Kembalinya Sang Pewaris Tahta

Kembalinya Sang Pewaris Tahta
Eps89


__ADS_3

Siang menuju ke sore hari masih panjang . Kini berlanjut ke pertarungan keempat , dengan angka yang tertera tujuh dan sembilan yang tak lain adalah murid dari perguruan Yin suyang, Weiwei dan murid dari perguruan Qingdao ,Yun Qingge .


Pertarungan pun dimulai. Gerakan kedua sangat cepat . Kekuatan nya pun juga tak kalah hebat dari murid lainnya. Tebasan demi tebasan kini mereka lakukan .


" Sreeeet......... ting ....... ting....... " Suara Tebasan dan dentingan pedang yang saling bersentuhan.


Seketika membuat Li chen chen tersenyum saat melihat kedua nya bertarung.


" Kekuatannya seimbang " Kata Li chen chen sambil melihat ke arena pertarungan.


" Ya sama sama memiliki kekuatan yang hebat , dan calon bibit bagus di masa depan " Kata Kaisar Fu Heng dengan tatapan tajam saat melihat kedua nya bertarung .


" Namun sayang , akan segera berakhir " Kata Li chen chen yang masih memperhatikan pertarungan tersebut.


" Kenapa Chan er memiliki kesimpulan seperti itu?" Tanya Kaisar Fu Heng dengan rasa penasaran nya .


" Karena murid dari perguruan Yin suyang sudah menghirup racun pelumpuh yang ada di pedang milik murid perguruan Qingdao , yang akan menyebar ketika pedang nya bergerak menyerang lawannya " jelas Li chen chen dengan nada santainya.


" Chan er ku sangat teliti " Kata Kaisar Fu Heng yang langsung mengusap lembut rambut panjang nya .


Sedangkan Li chen chen hanya menampilkan senyumannya sebagai jawaban dari perkataan Kaisar Fu Heng .


Pertarungan masih berlanjut . Suara dentingan kedua pedang sangat berirama . Serangan bertubi tubi kini Weiwei lakukan . Sedangkan Yun Qingge hanya bisa berusaha untuk menghindari serangan dari nya . Karena gerakan Yun Qingge selalu di kunci oleh serangan Weiwei. Hingga beberapa sayatan pedang mengenal tubuh sexsi nya .


" Aaaaaahhhhkkkkk......... " Suara Yun Qingge yang kini sedang kesakitan karena beberapa sayatan di tubuh nya .


Kini Weiwei akan mengeluarkan kekuatan spiritual nya , Setelah berhasil membuat luka di tubuh Yun Qingge. Namun tiba-tiba .......


" Uhuk........ uhuk........ " Suara Weiwei terbatuk dan memuntahkan segumpal darah segar .


Seketika membuat Yun Qingge tersenyum kecil.


" Apa .........???? ini..... !!!! kapan racun ini maa..." Kata Weiwei setelah memeriksa tubuh nya sendiri dengan menggunakan auranya , namun sebelum menyelesaikan kata-katanya ia sudah terjatuh pingsan.


" Bruuuk......." Suara tubuh Weiwei terjatuh di lantai arena.


Dan langsung membuat para murid sangat terkejut. Karena Weiwei tiba-tiba pingsan di saat akan mengeluarkan serangan pamungkas nya .


" Apa yang terjadi???"


" Kenapa dia ???"


" Seperti nya ia terkena racun dari Yun Qingge"


" Kapan ia mengeluarkan nya ??"


" emang layak di juluki master racun dari perguruan Qingdao"


" Sangat hebat "


Begitulah perkataan para murid yang melihat pertarungan Weiwei dan Yun Qingge.


Sedangkan Yun Qingge merasa lega, rencana awalnya telah berhasil . Karena ini adalah pertaruhan besar bagi nya. Hanya mengandalkan nasib baik untuk menunggu datangnya keberuntungan . Dan bisa saja ia kalah dengan luka yang lebih serius dari pada saat ini. Tapi untung rencana nya berjalan dengan lancar . Hanya saja luka sayatan di tubuh nya terbilang cukup parah dan sangat menyakitkan.


" Aaakh..... sangat perih " Guman lirih Yun Qingge saat menggerakkan tubuhnya.


Tak lama setelah tubuh Weiwei di pindahkan , Tetua Zen zian pun langsung mengumumkan pemenang nya yang tak lain adalah Yun Qingge yang kini sedang terluka akibat serangan bertubi-tubi dari Weiwei murid perguruan Yin suyang . Namun masih bisa bertahan demi kemenangan di detik detik waktu terakhir pertarungan.


Dan kini berlanjut ke pertarungan kelima , dengan angka delapan dan sepuluh , atas nama Leng li dari perguruan Gongxuan dan Zenian , sang putra mahkota kerajaan merak bulan dari perguruan Yin suyang.


Pertarungan di mulai . Gerakan gerakan cepat dan Lincah kini mulai terlihat di area pertarungan . Begitu juga dengan kekuatan keduanya , yang nampak sangat seimbang .


"sreeeet...... sreeeet..... sreeeet...." Suara tebasan dari pedang putra mahkota Zenian .


Namun dengan cepat , Leng li menghindari setiap tebasan dari pedang milik putra mahkota Zenian dan segera membalas serangan nya .

__ADS_1


" Terima ini " Kata Leng li sambil mengeluarkan Tebasan pedang petir nya .


Dan dengan gerakan cepat Putra mahkota Zenian juga dapat menghindari kilatan petir dari pedang Leng li.


" sreeeet............. sreeeet........ duuuuuuaaaarrrrr........." Suara kilatan petir dan ledakan dari kilatan petir tersebut.


" Lumayan " Kata Putra mahkota Zenian kerajaan Merak bulan yang berhasil menghindari serangan dari Leng li.


Pertarungan kini masih berlanjut . semakin lama semakin menegang . Berbagai serangan dan kekuatan kini keduanya lakukan . Tak berhenti di situ saja. Kekuatan hewan spiritual nya pun juga ikut serta . Hingga dua jam waktu berlalu , keduanya masih saling beradu kekuatan .


Namun masih bisa bertahan hingga saat ini . Dan akhirnya keduanya pun mengeluarkan kekuatan pamungkas.


" Kilatan pedang petir harimau putih ( Semburan apii biru naga sungai ) " Kata Leng li dan putra mahkota Zenian secara bersamaan .


Dan ..........


" Duuuuuuaaaarrrrr......... " Suara ledakan antara dua kekuatan yang bertabrakan .


Bertepatan dengan habisnya waktu pertarungan dan membuat para penonton penasaran . Siapa yang akan menjadi pemenang nya . Dan tiba tiba seseorang jatuh pingsan .


" Bruuuk...... " Suara Seseorang terjatuh pingsan .Yang tak lain adalah Leng li murid dari perguruan Gongxuan.


Karena tubuhnya yang lelah , begitu juga dengan Auranya yang tinggal sedikit . Dan tak lama kemudian setelah tubuh Leng li di pindahkan , pengumuman kemenangan putra mahkota Zenian pun terdengar.


" Pemenangnya adalah Zenian dari perguruan Yin suyang " Kata Tetua Zen zian dengan nada semangat nya .


" Dan pertarungan keenam dimulai , yang memegang angka sebelas dan dua belas silahkan naik ke atas panggung " Kata Tetua Zen zian lagi.


Kedua murid itu adalah Lilian dari perguruan Yin suyang dan Jenian dari perguruan Tangxian . Setelah mendengar panggilan dari Tetua Zen zian , keduanya pun langsung melesat pergi menuju ke arena pertarungan. Tak lupa kedua saling memberi hormat .


Dan beberapa menit kemudian pertarungan pun di mulai . Tebasan demi tebasan kini Mereka lakukan . Namun Lilian tak mampu untuk menandingi Kekuatan Jenian . karena Kekuatan kedua nya berbeda satu tingkat Yaitu di Ranah tingkat kaisar untuk Lilian dan di Ranah tingkat dewa untuk Jenian.


Dan Hanya memerlukan waktu satu setengah jam untuk menyelesaikan pertarungannya.


Akhirnya Jenianlah yang kini menjadi menjadi pemenang nya .


Hari sudah menginjak sore hari pertarungan pun sengaja di hentikan dan di terus di esok hari . Namun ......


" Tunggu sebentar , aku mau menanyakan sesuatu kepada putri mahkota Li chen chen" Kata seseorang yang kini melesat pergi ke tengah arena .


" Ada perlu apa kau dengan tunanganku ??"Tanya Kaisar Fu Heng kepada pemuda itu yang tak lain adalah putra mahkota kerajaan suku api.


" Ini urusan ku dengan Putri mahkota Li chen chen bukan dengan Yang mulia Kaisar , jadi tolong izinkan aku berbicara kepadanya" Kata Putra mahkota Jun Xiao kerajaan suku api yang membuat Kaisar Fu Heng menatap tajam ke arah nya .


Dan membuat Li chen chen melangkahkan mendekati Kaisar Fu Heng.


" Tenanglah Fu Heng , aku bisa menangani hama penggangu ini " Kata Li chen chen dengan nada santai nya .


Dan beralih menatap tajam ke arah Putra mahkota Jun Xiao .


" Emang ada urusan apa Yang mulia putra mahkota mencari ku ??" Tanya Li Chen chen dengan nada santai nya dan tatapan tajam nya.


" Aku mau bertanya kepadamu , Apa kau yang meracuni adik perempuan ku ??" Tanya Putra mahkota Jun Xiao yang sudah mencari beberapa petunjuk di tempat dimana minum teh diadakan dan hanya Li chen chen yang patut di curigai.


"Oh , soal kejadian kemarin ya , Kan sudah ada Jawabannya , yang saat ini tertulis di dalam hati Yang mulia Putra mahkota , kenapa masih menanyakan nya kepada ku " Kata Li chen chen yang tak menghiraukan tatapan tajam dari Putra mahkota Jun Xiao.


" Kau ............. wanita jal**ng beraninya berurusan dengan kerajaan suku api " Kata Putra mahkota Jun Xiao yang saat ini sedang marah melihat sikap Li chen chen yang seolah olah tak bersalah.


Dan langsung melesat pergi menuju ke tempat Li chen chen berada .


" Rasakan ini " Kata Putra mahkota Jun Xiao dengan Tebasan pedang api nya.


"Sreeeet....... sreeeet...... sreeeet....." Suara tebasan pedang api milik putra mahkota Jun Xiao


Namun dengan sekali gerakan tangan Li Chen chen membuat Putra mahkota terhempas jauh dan menabrak sebuah dinding yang ada di arena pertarungan.

__ADS_1


" Braaaak............" Suara tubuh putra mahkota Jun Xiao menabrak sebuah dinding.


Sedangkan tebasan pedang api milik putra mahkota Jun Xiao langsung membeku dan hancur. Karena di tangkis dengan aura dingin dari gerakan tangan Li Chen chen.


" Ingatlah ini , jika kau dan adikmu masih saja tetap mengusik ketenanganku , maka seluruh penghuni istana kerajaan suku api akan menerima akibatnya , camkan itu baik baik " Kata Li chen chen yang tak mau meneruskan keributan .


Karena saat ini ia merasa lelah dan ingin segera kembali untuk beristirahat , menuju ke alam mimpi nya .


Namun belum sempat meninggalkan Tempat nya, sebuah tekanan keluar dari seseorang yang memiliki kekuatan di Ranah tingkat surgawi .


" Kau berani mengancam kamii ??" Kata Seorang pria berjubah merah api seperti seorang Kaisar sebuah Kerajaan .


Dan di samping nya berdiri seorang wanita yang tak asing bagi Li chen chen. Seketika membuat nya tersenyum lebar.


" Oooh jadi...... hama kecil memanggil bala bantuannya ya " Kata Li chen chen dengan santainya dan tak tertekan dengan Aura milik pria berjubah merah api , yang tak lain adalah Kaisar Zang Xiao , kerajaan suku api.


Sedangkan para murid lainnya merasakan tertekan dan beberapa dari mereka tak bisa bernafas .


" Chan er berhati-hati lah , aku akan mengurus yang lainnya " Kata Kaisar Fu Heng sambil mengeluar kekuatan Pelindung nya untuk para murid yang masih berada di arena pertarungan.


" Baiklah Fu Heng " Kata Li chen chen dengan nada manja nya .


( masih sempat sempat nya bermanja ria 😅😅)


" Apa Kau bilang aku hama .....??? brengsek " Kata Kaisar Zang Xiao sambil mengeluarkan Aura nya lebih besar daripada yang tadi .


Dan tiba-tiba ..........


" Berhenti kalian , di sini bukan tempat orang melampiaskan dendam pribadi " Kata Dari salah satu Tetua perguruan Yin suyang yang kini mengeluarkan kekuatan tekanan nya .


" Uuuukkkkhh ......... " Suara Kaisar Zang Xiao dan para Tetua lainnya tertekan kecuali Kaisar Fu Heng dan Li chen chen.


" Tetua Zak ning , dia telah berani meracuni putriku , jadi aku harus segera membunuh nya " Kata Kaisar Zang Xiao yang sudah melapisi tubuh nya dengan Aura nya .


" Aku tak peduli dengan dendam kalian , ini adalah perguruan Yin suyang , jadi turuti peraturan ku " Kata Tetua pertama yang mempunyai nama Tetua Zak ning .


" Huuuh ......... baiklah Tetua , kami undur diri dulu " Kata Kaisar Zang Xiao dengan perasaan kesalnya.


" Awas kau " Kata Putra mahkota Jun Xiao sambil menatap tajam ke arah Li Chen chen.


Seketika membuat Li chen chen tersenyum dan menggerakkan jemarinya . Tak tau apa yang akan dia lakukan saat ini. Namun yang pasti di pikiran nya terlintas rencana baruu.


" Aku tunggu kabar darimu para hama " Guman lirih Li Chen chen dengan seyuman manisnya, tapi menakutkan bagi yang mengetahui tentang Li chen chen.



Putra mahkota Jun Xiao, kerajaan suku api.



Putri mahkota Xiao zu, kerajaan suku api.



Tetua pertama Zak ning , perguruan Yin suyang.



Tetua kedua Zen zian , perguruan Yin suyang.


Maaf kakak kakak , kemarin Author ketiduran jadi gak Update, maaf ya kelamaan menunggu .


Dan selamat membaca semoga tak mengecewakan para readers tersayang 😊😊,


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2