
Setellah beberapa lama kemudian di saat Laila inggin memejamkan matanya tiba-tiba dia di kagetkan denggan suara
"Toook took"
(batin)"apa dia udah pulang ya"
Laila lalu terbanggun dan menuruni tangga setellah sampai dia pun membuka pintu
"iya siapa"
"ini gue Arlon buka pintunya"
"iya baiklah"
Laila pun membuka pintu dia mendapati Arlon
Arlon pun segera berjalan menaiki tangga begitupun Laila dia membuntuti Arlon dari belakang setellah sampai di kamar Laila pun memberanikan diri bertanya
"kamu dari mana aja"
"bukan urusan kamu"
"tapi ak"
Perkataan Laila terpotong karena Arlon langsung menyambar
"sudahlah gue mau tidur gak usah banyak tanya ngerti"(lanjut Arlon)
setellah Arlon berbicara seperti ituh membuat Laila tidak inggin bertanya lagi
"baiklah"
Lalu dia segera membaringkan tubuhnya di atas kasur sementara Arlon dia berjalan ke arah sopa merekapun akhirnya tertidur
Setellah lama kemudian tak terasa hari mulai pagi Laila pun segera mandi setellah selesai dia pun bersiap-siap minyiapkan sarapan setellah ituh Delia dan Wijaya pun sudah banggun dia mendapati sang menantu sedang menyiapkan sarapan Delia pun menyapa sang menantu
"selamat pagi sayang"
"selamat pagi mah pah"
"kok kamu udh banggun aja"(seru Wijaya)
"kamu janggan bikin sarapan kan ada bibi"
"gak apa-apa"
"mana suami kamu apa dia belum pulang juga biar papa jewer telinga nya"
"ada kok pah dia kamar"
__ADS_1
"apa dia masih tidur"
"iya pah"
"kalo gitu sana kamu banggunin"
"tapi ini belum selesai"
(batin)"apa banggunin singga yang lagi tidur yang ada dia menggamuk tapi apa boleh buat
"gaapa-apa nanti biar bibi yang lanjutin"
"baiklah"
Laila pun berjalan ke arah kamar denggan ragu-ragu dia pun memberanikan diri membanggunkanya sambil sedikit mengguncang tubuh Arlon namun Arlon awalnya tak kunjung banggun sampai akhirnya usaha itupun membuahkan hasil
"hei baaabanggun"
"ih apa an sih loe"
"banggun"
"papah nyuruh aku banggunin kamu"
Mendenggar kata papah Arlon pun seketika langsung terbanggun
"apa kata loe papah"
"iya"
"heeh loe ngapain nyiapin baju buat gue
gue bilang gak usah ya gak usah"
"kan aku istri kamu emangnya salah kalo aku nyiapin keperluan kamu"
"alah kita nikah cuma paksa camkan"
mendenggar lontaran dari arlon membuat laila sedikit sedih namun kenyataanya itu benar adanya mereka cuma nikah paksa
setellah selesai berganti baju Arlon pun meninggalkan Laila dia segera turun tangga Laila pun beranjak dari duduknya lalu menyusul ke bawah setellah sampai di ruang makan Arlon pun menyapa ke dua orang tuanya
"moring mah pah"
"morning juga sayang"(seru Delia)
"iya morning eh Arlon kamu malam habis kemana kamu pulang jam berapa"
"itu pah anu em ada urusan"
__ADS_1
"gimana papah punya cucu kalo kamu kelayapan mulu"
"iyah sayang mamah juga penggen menimbang cucu"
Delia pun menenangkan sang suami
"udah mas tenang mungkin anak kita ada urusan"
menarik kursi lalu segera duduk Delia dan Wijaya yang sudah ada dari tadi di ruang makan setellah ituh sang pembantu pun membawa masakan yang sudah tersaji
"ini tuan sarapan nya sudah selesai"(seru pembantu)
"baiklah terima kasih"(seru Delia)
"kalo gitu saya pamit kebelakang dulu tuan nyonya aden"(seru pembantu)
"iya"(seru Wijaya)
"Arlon mana istri kamu"
"nanti juga dia datang"
Laila pun segera menghampiri mereka
"selamat pagi mah pah"
"pagi silahkan duduk"
Mereka lalu segera sarapan di tenggah sarapan Wijaya pun kembali membahas soal anak membuat Arlon dan Laila tersedak
"Arlon kamu kapan punya anak"
seketika Arlon dan Laila pun tersedak
uhukk uhukkk....!
"ini minum dulu sayang kamu kenapa"(seru Delia)
"ini juga sayang pelan-pelan makanya"
"iya mah"(seru Laila)
"laggian papah benar sayang kita penggen punya cucu dari kalian"
Seketika Arlon dan Laila serampak
"haaah"
saling pandang
__ADS_1
Bersambung.....!