
Suasana mencekam kini di rasakan oleh para penduduk kota Kerajaan Suku es. Langit gelap juga mulai menyelimuti seluruh kota .Tidak ketinggalan pula di daerah hutan dingin misteri tempat Yuanheng beserta ibu dan kakak sepupu nya berada. Aura pertarungan juga terasa hingga di daerah hutan dingin misteri .
Sedangkan Yuanheng dan Guwen masih dalam perjalanan kembali menuju ke gua tempat persembunyian ibundanya.
" Paman , Seperti Bangsa kegelapan sudah mulai menyerang kota lagi " Kata Yuanheng sambil melompat antar dahan pohon ke dahan pohon lainnya.
" Ya Yang mulia , Tapi kali ini Raja Bangsa kegelapan bersama mereka " Kata Guwen sambil mengikuti langkah kemana Yuanheng pergi.
Dan setelah beberapa menit kemudian , mereka telah sampai di dalam gua tempat ibundanya berada.
" Ibunda , Kakak sepupu " Kata Yuanheng dengan mata yang menunjukkan perasaan leganya , disaat melihat Wei chen sudah duduk di samping Ibundanya dalam keadaan sudah pulih kembali
" Adik sepupu kemana saja ??, Sudah lima hari tidak kembali , apa kamu tahu aku dan bibi sangat mengkhawatirkan dirimu ???" Kata Wei chen dengan nada kesalnya.
" He......... maaf ibunda kakak sepupu , aku sedang berlatih di menara bintang , jadi tidak bisa langsung kembali " Kata Yuanheng sambil menampilkan senyum di wajah tampan nya.
" Apa Menara bintang ???, Dimana Adik sepupu menemukannya dan bagaimana keadaan Sansang saat ini ??" Tanya Wei chen yang membuat Yuanheng bingung untuk menjawabnya.
Karena Wei chen mengajukan banyak pertanyaan kepadanya.
" Dia... sudah aman di Menara bintang dan keberadaan Menara bintang sangatlah Rahasia jadi hanya aku yang bisa melihatnya kakak sepupu" Jelas Yuanheng dan membuat Ratu Li Chen Chen mengerutkan keningnya dan mulai bertanya tentang Sansang .
Karena Yuanheng belum bercerita tentang teman perempuan nya sekaligus rekan seperguruan nya di bukit penentuan.
" Tunggu sebentar , siapa Sansang ??, dari kemarin ibunda tidak melihatnya ??" Tanya Ratu Li Chen Chen yang membuat Yuanheng menampilkan senyuman manis nya.
" Dia ........ " Kata Yuanheng yang sudah terpotong oleh jawaban Wei chen.
" Calon menantu bibi dan adik iparku " Kata Wei chen dengan ekspresi wajah polosnya .
" Kakak sepupu........ " Kata Yuanheng dengan nada gemesnya .
__ADS_1
" Oooh ............ ternyata putra ibunda sudah besar ya , tapi kenapa dari kemarin kamu tidak memberitahukan kepada ibu Yuan er??" Tanya Ratu Li Chen Chen dengan nada menyelidik.
" Itu ... itu Ibunda , keadaan nya dari kemarin tidak menguntungkan bagi nya untuk keluar, karena tubuhnya sangat spesial , jadi aku terpaksa untuk meninggalkan di menara bintang untuk saat ini dan segera mencarikan nya salah satu Api abadi yang hingga saat ini belum aku temukan keberadaan nya " Kata Yuanheng dengan nada sedihnya dan membuat Ratu Li Chen Chen mengerti akan hal yang di maksud Yuanheng.
Karena Ratu Li Chen Chen sudah mengetahui semua tentang Suku yang berada Negeri Zianzu. Bahkan ia juga menemukan perselisihan yang terjadi di antara para suku yang tersisa di Negeri tersebut.
" Baiklah ibu mengerti , kita akan bahas setelah masalah ini selesai dan untuk sekarang saatnya kita bertindak , agar kakek tidak menunggu terlalu lama si kota asing " Kata Ratu Li Chen Chen yang sudah berhasil mengobati kedua mata Kaisar tua Chen .
" Iya ibunda , aku juga ingin segera mencari api abadi saat misi ini terselesaikan " Kata Yuanheng dengan nada tegasnya dan melesat pergi menuju ke Kota kerajaan suku es yang saat ini di serang kembali oleh Para Bangsa kegelapan .
Sedangkan suasana di kota kerajaan suku es terlihat sangat memprihatikan . Banyak mayat kering di mana mana . Hanya Seribu prajurit yang tersisa di Kerajaan Suku es Dan untuk para prajurit bantuan dari Kerajaan suku lainnya juga tinggal setengahnya saja . Karena sebagian dari para prajurit bangsa kegelapan adalah Mayat boneka yang di kendalikan oleh orang misterius di balik kegelapan dan keberadaannya sangat sulit untuk di prediksi . Sehingga membuat Kerajaan Suku es rugi besar dalam pertarungan hari ini. Bahkan sang Kaisar menarik mundur para putra putri nya yang ikut dalam pertarungan tersebut beserta dengan istri istri nya .
"Ibunda Ratu , aku tidak mau pergi , aku ingin membantu Ayahanda lagi " Seru Putri mahkota Xiasang yang tidak ingin pergi dan ingin membuktikan diri bahwa ia pantas mewarisi tahta kerajaan suku es.
" Bodoh , pertarungan ini bukan hal yang bisa kamu jadikan batu loncatan , Lihatlah para prajurit Mayat yang ada di sana !!! mereka sudah berhasil membunuh beribu-ribu prajurit kita , dan Kamu ikut apa tidaknya , itu tidak akan merubah penilaian pewaris yang hanya bisa di pilih oleh Bintang leluhur , apa kamu mengerti ....... !!! , kamu masih ada di bawah bayang-bayang anak jal**ng itu , walaupun sudah mati tapi dia akan tetap menjadi pewaris sah kerajaan ini " Kata Ratu Rong any sambil menarik paksa lengan putrinya untuk menuju ke tempat aman yang telah di sediakan oleh pihak istana.
" Berdoa saja , semoga anak itu tidak pernah muncul lagi di kota kerajaan suku es ,sehingga kamu dapat dengan lancar mendapatkan tahta Ratu Kerajaan ini walaupun tanpa restu dari para Leluhur bintang , Hanya orang terhebatlah yang mampu memimpin Negeri ini " Kata Ratu Rong any lagi dengan mengeluarkan ekspresi wajah suramnya .
" Iya ibunda , Aku harus menjadi Ratu kerajaan ini agar bisa bersanding dengan nya " Kata Putri mahkota Xiasang sambil menampilkan senyum di bibir mungilnya.
Membuat Ratu Rong any bangga , karena putrinya memiliki sifat yang sangat mirip dengan nya .
" Bagus , tidak sia sia aku mengasuhmu dari kecil hingga dewasa putriku " Kata Ratu Rong any yang kini sudah sampai di ruang bawah tanah istana kerajaan suku es.
...***...
Pertarungan masih berlanjut . Kini Kaisar Zi Sang dengan seluruh kekuatan nya menyerang salah satu jendral bangsa kegelapan . Namun serangan nya dengan mudah di hindari oleh Sang Jendral. Membuat Sang Kaisar marah besar dan melesat pergi untuk menebaskan pedangnya ke tubuh Jendral kegelapan .
" Guntur es " Kata Kaisar Zi Sang dengan gerekan cepat nya .
Sedangkan Jendral bangsa kegelapan dengan langkah kilatnya menghindari setiap serangan yang di arahkan padanya serta mengirimkan serangan balasan dengan kekuatan penuhnya.
__ADS_1
" Cambuk Naga hitam "Kata Jendral bangsa kegelapan bersamaan dengan kilatan petir menyambar dan langsung mengenai tubuh Kaisar Zi Sang .
Seketika membuat Sang Kaisar terjatuh dan dengan cepat di tangkap oleh Cambuk langit milik Yuanheng yang saat ini berada di atas burung Phoenix bersama dengan ibundanya.
" Apakah Anda terluka paman ??" Tanya Yuanheng dengan nada sopannya .
" Terimakasih anak muda , saya tidak apa-apa " Kata Kaisar Zi Sang sambil berusaha untuk menggerakkan salah satu anggota tubuhnya.
Namun rasa sakit yang ia rasakan setelah menggerakkan salah satu anggota tubuhnya. Karena cedera yang baru saja ia dapatkan. Di akibatkan oleh serangan dari Jendral kegelapan.
" Pulihkan dirimu terlebih dahulu , Kami akan mengurus sisanya " Kata Ratu Li Chen Chen dengan nada dingin nya tanpa melihat Kaisar Zi Sang dan berlalu pergi meninggalkannya di tempat yang terbilang cukup aman untuk memulihkan diri.
" Uuuuukh.......... siapa sebenarnya mereka ??, Auranya begitu kuat hingga tidak bisa terbaca " Guman lirih Kaisar Zi Sang sambil meminum pil pemulih .
Karena Ratu Li Chen Chen dan Yuanheng saat ini memakai topeng untuk menutupi jati dirinya , agar tidak di ketahui oleh para penduduk Suku . Namun Aura suku kuno Keduanya masih bisa di rasakan oleh seseorang dan membuat nya penasaran akan identitas asli keduanya .
" Ibunda , kenapa Aura ku jadi berbeda dari sebelumnya ??" Tanya Yuanheng sambil menampilkan wajah polosnya.
" Karena Ibunda merasakan sesuatu yang berbeda di dalam tubuhmu dan ada perasaan takut akan hal sesuatu yang kemungkinan akan terjadi di masa depan bila ibunda tidak segera menutupi nya dengan Aura milik ibunda " Kata Ratu Li Chen Chen dengan nada lembut nya .
" Ibunda tenang saja .....Yuan er kan kuat , pasti bisa melewati segala macam ujian yang akan datang di masa depan " Kata Yuanheng yang bisa membuat hati Ibundanya menjadi agak tenang.
" Baiklah , ibunda percaya padamu , tapi ingat satu hal !!! bila kamu tidak mampu mengalahkan lawanmu maka berusahalah untuk menghindari nya " Kata Ratu Li Chen Chen sambil menatap kesetiap Jendral kegelapan yang saat ini mulai mengepung keduanya.
" Iya ibunda , Yuan er berjanji " Kata Yuanheng sambil menampilkan kewaspadaannya .
Karena Suasana di sekitar Yuanheng dan ibundanya semakin lama semakin menegangkan.
Udah dulu ya lanjut besok dan selamat membaca semoga tidak mengecewakan para readers tersayang .
Dan ...... jangan lupa tinggalkan jejak kalian like comen dan Votenya ya 😊😊😊😊😊.
__ADS_1