seketika membuat Canyu ran dan Lishang menutup kedua matanya ,karena kabut asap yang muncul di sekitar arena pertarungan , akibat dari ledakan tersebut.


" Dia sudah kalah .......????" Tanya salah satu penonton .


" Iya , tak mungkin kalau ia bertahan dari kedua kekuatan dari Canyu ran dan Lishang" Kata murid yang lainnya.


Sedangkan Putri mahkota Li chen chen saat ini masih dalam keadaan santai melihat pertarungan kakak nya .


" Apa Chan er tak kawatir dengan Kakak ipar ???" Tanya Kaisar Fu Heng yang kini berada di samping Li chen chen .


" Tidak , dia akan baik baik saja , dan membuat semua orang nya terkejut" Kata Li chen chen yang masih melihat ke arena pertarungan yang masih di selimuti oleh kabut .


" Ya aku juga berfikir seperti itu dan Aura juga hampir sama dengan burung Phoenix milik mu" Kata Kaisar Fu Heng yang juga beralih menatap ke arah arena pertarungan.


Pertarungan masih berlanjut . Kabut yang berada di arena pertarungan lambat laun juga menghilangkan dan terlihat sang burung Phoenix ungu yang sedang melindungi putra mahkota Lu Chen dari kedua kekuatan besar . Walaupun masih samar-samar . Kerena kabut asap belum sepenuhnya menghilang dari arena pertarungan.


" Apa itu ??? "


" Seperti burung Phoenix ungu"


" Tak mungkin , burung Phoenix ungu sudah lama menghilang "


" Kabut asap ini sangat mengganggu , cepatlah hilang "


" Benar itu...... itu Phoenix ungu "


" Apa ??? "


" Begitu beruntung nya dia bisa melakukan kontrak dengan nya "


" Ya sangat beruntung , rumor mengatakan bahwa kekuatan nya sama dengan burung Phoenix api "


" Seperti akan sangat seru pertarungan kali ini "


" Ya kita lihat saja nanti "


Begitu kata para murid perguruan yang saat ini melihat pertarungan .


Tak lama kemudian .......


" Wyuuus ....... wyuuus ....... wyuuus........" Suara burung Phoenix ungu mengepakkan kedua sayapnya dan kabut asap yang tersisa di arena pertarungan kini telah menghilang dengan sempurna.


Sontak membuat semuanya terkejut , karena kemunculan Burung Phoenix ungu yang sudah lama menghilangkan .


" Burung Phoenix ungu .......?"


" Hebat , keberuntungan besar bagiku bisa melihat "


" Sudah lama sekali , Akhirnya dia muncul "


" Ya , kemungkinan burung Phoenix lainnya juga sudah muncul ke dunia ini "


" Sepertinya begitu , karena beberapa Minggu yang lalu , aku merasakan kemunculan burung Phoenix api dari arah kerajaan bulan sabit "


" Apa kau tak mencari dan melihat nya ???"


" Ya aku sudah mencari nya ke sana , namun pemandangan mengenaskan yang aku dapatkan "


" Apa itu Tetua ???"


" Seluruh istana kerajaan bulan sabit telah di bantai habis dan beberapa hari yang lalu Yang mulia Kaisar tua telah mengganti nama Kerajaan nya dengan nama Kerajaan Mai Shang "


" Apa Tetua tau penyebabnya kehancuran istana kerajaan bulan sabit ??"


" Ya, kata nya Kaisar baru telah menyinggung orang yang salah , jadi berakhir dengan kehancuran"


" Sangat hebat , Aku jadi penasaran , siapa sebenarnya pemilik dari burung Phoenix api itu "


" Ya aku pun juga penasaran sampai saat ini , karena sudah lama aku tak merasakan kemunculannya kembali "


Begitu para Tetua bergosip selama pertarungan berlangsung .


Dan kembali ke arena pertarungan , Kini Ketiganya saling menyerang . Tebasan demi tebasan mereka lakukan. Cepat dan gesit gerakan ketiga pemuda pemudi yang ada di arena pertarungan.


" Hebat juga Yang mulia bisa menghindari kekuatan kami berdua , dan tak menyangka hewan spiritual Yang mulia adalah burung Phoenix ungu " Kata Lishang dengan seyuman manisnya.

__ADS_1


" Terimakasih atas sanjungan " Kata Putra mahkota Lu Chen.


Pertarungan masih berlanjut , Kini Canyu ran menyerang putra mahkota Lu Chen dari sisi kiri . Sedangkan Lishang dari sisi kanan . Tebasan demi tebasan ia arahkan ke putra mahkota Lu.


" Sreeeet........ sreeeet....... sreeeet....... " Suara Tebasan Canyu ran dan Lishang .


" Ting ....... ting....... ting...... " Suara dentingan pada saat putra mahkota Lu Chen menangkis nya .


Pertarungannya semakin seru dan menegangkan . Sedangkan Burung Phoenix ungu sudah bergabung dengan putra mahkota Lu Chen . Kekuatan nya semakin besar daripada yang sebelumnya.


" Sreeeet..... sreeeet ....... sreeeet........ " Suara tebasan kedua pedang milik putra mahkota Lu Chen yang berhasil mengenai kedua tubuh lawan mainnya .


" Aaaaaahhhhkkkkk ........ . " Teriakkan Canyu ran dan Lishang secara bersamaan .


" Brengsek , semakin hebat juga dia " Kata Canyu ran yang kini memegang tangan kirinya yang terluka akibat tebasan pedang milik putra mahkota Lu Chen.


Begitu pula dengan Lishang yang langsung meminum pil penyembuh milik nya .


Sedangkan di tempat Kaisar kerajaan suku api , Saat ini melihat putra mahkota Lu Chen tanpa beralih sedikit pun . Seakan akan menginginkan sesuatu darinya .


" Sangat langka , aku ingin mengambil paksa hewan spiritual nya " Guman lirih Kaisar Zang Xiao sambil menampilkan seyumannya .


" Apakah bisa mengambil nya secara paksa ayahanda ??" Tanya Putri mahkota Xiao zu yang kini duduk di dekat Kaisar Zang Xiao .


" Bisa saja , dengan cara membunuh tuannya " Kata Kaisar Zang Xiao yang kini menatap tajam ke arah putra mahkota Lu Chen.


" Aku bisa membantu Ayahanda , sekaligus membalas dendamku dengan wanita jal**ng itu " Kata Putri mahkota Xiao zu dengan seyuman jahatnya .


" Baiklah , lakukan saja , asal jangan sampai ketahuan oleh para Tetua bodoh itu " Kata Kaisar Zang Xiao yang mulai memperlihatkan sifat aslinya .


" Baik ayahanda " Kata Xiao zu dengan nada lembut nya.


Pertarungan masih berlanjut ,kini mereka bertiga mengeluarkan kekuatan pamungkas .


" Panah angin beracun " Kata Canyu ran sambil mengeluarkan kekuatan elemen anginnya yang bercampur dengan racun buatannya .


Sedangkan Lishang mengeluarkan kekuatan Formasi nya .


" Formasi jebakan petir "kata Lishang yang memiliki kedua elemen yang tak lain adalah elemen angin dan elemen petir.


Bagi yang lupa ya , beberapa elemen yang harus di miliki oleh setiap kultivator di negri ini yaitu,


1. elemen air,


3. elemen tanah,


4. elemen kayu,


5. elemen petir,


6. elemen angin.


Kembali ke pertarungan ,


Kedua kekuatan kini langsung menuju ke tempat putra mahkota Lu Chen dan ..........


" Duuuuuuaaaarrrrr........... " Suara ledakan kedua kekuatan yang menuju kearah dimana Putra mahkota Lu Chen berada.


Namun sangat mengejutkan , putra mahkota Lu Chen tak terluka sedikitpun setelah terkena dua kekuatan dari Lishang dan Canyu ran. Karena pelindung Phoenix miliknya .


Dan seketika putra mahkota Lu Chen menampilkan seyuman manisnya .


" Sekarang giliran ku , Tornado burung Phoenix ungu " Kata Putra mahkota Lu Chen dengan bayangan burung Phoenix ungu di belakang nya dan mengepakkan kedua sayapnya dengan sangat cepat .


Sehingga membentuk angin tornado yang membuat keduanya terhempas ke luar arena pertarungan .


" Wyuuus....... wyuuus....... wyuuus....."Suara kepakan kedua sayap burung Phoenix ungu.


" Buuuuuk .......... buuuuuk ......... " Suara Tubuh Canyu ran dan Lishang terjatuh di luar arena dan mendapatkan luka yang serius.


Dan tak lama kemudian Tetua kedua Zen zian muncul di samping putra mahkota Lu Chen untuk mengumumkan kemenangan nya . Namun tiba-tiba ..............


" Uuuukkkkhh............. " Suara putra mahkota Lu Chen yang merasa kan sakit di dadanya, di saat ia melepas kewaspadaan nya .


Seketika membuat Li chen chen melesat pergi menuju ke tengan tengah Arena.


" Kakak .......... " Panggilan lembut dari adik kecilnya yang tak lain adalah Li Chen chen.


" Kakak......... uuuukkkkhh ...... tak apa apa , jadi ..... uuuukkkkhh...... jangan kawatir " Kata Putra mahkota Lu Chen yang menampilkan wajah yang seketika menjadi pucat nya , karena rasa sakit yang baru saja ia rasakan .


Tak tau apa penyebab , namun yang pasti bukan akibat dari pertarungan.

__ADS_1


" Bohong .......... , tubuh kakak tak baik baik saja saat ini " Kata Li chen chen dengan nada marahnya.


" Sini tangan kakak biar Li er periksa " Kata Li chen chen kepada putra mahkota Lu Chen.


" Baiklah , aku akan menjadi pasien yang menurut buat adik kecilku " Kata Putra mahkota Lu Chen yang tau identitas asli dari adik kecilnya .


Sedangkan yang lainnya merasa terkejut dengan keahlian Li chen chen ,karena selama berada di perguruan Yin suyang , ia tak mengeluarkan aura pelatihan nya .


Dan beberapa menit kemudian setelah memeriksa denyut nadi milik sang kakak , Ia mengetahui apa yang terjadi kepada nya dan langsung membuat nya mengeluarkan aura mematikan dari dalam tubuh nya .Tak lupa ia juga memberikan pil penawaran racun kepada putra mahkota Lu Chen.


" Kalian ......... sungguh keterlaluan , beraninya meracuni anggota keluarga ku , apa kalian gak sayang dengan nyawa kalian saat ini " Kata Li chen chen kepada seseorang , tapi belum tau siapa yang di ajaknya bicara .


Karena kerajaan suku api hanya diam saja dan berpura pura tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadii .


" Guwen " Panggil Li Chen chen dengan nada yang sangat menakukan .


Karena saat ini ia sedang dalam keadaan marah .


" Ya , Yang mulia Ratu , apa ada perintah untuk saya ???" Tanya Guwen yang kini sudahberada di hadapan Li chen chen .


" Buatlah pelindung bagi para murid dan Tetua yang tak bersalah , aku akan mengurus orang yang telah berani menyakiti keluarga ku " Kata Li chen chen dengan pandangan tajamnya .


" Baik " Kata Guwen dengan patuhnya .


Namun .........


" Tunggu , apa yang anda lakukan ???, ini adalah perguruan Yin suyang , tak boleh ada pertarungan pribadi dan masalah Yang mulia putra mahkota Lu Chen akan kami tangani dengan cepat " Kata Tetua pertama Zak ning dengan mengeluarkan aura terkuat nya .


Namun taj membuat Li chen chen tertekan.


" Ini bukan urusanmu , aku hanya ingin membantai kerajaan suku api yang sudah berani menyinggung ku" Kata Li chen chen dengan aura yang di tingkat kan lagi .


" Uuuukkkkhh ...... " Suara Tetua yang agak tertekan dengan kekuatan Li Chen chen saat ini.


" Tapi ini bisa di selesaikan dengan cara baik baik " Kata Tetua Zak ning sambil menahan aura yang di keluarkan Li chen chen.


Namun tiba-tiba Kaisar Fu Heng muncul di samping Li chen chen .


" Kau tak perlu ikut campur , chan er ku ingin membasmi hama penggangu dan jangan kuwatir , masalah ini tak ada hubungannya dengan perguruan Yin suyang , jika ada kerugian, aku akan menanggung nya " Kata Kaisar Fu Heng yang tak kalah hebat dengan aura milik Li Chen chen .


Sungguh pasangan yang sangat serasi .


" Ba.....ba....ik Yang mulia Kaisar " Kata Tetua pertama Zak ning dengan nada hormat nya dan langsung melesat pergi meninggalkan arena pertarungan yang di ikuti oleh yang lainnya .


Dan kini menyisakan Li chen chen seorang di atas arena pertarungan.


" Kalian tak mau turun , heh..... baik lah jangan salahkan aku jika langsung membunuh salah satu dari kalian " Kata Li chen chen yang melihat Kaisar Zang Xiao yang masih terdiam .


Seketika membuat jemari tangan Li Chen Chen bergerak melakukan sesuatu kepada Xiao zu dan............


" Aaaaaahhhhkkkkk.......... a........ya....han...da.. sakit ....... dingin ........ sekali........ ayah....... Aaaaaahhhhkkkkk ........ " Teriak Xiao zu kesakitan , karena sisa racun benang angin sudah di aktifkan lagi oleh Li Chen chen.


" Zu er , kamu kenapa ??? " Tanya Kaisar Zang Xiao yang langsung menampilkan wajah kawatirnya.


Sontak membuat Putra mahkota kerajaan suku api marah dan langsung melesat ke arah di mana Li chen chen berada .


" Brengsek kau apakan adik ku hah......??? " Kata Putra mahkota Jun Xiao yang mulai menyerang Li chen chen.


Namun dengan sekali jentikan jarinya Serangan putra mahkota berhenti .


" Kau bertanya apa yang aku lakukan ??? , AKU AKAN MEMBANTAI HABIS ORANG YANG TELAH BERANI MENGUSIKKU " kata Li chen chen dengan penuh penekanan di akhir kalimat .


" Uuuukkkkhh ...... , lepaskan aku ...... aku akan membunuhmu" Kata Putra mahkota Jun Xiao yang kini tak bisa bergerak karena ulah Li chen chen.


" melepaskan mu , baiklah " kata Li chen chen sambil mengarahkan jemarinya dan.......


" Wyuuus........... sreeeet........ " Sebuah pedang angin langsung menebaskan ke arah leher putra mahkota kerajaan suku api .


" Aaaaaahhhhkkkkk......... dan sangat kejam " Teriakkan para murid yang masih menonton pembantaian yang ada di arena pertarungan.


Karena melihat kepala putra mahkota Jun Xiao menggelinding ke luar arena .


Seketika membuat Kaisar marah dan langsung mengeluarkan kekuatan penuhnya .


Pertarungan pun terjadi , tak dapat di hindari lagi . Kini Li chen chen menghadapi nya dengan penuh percaya diri.


Visual nyata,



Putra mahkota Lu Chen, kerajaan Chen lu.

__ADS_1


Dan kelanjutan nya besok ya tangan Author sudah kriting , Karena episode kali ini lebih dari seribu kata dan selama membaca para Readers tersayang 😊😊😊😊,


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊😊 .


__ADS_2