Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 73 kepanikan


__ADS_3

Setelah lama kemudian Laila selesai di danda ni oleh Delia


"ya ampun kamu makin cantik kalo di poles begini"


"masa sih mah menurut aku biasa aja"


"mamah tidak bohong kalo gak percaya kamu lihat aja dirimu di cermin"


Delia pun tersenyum lalu dia menyuruh Laila bercermin


Laila saking penasaran lalu menuruti nya


"ya ampun!"tapi mah aku rasa ini berlebihan"


Laila pun melihat pantulan dirinya di cermin dia tampak cantik denggan gaun putih dan rambut nya di biarkan terurai dan Delia senggaja membuat Rambut Laila sedikit bergelombang dan menambahkan Asesoris bungga yang sanggat cantik di dekat telingga nya


"bagaimana sayang kamu cantik kan"


Delia kemudian menggambil sepasang Anting lalu dia mendekat ke arah Laila kemudia memakai kan nya


"sayang dan ini pelengkap nya"


"iyah!"tapi aku rasa ini berlebihan!"


"tidak sayang!"mamah hanya memoles nya sedikit"


"tapi mah!"aku cuma jadi tamu nya bukan seorang penggantin nya!"


Wijaya kemudian memuji menantu nya


"ya ampun!"menantu papah terlihat sanggat cantik"


"tapi pah"


Wijaya kemudian mencela ucapan Laila


"sayang kamu pakai ya papah udah siapin ini buat kamu"


Laila kemudian terpaksa menuruti kedua mertua nya


"baiklah!"mah,pah!"

__ADS_1


"makasih sayang!"


"baiklah!"


Sekarang kita mau mandiin cucu nenek setelah itu brayen pun selesai di kemudian segera di pakaikan jas dan juga celana panjang


"waaw cucu nenek terlihat seperti panggeran kecil"


Di sisi lain Arlon masih duduk menunggu di ruang tamu dia kemudian melihat sang pembantu keluar dari arah kamar Anita kemudian di lantas turun kelantai bawah setelah di lantai bawah


"bi!"bagaimana"


"eh!"den Arlon non Anita nya masih di dalam kamar"


sang pembantu pun lalu kembali menawarkan minum


"den!"apa aden tidak mau minum!"


Arlon pun terlihat sedang berpikir tiba-tiba


"ya ampun bi!"sepertinya semua tamu sudah datang!"


Sang pembantu pun kembali meniggalkan Arlon


"den!"bibi tinggal dulu mau kasih tau non Anita!"


"baiklah!"


Sang pembantu pun melangkah kan kaki nya ke arah tangga sementara Anita tampak kebinggunggan


"aduh bagaimana ini!"


setelah ituh kemudian dia kembali menaiki tangga setelah lama kemudian dia sampai di pintu masuk kamar sang pembantu pun kembali menggetuk pintu kamar majikan nya


"Tokkk...tookk..!"


Anita pun lalu melangkah kan kaki nya ke arah pintu lalu membuka pintu kamar nya


"non!"


"ada apa...!"

__ADS_1


"Ini non gawat sepertinya semua tamu sudah pada datang!"


"iya bi!"aku sudah tau"


"haah non tau dari mana"


"itu tidak penting bagaimana ini"


Sementara mereka bertiga tampak sudah selesai bersiap


"sayang sebaiknya kita berangkat"


"baiklah!"


Delia dan Wijaya pun lantas keluar dari dalam kamar begitupun denggan Laila sambil membawa berayen di tangga nya


"sayang hati-hati"


"iya mah!"


setelah itu mereka bertiga kemudian lantas menuruni tangga setelah lama mereka pun sampai di lantai bawah mereka kemudian melangkah kan kaki nya menuju arah pintu keluar Wijaya kemudian miminta Delia dan Laila menunggu nya


"mah,Laila kalian tunggu di sini dulu ya papah mau ambil mobil dulu di garasi!"


"baiklah pah!"


"iya kami tunggu"


Setelah lama kemudian Wijya pun kembali sambil membawa mobil lalu menghentikan nya di dekat sang istri dan menantu nya


"Ayo masuk mah,Laila!"


"baiklah!"


"baiklah pah"


Sementara Arlon tampak panik sesekali melihat keluar


"ya ampun bagaimana ini!"kenapa mereka lama sekali"


Bersambung...!"

__ADS_1


__ADS_2