
Setelah itu sang penghulu kemudian menyuruh Arlon memakaikan mas kawin kepada Anita begitupun denggan Anita mereka kemudian menuruti nya setelah itu penghulu menyuruh Arlon mencium kening istrinya
"silahkan cium kening istri anda"
Lalu kemudian menyuruh Anita mencium tanggan suami nya
"dan silahkan cium tanggan suami anda"
Di sisi lain Di sebuah Campus tampak seorang pria turun dari angkot kemudian teman nya pun menghampiri
"hei!"tumben naik Angkot kok eungga di anterin kakak loe!"
"iya!"soalnya kakak gue lagi ngadirin Acara pernikahan kak Arlon"
"oh gitu yaudah ayo masuk"
tanpa senggaja Dapa yang mendenggar
Dapa pun langsung menghampiri mereka berdua beggitu mendeggar nama Arlon di sebut
"eh!"aku eungga senggaja dengger kamu bilang kakak kamu lagi di acara nikahan kak Arlon apa aku bisa minta alamat nya!"
"eh!"buat apa an Dap!"
"udah cepetan"
"ya udah deh untung aja gue tau alamat nya!"
"nih loe tulis!"
pria itu pun memperlihakan henpone nya sementara Dapa meraih tas membuka lalu menggambil buku dan bolpoint lalu menulisnya
"udah!"makasih ya!
Dapa kemudian langsung berjalan ke arah motor nya
"iya sama-sama"
namun saat berbalik dia tidak melihat Dapa
Dia kemudian bertanya pada temanya
"eh Dapa mana!"
"tuh!"
"eh Dap!"loe mau kemana sedikit berteriak!"
Karena posisi nya udah jauh
"gue ada urusan bilanggin sama Dosen gue eungga masuk kelas hari ini"
Dapa kemudian tancap gas motor nya sementara seorang pria mendekat ke arah Arlon lalu menggucapkan selamat bisa di bilang dia tamu satu-satu nya teman Arlon yang Arlon undang lewat pesan whatts app
"lon gue ikut bahagia loe akhirnya nikah juga!"
"makasih ya loe mau datang!"
Setelah lama kemudian Dapa sampai di kediaman Anita dia langsung menghentikan motornya lalu tergesa-gesa masuk ke dalam tanpa menggetuk pintu semua orang pun tampak kaget begitupun Laila Dapa kemudian menghampiri Arlon dia tanpa basa-basi menarik kemeja yang Arlon kenakan Lalu Dapa kemudian memukul Arlon
"bruuukk!"
Arlon pun tersungkur lalu dia bangkit sambil memeganggi bibir nya yang terasa perih
"hei!"kenapa kau tiba-tiba memukul ku"
"lelaki berengsek seperti mu memang pantas mendapat kan itu"
"apa maksud mu"
Dapa kemudian mendekat kembali ke arah Arlon mereka pun tampak terlibat perkelahian
semua pun tampak panik sementara pak penghulu memutuskan untuk segera pergi
__ADS_1
"pak!"ada apa lagi ini mohon maap saya permisi dulu saya tidak mau lagi ikut campur"
Wijaya kemudian memberikan Amplop coklat pak penghulu pun menerima nya
"baiklah ini bayaran nya maapin kekacauan ini pak!"
Seru Wijaya tak enak hati pak penghulu pun hanya mengganguk lalu berlalu Wijaya kemudian mendekat ke arah menantu nya lalu berbisik
"sayang apa kamu menggenal pria itu!"
"emmm iya dia teman sma ku dulu pah"
"pah!"sebaiknya aku harus menghentikan nya"
"tapi"
Wijaya tampak inggin melarang namun sang menantu nya sudah tidak ada lagi di hadapan nya
Laila kemudian turun tanggan dia menghampiri Arlon dan Dapa
"stoop hentikan kenapa kalian malah berantem seperti ini!"
mereka berdua pun tampak berhenti
"La kamu ikut sama aku yuk dia tidak pantas sama kamu dan seorang Ayah dari Anak kamu"
Dapa pun menunjuk ke arah Arlon
"tapi aku tidak bisa Dap aku hik hik"
Laila pun tidak sanggup meneruskan ucapan nya Dapa pun merasa iba inggin rasanya dia memeluk dan menenangkan Laila namun itu cuma hayalan belaka
"La apalagi yang kau harapkan dari laki-laki berengsek seperti Arlon dia sungguh tidak pantas untuk mu biarkan dia bersama pelakor itu"
Anita pun kemudian menghampiri Dapa
"hei!"
Dia pun menjeda ucapan nya
"waaw sanggat menggejutkan rupanya kau adalah orang ketiga itu!"
"kenapa kau membela Wanita itu!"
" itu bukan urusan mu"
"sudahlah janggan sok keras begitu!" bukanya kita sama-sama orang ketiga nya
"ck!"janggan berani-berani nya menyamakan ku denggan mu tentu saja aku sama kamu itu beda"
"alah!"
"aku tidak sama sepertimu meskipun aku'
Anita pun mencela ucapan Dapa
"kau mencintai nya begitu!"
"tapi aku tidak mau merebutnya sementara kau bisa-bisanya menjadi seorang pelakor"
sang orangtua Anita pun yang sedari menahan emosi tiba-tiba berdiri lalu menghampiri putrinya lalu menarik nya menjauh dari semua orang
"hei jelasakan apa maksud dari semua ini Anita siapa Wanita itu sebenar nya
Dahlia kemudian bangkit dari duduk nya lalu menyusul suami nya Anita tampak tergagap
"Diaa iii stri pertama dari Arlon
Rio pun berniat melayangkan tanggan nya ke arah Anita namun sigap Dahlia memegang tanggan suami nya
"hentikan pih janggan sakiti putri kita"
Rio pun tampak terkejut melihat sang istri di hadapan nya begitupun denggan Anita
__ADS_1
"mih"
"mamih"
Rio kemudian bertanya
"mih!"sejak kapan mamih ada di sini"
"itu tidak penting pih!"
"mih lepasakan tangganku biarkan aku memberikan palajaran kepada Anak tidak tau diri ini"
"tidak aku tidak akan membiarkan papih menyakiti Anita"
"mih asal mamih tau dia ternyata menikahi seorang pria yang sudah beristri"
Dahlia pun tampak terkejut lalu menatap putri nya
"ya ampun apa itu benar sayang!"
"kenapa kau melakukan itu hikk ...!"
"mih tolong janggan menanggis maapin Anita mih!"
"sayang mamih kecewa sama kamu tapi mau gimana lagi nasi sudah menjadi bubur"
tiba-tiba hendpon Rio pun berbunyi
"drreeettt...!"
Dia kemudian meraih henpone nya dari saku jas nya lalu menggeser tombol hijau
"iya baiklah saya akan segera datang"
Dia kemudian memutuskan sambunggan telpone nya
"mih!"kita harus segera berangkat kembali"
"bentar pih,
Delia kemudian kembali menghampiri anak nya
"sayang mamih pergi dulu'
seru Dahlia kepada anaknya sambil meraih tangga Anita lalu memberikan sesuatu ketanggan anaknya tanpa sepengetahuan sang suami nya Anita kemudian bertanya
"mih"
^udah itu buat kamu anggap aja itu kado dari mamih'
"udah mih ngapain pamitan sama Anak seperti Anita"
seru sang suami nya sedikit berteriak Dahlia kemudian kembali meninggalkan putri nya
Mereka pun kemudian meninggalkan Anita sendiriaan
"Mih,pih tolong maapin Anita"
Rio pun tidak memperdulikan putrinya sementara Dahlia dia inggin kembali meghampiri putri nya karena merasa tidak tegga
"pih!"kasian Anita"
"udahlah mih Ayo kita harus segera menggurusi pekerjaan kita"
tiba-tiba sebuah tanggan memegang bahu Anita
"sayang kamu tenang ya sekarang ada aku di sini kamu eungga sendirian"
Anita pun lantas memeluk Arlon
"hikk mereka lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada putri nya bahkan di hari bahagia untuk putri nya mereka tidak peduli hiiilkk"
sementara terlihat seorang Wanita sedang menggendong seorang Anak di dalam memperhatikan dari sebuah jendela kaca dia kemudian melirik barayen tak terasa air mata nya luruh
__ADS_1
"Bersambung...!"