
Setellah di antar pulang oleh Dapa Laila pun menulusuri jalan sempit sementara Dapa kembali melajukan motornya setellah beberapa lama kemudian tak terasa dia sudah sampai di pintu masuk Laila pun segera menggetuk pintu
Toook tokk....! Suara pintu
"ibu aku pulang"
setellah ituh pintu pun terbuka
"nak kamu udah pulang"
"iya bu"
"ayo masuk"
"baik bu"
Setellah ituh Laila pamit ke kamar begitupun denggan sang ibu
"bu aku ke kamar dulu ya"
"iya nak kamu cepet istrahat karena tepat besok kamu bakal menikah"
Seketika raut wajah dia berubah menjadi sedih membuat sang ibu iba dia lalu bertanya
"nak kok kamu kelihatan sedih sih"
"eungga kok bu"
ya udah gih istrirahat"
"baiklah selamat malam ibu"
"malam nak"
Setellah ituh Laila berjalan menuju kamar
namun Laila tidak langsung membaringkan diri dia hanya duduk di pinggir kasur
"ya ampun besok aku bakal nikah"(gumam Laila)
Laila pun membaringkan dirinya namun dia tak kunjung ngantuk suasana hati dia benar-benar sanggat kacau antara cemas gugup
"aduh kok eungga ngantuk-ngantuk sih"
setellah beberapa lama kemudian mata Laila mulai berat dan akhirnya dia menutup matanya sementara di kediaman Wijaya
"Arlon besok kamu harus nikah papah udah urus semuanya"
"apa nikah"
"iyah kamu janggan pura-pura lupa kan calon istrimu udah lulus jadi seperti yang dia mau pernikahan kamu di undur sampai dia lulus jadi ituh berarti besok adallah hari pernikahanmu"
"apa kamu menggerti"(lanjut papah)
"iya pah tapi kalo bisa lebih baik pernikahan ini di laksanakan secara sederhana gimana pah"
"emangnya kenapa Arlon"(sedikit keras)
membuat sang mamah datang menghampiri
"sayang mas ada apa ribut-ribut"
"eungga mah ini anak kesayanggan kamu permintaanya aneh-aneh"
"emang kamu mau apa sayang"(tanya sang mamah)
"ini mah aku cuma mau pernikahan nya di adakan secara sederhana dan terbatas"
"iya tau tu mah padahal papah udah pesen gedung malah penggen sederhana"
"ya udah sih mas turutin aja yang penting anak kita mau nikah"(sambil memegang pundak sang suami)
"iyah pah plis Arlon mohon"
"gimana sih terus gedung ituh papah udah pesen dan semua persiapan pernikahan"
"masa papah harus di batalin nanti taruh di mana muka papah"(lanjut sang papah)
"batalin ajah pah Arlon mohon"
"iya mas kasian anak kita"
__ADS_1
sang papah yang awalnya keberatan namun akhirnya dia menyetujuinya
"ya udah papah bakal batalin bentar papah telepon dulu wo nya"
"halo mba tolong semua pesanan untuk pernikahan delite"
"apa maksud anda tuan anda mau membatalkanya begitu"
"iya mba saya batalin"
"tapi mohon maaf tuan anda sudah mem bayar uang muka jadi gak bisa"
"kalo gitu uang nya gak usah di kembali kan eunggaa apa-apa kok"
"ya sudah pihak kita akan batalin"
"terima kasih mba"
"tuh Arlon puas papah udah batalin"
"makasih ya pah"
"eeh tapi kita harus beritahu bu Euis soal ini"
"iya mas"
"ah besok aja papah bakal beritahu"
setellah mereka bertiga selesai berbincang Arlon pun minta ijin ke kamar
"pah mah kalo gitu Arlon ke kamar dulu ya"
"baik sayang kita juga inggin istrirahat"
"ayo pah kita istrirahat"
"iya mah papah udah ngantuk"
Arlon pun berjalan menaiki tangga dia lalu sampai di pintu kamar dia akhirnya segera membaringkan tubuhnya sambil membayangkan menikahi laila
"aduh yang bener aja gue nikah sama gadis kampunggan"
"Arlon cepetan siap-siap papah tunggu"(teriak papah)
"iya sayang cepet kamu banggun dan siap-siap"
Arlon pun segera banggun lalu segera mandi
lalu dia segera berganti baju setellah ituh dia turun tangga
mah pah Arlon udah selesai"
"bagus ehh papah lupa belum kabari bu Euis"
"ya sudah pah cepet kabari bu Euis"
"iya mah"
Sang papah pun menggambil benda pipih dari kantong celana nya dia segera menelpon bu Euis
*begitu tersambung*
"halo bu ini saya pak Wijaya"
"halo pak ada apa"
"saya cuma mau beritahu soal rencana pernikahan anak kita gak jadi di laksanakan di hotel seperti rencana sebelumnya tapi bakal di laksanakan di rumah ibu apa ibu setuju"
"baiklah saya setuju"
semenatara Laila di kamar nya sudah siap denggan gaun berwarna putih dan juga riasan wajah dia tampak sedih
setellah sambunggan terputus akhirnya keluarga Wijaya dan di temani beberapa tetangga pun menuju rumah Laila setellah beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di pintu gang merekapun menulusuri jalan sempit sampai akhirnya mereka sampai di pintu masuk
"permisi bu kami sudah datang
sang ibu pun langsung keluar beggitu keluarga Wijaya datang ibu pun menyambut ramah kedatangganya
"silahkan masuk tuan"
"baik terima kasih"
__ADS_1
"silahkan duduk tuan"
merekapun masuk lalu segera duduk di tikar
"bu apa ibu sudah memesan penghulu nya"
"iya tuan nanti sebentar lagi datang"
"baiklah"
Setellah beberapa lama kemudian penghulu pun akhirnya sampai di rumah Laila
"permisi siapa yang inggin menikah"
"mari masuk dulu pak silahkan duduk"
"ini anak saya mau menikah"
"kalo gitu mana mempelai wanitanya"
"sebentar pak biar saya bawa"
Sang ibu pun meminta ijin untuk membawa Laila
"baik silahkan"
setellah sampai
"nak cepet keluar penghulu nya udah datang"
"baik bu"
setellah beberapa menit kemudian sang ibu kembali bersama Laila Arlon sesekali terpesona denggan kecantikan Laila namun dia terus menipisnya
(batin)"aduh dia cantik juga kalo di dandanin kaya gini"
"sayang kok benggong"
" eh eungga kok mah"
Batin"(sial eungga eungga apa an sih gue mau gimanapun dia tetep gadis kampung"
permisi pak ini mempelai wanitanya"
"silahkan duduk dekat mempelai pria"
Laila pun berjalan ke arah arlon lalu duduk dekat Arlon
"maaf tuan anak anda namanya siapa"
"Arlon putra Wijaya "
"kalo mempelai wanitanya bu"
"Laila permata sari"
"baik kalo beggitu mari mulai ijab kobulnya"
"ananda Arlon putra Wijaya saya nikahkan dan kawin kan eungkau denggan saudari Laila permatasari putra dari bapak Beni almarhum denggan maskawin berupa emas 50 gram dan seperangkat alat solat di bayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinya Laila permata sari binti Beni almarhum denggan maskawin tersebut di bayar tunai"
Arlon pun terdenggar lancar menggucapkan ijab kobul
"gimana para saksi sah"
sah sah sah terdenggar suara menggucapkan sah
"baik selamat kalian berdua telah resmi menjadi suami istri"
"silahkan kecup kening istri anda"
Arlon pun terkejut namun mau tidak mau dia pun menggecup kening Laila
"baik sekarang giliran istri mencium tanggan suami"
Laila pun menuruti perintah sang penghulu
Kini mereka sudah sah menjadi suami istri
Bersambung....!
__ADS_1