Kembalinya Sang Pewaris Tahta

Kembalinya Sang Pewaris Tahta
Ektra part 3


__ADS_3

Sore menjelang malam , pertandingan di hari pertama sudah selesai. Malam ini Kaisar Yuanheng terpaksa menginap di Kota kerajaan suku air. Karena suatu alasan yang mengharuskan dirinya untuk menginap . Kini Kaisar Yuanheng berada di salah satu kediaman di dalam istana. Kediaman nya bersebelahan dengan kediaman milik Putra mahkota Duan Ye yang kini masih berbincang dengan nya.


Sementara Putri mahkota Duan yinyin sudah berada di kediaman nya. Dia semakin tidak rela untuk melepaskan perasaan cinta nya kepada Kaisar Yuanheng. Hanya lelehan air mata yang bisa Ia lakukan saat ini.


" Kenapa perasaan ini terus tumbuh di dalam hati ku ??, kenapa .....?? , Seakan aku...... tidak rela untuk melepas nya " Kata Putri mahkota Duan yinyin yang menangis di dalam kamar sepinya.


Dan hanya di temani oleh dinginnya angin malam. Meratapi kisah asmaranya yang begitu rumit di dalam hidup nya.


...**...


Malam berlalu begitu cepat. Mentari pagi sebagai gantinya . Kini waktunya pertandingan di hari kedua . Putri mahkota Duan yinyin sudah siap dengan hanfu kebesaran nya. Namun di kedua matanya sedikit sembab Karena tangisan kesedihan nya. Kekurangan tersebut di ketahui oleh para pelayan pribadi nya.


" Yang mulia , kenapa kedua mata indah mu terlihat tidak baik ???, apakah tadi malam Yang mulia tidak bisa tidur??" Tanya salah satu pelayan pribadi nya.


" iya , tadi malam aku kesulitan untuk tidur , membuat kedua mataku lelah , apakah tidak ada obat untuk menyembuhkan nya ??, aku takut ini akan mempengaruhi kecantikan ku hari ini " Kata Putri mahkota Duan yinyin yang tidak ingin di ketahui oleh kedua kakak nya yang sangat sensitif akan perubahan pada dirinya.


" Tidak ada Yang mulia , tapi aku akan menambahkan bedak untuk menutupi kelelahan di kedua mata indah Yang mulia" Kata Pelayan pribadi Putri mahkota Duan yinyin yang kini melakukan aktivitasnya.


Dan untuk Putri mahkota Duan yinyin sendiri berusaha untuk menyegarkan kembali kedua mata indah nya. Menggunakan kekuatan elemen air nya.


Setelah beberapa detik kemudian , Pelayan pribadi Putri mahkota sudah menyelesaikan pekerjaan Nya. Yang mana membuat majikan nya terlihat cantik dengan kedua mata indah nya.


" Sudah selesai Yang mulia, Kelelahan di kedua mata indah Yang mulia sudah tidak terlihat lagi " kata pelayan pribadi nya .


" Terimakasih "Kata Putri mahkota Duan yinyin sambil melangkah pergi menuju ke tempat pertandingan dan di ikuti oleh kedua pelayan pribadi nya.


" Iya Yang mulia , ini sudah menjadi tugas hamba" Kata Pelayan pribadi nya dan mengikuti kemana majikannya pergii.


Sedangkan di Kota kerajaan Suku Langit terlihat seperti biasanya. Lalu lalang para prajurit yang sedang bertugas . Para dayang istana yang melakukan pekerjaan nya. Sementara Ratu Sansang masih bersantai di kediaman nya sambil membaca sebuah buku yang berisikan laporan tentang Kota Kerajaan Suku es miliknya. Memeriksa di setiap barisnya. Hingga tidak ada yang terlewatkan dari kedua mata indah nya.


Setelah satu jam lamanya Ratu Sansang menghentikan aktivitas nya . Ia merasa lelah dan ingin sekali berendam air hangat untuk menyegarkan tubuh nya.

__ADS_1


Dengan suara lembutnya , Ratu Sansang memanggil pelayan pribadi nya " Zizi , tolong siapkan air hangat , aku ingin berendam hari ini , ...... jangan lupa beberapa aroma bunga untuk membuatku merasa nyaman di saat berendam nanti "


Zizi segera memberi jawaban dengan nada hormat nya" Baiklah Yang mulia Ratu , saya akan segera siapkan apa yang anda perlukan"


" Terimakasih " Kata Ratu Sansang yang selalu ramah kepada para pelayan di samping Nya.


Dan kini Sang Ratu menuju ke arah jendela kamarnya . Menghirup udara segar di pagi hari sambil membayangkan wajah tampan Suaminya yang hingga kini belum juga kembali dari Kota Kerajaan Suku Air. Membuat hatinya terasa sepi . Pandangan jauh ke depan , Kerinduan yang sangat jelas terlukis di wajah cantik Ratu Sansang.


" Kamu sedang apa di sana ?? kapan kamu akan kembali suamiku ?? " Guman lirih Ratu Sansang dengan tatapan kesepian nya.


Namun tiba-tiba tubuhnya terasa lemas , Pandangan menjadi kabur . Tanpa peringatan Sang Ratu kehilangan kesadarannya . Membuat para pelayan berlari ketempat nya . Mereka takut akan terjadi sesuatu kepada Sang Ratu yang tiba tiba tidak sadarkan diri.


" Yang mulia Ratu .............. " Panggil para pelayan di saat Ratu Sansang jatuh pingsan.


" Cepat panggilkan tabib , Cepat ......." Kata Salah satu pelayan yang paling senior .


" Yang mulia Ratu ..... Yang mulia Ratu...... , Apa saja kerjaan kalian ??, Kenapa Yang mulia Ratu jadi seperti ini ???, Cepat pindahkan Yang mulia Ratu ke tempat tidur ....... " Kata Zizi pelayan pribadi Ratu Sansang yang baru saja menyelesaikan aktivitas nya dan terkejut di saat melihat Ratu Sansang jatuh pingsan.


Setelah beberapa detik kemudian Tabib istana tiba di kamar Sang Ratu dan segera memeriksa kondisinya yang masih berbaring lemas dengan wajah pucat nya.


...***...


Kabar akan apa yang terjadi kepada Ratu Sansang telah sampai ke telinga Kaisar Fu heng dan istri nya. Mereka dengan ekspresi wajah khawatir nya segera menuju ke Kota Kerajaan Suku Langit. Dengan menggunakan gerbang teleportasi keduanya telah sampai di istana utama kerajaan Suku Langit . Langkah yang tergesa-gesa Kaisar Fu heng dan Ratu Li Chen Chen menuju ke kamar Ratu Sansang menantu kesayangan nya .


" Bagaimana keadaan nya tabib ??" Tanya Kaisar Fu heng yang berpapasan dengan Tabib istana .


" Keadaan Yang mulia Ratu baik baik saja Yang mulia Kaisar , Hanya memerlukan banyak istirahat " Kata Tabib istana yang baru saja memeriksa keadaan Ratu Sansang.


Sementara Ratu Li Chen Chen segera menuju ketempat dimana Menantunya berbaring. Ia memastikan apa yang di katakan Tabib istana benar apa adanya. Dengan keahlian nya Ia segera memeriksa ulang kondisi tubuh Ratu Sansang. Yang ternyata adanya kehidupan baru di dalam rahim menantunya , walaupun masih berumur beberapa hari . Dan hal tersebut hanya Ratu Li Chen Chen yang menyadari nya . Ia dengan segera memberi perintah kepada Zizi untuk segera menyeduh bahan obat miliknya.


Setelah beberapa menit kemudian Ratu Sansang tersadar dari pingsan nya. Ia melihat mertuanya yang sudah ada di samping nya . Dengan nada rendah nya , Ratu Sansang menyapa mertuanya.

__ADS_1


" Ayahanda ibunda , maaf San er tidak bisa menyapa seperti biasanya " Kata Ratu Sansang dengan senyuman di bibir nya.


" Tidak apa-apa sayang , Selamat ya.... kehidupan baru telah hadir di dalam rahim mu" Kata Ratu Li Chen Chen yang membuat terkejut Semua orang terutama Ratu Sansang yang telah lama menanti nya.


" Apa ......... , benarkah itu ibunda??? , aku akan menjadi seorang ibu " Kata Ratu Sansang terharu dengan apa yang ia dengar.


"Iya sayang , tapi kami harus berhati-hati , usia kandungan mu masih sangat muda " Kata Ratu Li Chen Chen menasehati menantunya.


" Kami sangat senang , selamat ya nak , sebentar aku akan menjadi Kakek " Kata Kaisar Fu heng dengan senyuman di wajah tampannya.


" Iya , ayahanda ,Yuan pasti senang di saat menerima kabar bahagia ini " Kata Ratu Sansang yang membuat Ratu Li Chen Chen mengingat tentang putranya.


Karena Ratu Li Chen Chen hanya mengkhawatirkan keadaan menantu nya , Sehingga melupakan putranya sendiri yang tidak nampak ketika Ia tiba di istana kerajaan Suku Langit.


" Oh ..... aku lupa , Dimana Suamimu sekarang , Kenapa Dia tidak ada ketika kamu membutuhkan ??" Tanya Ratu Li Chen Chen dengan nada gemesnya.


" Anak bandel itu apa berulah lagi ???" Kata Ratu Li Chen Chen yang mengetahui sifat putra nya.


Membuat Ratu Sansang menampilkan seyumannya dan menjawab pertanyaan dari Sang ibu mertua " Suami ku saat ini masih berada di Kota kerajaan suku air, untuk menghadiri undangan , Ada acara bakat di sana Ibunda "


" Aaah......... anak itu...... . Guwen........ suruh putraku cepat kembali , beritahu dia , istrinya sedang sakit" Kata Ratu Li Chen Chen sambil memegang pelipisnya.


" Ibunda tenang saja , Suami ku tidak akan tergoda dengan wanita lain , Para menteri yang memojokkannya sekarang terdiam seribu bahasa " Kata Ratu Sansang yang berusaha untuk merubah posisi tubuh nya dan segera di bantu oleh ibu mertua nya .


" Baiklah , kamu adalah satu satunya penakluk Putraku " Kata Ratu Li Chen Chen sambil mengusap lembut kepala Menantu.


Suasana bahagia kini menyelimuti Istana kerajaan Suku Langit. Setelah lama penantian yang kini berbuah manis . Berkat kesabaran dan dukungan seluruh keluarga nya. Penerus tahta kerajaan Suku Langit akan segera terlahir dan menambah kehangatan bagi seluruh keluarganya.


Udah dulu ya lanjut Minggu depan ......


Jangan lupa setelah baca , like , komen dan Votenya

__ADS_1


...Terimakasih...


__ADS_2