Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 36 bertemu Nara


__ADS_3

Bu Euis pun segera keluar dan menuruni tangga begitupun Arlon dan Laila mereka mau menggantar bu Euis ke dapan sesampai di ruang keluarga Wijaya pun segera


"bu mari"


"iya tuan"


Merakapun segera berjalan ke arah pintu keluar Sesampai di luar tiba-tiba Laila memeluk sang ibu


"ibu hati-hati ya aku pasti kanggen ibu"


"iya sayang kamu baik-baik ya di sini"


Laila pun melepas pelukanya lalu mengganguk pelan


"ya udah sekali lagi ibu pamit ya"


"iya bu"


Sementara Wijaya dia segera memasuki mobil nya


"mari bu"


"iya tuan"


Bu Euis pun segera menaiki mobilnya terdenggar dari Luar Laila menggucapkan


"hati-hati bu"


Setellah itu Wijaya pun segera melajukan mobilnya mereka berdua pun segera kembali kedalam sementara Wijaya pun sudah sampai desa Lalu dia menghentikan mobilnya Bu euis pun Lalu turun


"makasih tuan apa tuan ridak inggin mampir sebentar"


"maaf bu saya harus segera pulang"


"baiklah"


Wijaya pun segera kembali melajukan mobilnya setellah lama kemudian Dia sampai di rumah dia pun kembali menghentikan mobilnya lalu segera turun dan menggetuk pintu


Tookk....tokk..!


Delia pun segera membuka pintu


setellah pintu terbuka


"kamu udah pulang mari masuk"


"iya sayang"


mereka pun masuk bersama


SATU TAHUN KEMUDIAN.....!


tak terasa sudah 1 tahun lamanya mereka menjalani pernikahan yang tetap masih sama seperti biasanya tanpa ada rasa cinta di hati masing-masing bagaikan sayur kurang garam ituh yang di rasain Arlon dan Laila


Laila meminta ijin kepada Delia dan Wijaya untuk membawa brayen ke luar Sementara Arlon terlihat bosan


"Mah pah boleh ga Kalo Laila bawa dede bayi nya keluar"


"emang kamu mau kemana"


"deket kok mah cuma mau ke taman"

__ADS_1


"boleh kan mah pah"


"iya udah kamu bawa brayen pake kereta dorong bayi kan"


"iya mah"


"tapi kamu harus di anter Arlon"(seru Wijaya)


"iya kalo dia mau"


Wijaya pun memanggil Arlon


"Arlon"


Arlon pun segera turun tangga lalu menghampiri Wijaya


"iya pah ada apa"


"tolong kamu anterin istri kamu ke taman"


"iya pah"


(batin)"akhirnya bisa juga gue keluar


setellah itu Laila pun pamit


"mah pah kalo gitu kita pamit dulu ya"


"baiklah hati-hati"


Laila dan Arlon pun berjalan bersama keluar pintu kemudian Arlon segera menaiki mobil di susul oleh Laila


"iya bentar aku Lagi naruh dede bayi nya"


setellah Laila memasuki mobil Arlon pun segera menggendarai mobilnya setellah lama kemudian Akhirnya mereka sampai di taman


"ah akhirnya sampai juga"


Arlon pun segera menghentikan Mobilnya semen tara di sisi Lain Anita sedang melamun karena sudah Lama kekasihnya tidak menggunjungginya


Laila pun lalu turun sambil membawa kereta bayinya sementara Arlon tidak


"hei kok kamu eungga turun"


"emang kenapa kan loe yang mau ketaman bukan gue. gue kan cuma nganterin loe doang itu juga papah yang nyuruh"


"ya udah"


"hei gue ada urusan sebentar gue tinggal ya nanti gue jemput loe lagi"


Laila pun hanya mengganguk lesu sementara Arlon segera kembali melajukan mobilnya lalu dia berjalan mendorong kereta bayi tiba-tiba datanglah wanita


"La"(teriak wanita itu)


Laila pun Lalu menoleh


"iya ada apa"


"ya ampun Nara"


"iya ini aku"

__ADS_1


"kamu lagi ngapai di sini"


"aku kanggen kamu Nara"


"iya aku juga La"


merekapun saling berpelukan setellah itu merekapun melepas pelukan


"eh ini bayi siapa"(lanjut Nara)


"ini bayi kamu kapan kamu merrid kok kamu eungga ngundang aku sih"


Laila pun binggung harus jawab apa karena Nara terus-terusan bertanya bahkan tidak membiarkan dia berbicara


"eh bukan Nar ini bayi tetangga"


"janggan bohong deh La itu bayi kamu kan"


"iya ini bayi aku"


"jadi bener ini bayi kamu kok kamu jahat banget eungga ngundang aku"


Laila pun menceritakan semuanya bahwa dia di jodohkan dan pernikahan nya terbatas


"jadi gitu Nar ceritanya"


"owh aku ngerti semoga pernikahan mu samawa"


"makasih Nar doa nya"


"Nar kamu ngapain ada di sini"


"aku kuliah di dekat sini La"


sementara di sisi Lain Arlon ternyata menggunjunggi Anita


Tokk....tokkk...!


"eh siapa ya"(gumam Anita)


"apa janggan-janggan"(lanjut Anita)


Anita pun segera membukakan pintunya


setellah pintu terbuka


"ya ampun sayang ini beneran kamu"


"iya aku kanggen kamu"


"aku juga beby"


"maafin aku beby soalnya aku gak bisa keluar"


"hmm"


"ya udah ayo masuk"


Arlon pu Lantas masuk ke rumah Anita


Bersambung....!

__ADS_1


__ADS_2