Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 45 kemarahan Wijaya


__ADS_3

Setellah itu Laila mulai melangkah sambil mendorong kereta bayi mendekati pintu masuk kosan ituh Laila pun mulai menggetuk pintu dan menggucapkan salam


Tookk..tokk..!


"Asalamu'alaikum"


Beberapa lama kemudian pintu ituh pun terbuka lalu munculah gadis cantik seusianya


"iya siapa...?"(tanya gadis ituh)


"eh maaf salah orang"


"owh ya gapa-pa"


gadis ituhpun kembali masuk dan menutup pintunya


"ah ternyata bukan Nara"


Laila pun sambil membawa bayi nya berjalan kembali menuju pintu kedua lagi-lagi dia tidak menemukan Nara


Tookk..tokk


"eh siapa"


"eh maaf mba salah orang"


"aduh apa Nara tidak ngekost di sini ya...?"


Sudah 2 kali Laila menggetuk pintu namun ternyata di dalamnya bukanlah Nara sahabatnya Laila pun menuju pintu terakhir berharap penghuninya adallah Nara


Laila pun telah sampai di pintu masuk namun sebelum menggetuk pintu dia pun berdoa


(batin)"ya Allah aku sudah 2× mendatanggi penghuni kosan tapi semua salah komohon ini yang terakhir semogga ada Nara di dalam nya Aminn"


Laila pun menggetuk pintu


Tokk...tokk..!


Munculah dari balik pintu gadis cantik yang Laila cari yang tak Lain adallah Nara Laila pun langsung memeluk Nara sambil terisak dia benar-benar merasa sedih hingga tak bisa berkata-kata


"Nar aku ...hikk..hikk"


"La kok kamu ada di sini"


"sebenarnya aku..hikk"


Laila pun melepas pelukanya


"La kamu kenapa naggis"


"dan kok kamu bawa bayi malem-malem"


"kalian kenapa..?"


Nara pun meraih kereta bayi Laila ke dalam lalu dia menggajak Laila

__ADS_1


"La kamu tenang ya sebaiknya kita masuk dulu"


Laila pun lalu masuk sementara setellah di dalam dia menaruh brayen di dekat sofa Lalu menyuruh Laila duduk


"La duduk dulu aku mau ke dapur dulu tunggu sebentar"(lanjut Nara )


setellah ituh dia berjalan ke arah dapur setellah lama kemudian dia kembali denggan segelas air di tangganya lalu memberikanya kepada Laila


"La kamu minum dulu biar tenang"


"makasih Nar"


Laila pun menerimanya dan meminum nya lalu dia menaruh kembali gelas ke atas meja


Setellah ituh Nara pun duduk di dekat Laila setellah Laila terlihat mulai tenang


"La kamu udah agak baikan"


"iya Nar makasih"


Nara pun setellah Laila merasa lebih tenang dia pun memutuskan untuk bertanya


"La sebenarnya kamu kenapa..?"


Laila pun terdiam beberapa detik


(batin)"aduh apa aku cerita aja ya laggian Nara kan sahabat aku selain dia siapa lagi yang bisa aku percaya"


"La kenapa..?"kok diam"


"iya Nar sebenarnya"


"ya ampun aku gak nyangka dia bisa sekasar itu sungguh cuma gara-gara kamu baggunin dia kamu sampai di kata-katain dan di tampar"


Laila pun mengganguk


"ya ampun yang sabar ya La"


"ya udah La mendinggan kita istirahat aja udah malem"


"sebaiknya bayi kamu bawa juga ke kamar"


Nara pun membawa bayi Laila ke kamar Lalu di susul Laila Nara pun menaruh brayen di dekat kasur


"maaf ya La bayi kamu jadi harus tidur di kereta dorong bayi gini"


"iyah eungga apa-apa Nar"


"ya kamu lihat ajah tempat tidur aku kecil maaf ya"


"eungga apa-apa Nar"


merekapun lalu menaiki kasur Lalu mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu mereka tertidur pulas setellah lama kemudian hari mulai pagi mereka pun terbaggun sementara di sisi Lain Arlon pun terbanggun dia melihat ke arah sofa dia menyadari Laila tidak ada


"mana wanita ituh kok gak ada"

__ADS_1


"apa dia di kamar mandi"


"dasar wanita ituh berani-beraninya dia memakai kamar mandi terlebih dahulu biar aku selesaikan awas kau"(lanjut Arlon)


Arlon pun lalu menuju Kamar mandi stellah sampai di pintu masuk Arlon pun Langsung membuka pintu


"hei kau"


"haah kok dia eungga ada"


"apa dia di ruang makan"


Arlon pun lalu berjalan keluar dari kamar setellah ituh dia menuruni tangga dan berjalan ke arah ruang makan namun dia tidak menemukan Laila melainkan sudah ada Delia dan Wijaya


"mah pah Laila di mana..?"


"eungga salah sama pertanyaan kamu sayang"


"eungga mah"


"kami juga lagi nungguin kalian"


Wijaya pun ikut menimpali


"apa maksud kamu"


"itu pah em"


Arlon pun tampak tergagap


"apa katakan"


"Laila gak ada di kamar"


Raut wajah Wijaya berubah lalu dia


pun menggeprak meja yang menimbulkan suara cukup keras membuat Delia kaget bahkan Arlon sampai menunduk karena takut


"brakkk..!


"kenapa apa yang kamu lakukan"


Arlon pun terdiam di saat Wijaya bertanya


(batin)"aduh aku harus bilang apa sama papah aku gak mungkin jujur"


ya Arlon tidak bisa bicara jujur karena dia takut kepada dia tau Laila tidak ada di rumah pun Wijaya sudah marahnya sperti ini apalagi kalo dia tau jika Laila di tampar oleh Arlon


"papah gak mau tau kamu cari Laila sampai ketemu kalo tidak terpaksa papah bakal cabut semua pasilitas kamu yang papah berikan"


Arlon pun terdiam


(batin)"ya ampun pah bisanya cuma ngancem doang laggian dia kemana sih...?"pake acara kabur segela ngerepotin aja"(lanjut Arlon)


"Arlon kenapa diam kamu ngerti"

__ADS_1


"iii iya pah"


Bersambung....!


__ADS_2