
setelah ituh Arlon pun lantas berganti baju kemudian setelah ituh dia pun melangkahkan kakinya ke arah kasur dia lantas meniaikinya lalu dia merebahkan tubuhnya dia mulai menutup matanya sampai akhirnya dia pun tertidur pulas setelah lama kemudian hari mulai pagi Arlon pun banggun lebih awal dari biasanya
"selamat pagi dunia"
lalu dia pun segera berjalan ke arah kamar mandi namun sebelum ituh dia pun melewati sofa yang terdapat Laila dia pun berhenti sejenak melihat ke arah Laila yang masih tertidur pulas
"kenapa wanita modelan loe harus ada di hidup gue"
Setelah mengatakan ituh dia kemudian melanjutkan kembali langkahnya menuju kamar mandi sementara di sisi lain Anita pun banggun lebih pagi dari biasanya dia lantas segera bangkit
"oh akhirnya"
Wanita ituh pun kemudian melenggang ke dalam kamar mandi sementara Laila pun kemudian lantas mulai membuka matanya
"haah dia kemana"
Laila pun lantas banggun dan menghampiri sang bayi
"pagi anak mamah yang ganteng"
Laila pun mencium brayen
"emm kamu udah baggun"
"kamu tau dia mana dia"
Laila pun terus menggajak ngobrol anaknya
"ah mungkin di sedang mandi"
Laila kemudian beranjak lalu dia pun berjalan ke arah lemari untuk menyiapkan baju ganti buat Arlon
Terlihat Arlon keluar dari arah kamar mandi
Laila kemudian membawa baju ganti ituh ke arah Arlon
"ini baju gantinya"
__ADS_1
Laila kemudian memberikanya kepada Arlon namun sikap Arlon janggankan menerima melirik saja tidak dia pun langsung melenggang ke arah lemari Laila pun memberanikan diri
"kamu kenapa sih selalu saja seperti ituh tolong beri aku kesempatan"
Arlon pun seketika berhenti sejenak
" emangnya kenapa bukanya loe tau jawabanya haah"
"dan satu lagi apa kesempatan!"maksud loe"
Laila pun tersenyum berharap apa yang ia harapkan
Arlon pun lantas berjalan ke arah Laila lalu dia kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Laila membuat Laila sedikit ketakutan
"dengger ya janggan ngimpi"
seketika senyuman Laila memudar
"kenapa kenapa kamu sepert ituh kenapa"
"tapi kenapa tolong kita masih bisa memperbaiki ini sama-sama"
"denggerin sebaiknya loe mundur aja kalo udah cafe sama gue ngerti loe"
Arlon pun menggangkat telunjuknya ke muka Laila
"dengger kan haah"
Arlon pun lantas kembali membalikan badanya lalu kembali melangkahkan kakinya
ke arah lemari sementara Laila hanya diam mematung
(batin)"ya tuhan apa yang harus aku lakukan"
Laila kemudian segera melangkah kan kakinya ke arah kamar mandi sementara Arlon terlihat sedang berganti baju dia pun memilih baju yang lebih rapih setelah ituh dia lantas keluar kamar menuju ruang makan
Delia pun melihat heran sang putra denggan penampilanya yang beda
__ADS_1
"sayang kamu mau kemana..?"
(batin)"aduh gimana ini mamah kan belum tau"
Namun sebelum Arlon menjawab Wijaya pun kemudian lebih dulu menimpali
"Arlon sebaiknya sarapan dulu"
Delia yang tidak menggerti
"pah emang Arlon mau kemana..?"
"udah mah nanti mamah juga tau"
"eh iya kok kamu sendiri mana istri kamu..?"
"eh dia masih di kamar"
"ya udah sebaiknya kita tunggu dulu istri kamu"
"tapi mah"
Arlon pun tampak inggin protes namun Wijaya langsung memotongnya
"mamah kamu benar Arlon"
"iya pah"
Akhirnya Arlon pun menggalah melihat Wijaya mulai melototkan matanya sementara terlihat Laila keluar dari arah kamar mandi dia pun lantas berganti baju setelah ituh
"haah dia kemana apa dia sudah lebih dulu pergi"
"kenapa dia tidak biasanya meninggalkan ku"(lanjut Laila)
Laila merasa setelah Wijaya bicara seperti ituh Arlon semakin seenaknya kepada dirinya
Bersambung...!
__ADS_1