Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 77 pernikahan terburuk


__ADS_3

setelah itu tiba,tiba sebuah tanggan memeggang pundak Laila dia tanpak terkejut


"eh"


Laila kemudian buru,buru menggelap air mata nya mengunakan punggung tangga nya kemudian ia pun berbalik


"la lagi ngapain"


"eh eungga aku"


Laila tanpa menjawab pun buru buru menggalihkan pembicaraan nya


"Dap ko belum pulang ...?"


"eh iya"


"Dap kamu pulang aja"


Dapa pun hendak perotes namun urung


"tapi"


"aku mohon kamu pulang ya"


"eh iya"


Dapa akhirnya menggalah dan memutuskan untuk pulang


tiba tiba..!"


"oa oa oa"


"kalo gitu aku pulang dulu"


"eh bayi kamu"


"udah eungga apa apa"


"Baiklah"


Dapa kemudian melangkah kan kaki nya keluar lalu melangkah ke arah motor nya di sisi lain kedua orang tua Anita pun segera kembali memasuki mobil sementara Arlon dan Anita mereka masih di luar teras depan melihat kepergian kedua orang tuanya tanpa senggaja Anita pun bergumam pelan tanpa senggaja Arlon mendenggar nya pun lantas melepaskan pelukan nya dan replek sedikit mendorong Anita


"Benar benar pernikahan terburuk"


"maksud kamu apa haah"


"eh eungga"


"jadi maksud kamu?" kamu nyesel nikah sama aku"


sementara wijaya dan Delia kemudian menghampiri menantu nya


"pria tadi mana.... ?"


"eh dia udah pulang pah"


"sayang ayo kita pulang"


"tapi pah kan aca"


Laila belum selesai bicara wijaya pun buru buru memotong ucapan sang menantu nya


"eungga apa apa lagian orang tua nya juga eungga ada"


Laila kemudian menuruti nya


"baiklah pah"


mereka bertiga pun kemudian berjalan keluar


"pah mah kalian mau kemana kan acara nya juga belum selesai"


Wijaya pun tak menggidah kan pertanyaan anak nya melain kan malah bertanya


"Anita mana orang tua kamu"


Anita pun tampak tergagap


"meereka udah pergi pah"


"tuh Arlon orang tua nya aja udah pulang mana tidak pamit dasar tidak sopan"


Sunggut Wijaya


Wijaya kemudian baru saja hendak melangkah namun tiba tiba sang putranya menghentikan nya


"pah tunggu"


Wijaya kemudian menghentikan langkah nya


''mah Laila kalian duluan masuk"


"baiklah"


mereka berdua kemudian lantas masuk ke dalam mobil


"ada apa Arlon"


"pah aku juga mau pulang aja"


"papah eungga salah dengger kan"


"terus istri kesayangan kamu gimana"


Anita pun lantas memeggang tanggan Arlon


"be aku gimana"


Arlon pun tidak menjawab dia kemudian melepaskan tanggan nya dari tanggan Anita


lalu meniggakan Anita sendirian setelah di dalam mobil


"eh ko kamu malah di Sini"


"pah aku gimana"


Wijaya kemudian pamit denggan nada meledek


"mohon maap Anita seperti nya tidak muat kalo gitu saya permisi dulu"


Wijaya kemudian meninggalkan Anita yang berdiri mematung dia kemudian melanggkah kan kaki nya kearah mobil kemudian memasuki nya


"pah"


"iya mah"


"ada apa"


"buruan jalan"


"oh baiklah"


kemudian Wijaya pun melajukan mobil nya setelah lama kemudian mereka telah sampai di rumah. Wijaya kemudian menghentikan mobil nya Arlon kemudian langsung turun Wijaya merasa ada yang aneh denggan sikap Arlon


"eh itu anak kenapa sih mah"


"mamah juga eungga tau pah"


"yaudah turun yuk"


Arlon buru buru melangkah ke arah pintu masuk kemudian dia menggetuk pintu


"tokkk tokkk....!"


kemudian pintu pun terbuka


"aden udah selesai acara nya"


Arlon tanpa menjawab lantas masuk kedalam rumah dia terlihat masih sanggat kesal sementara mereka bertiga lantas menyusul


"maapin sikap Arlon bi"


"baik tuan"


"tuan den Arlon kenapa ya"


"Saya juga tidak tau"


"baiklah tuan nyonya non silahkan masuk"


mereka kemudian lantas masuk sementara Arlon dia sudah berada di dalam lebih dulu sementara di sisi lain Anita dia menggumpat sendiri kemudian menjambak rambut nya prustasi


"arrghh kok jadi gini sih"


"dasar suami menyebalkan bisa bisa nya aku di tinggal kaya gini"


Arlon kemudian melangkahkan kaki nya ke arah sopa kemudian lantas duduk Wijaya kemudian menghampiri putra nya di susul istri dan menantu nya Wijya kemudian lantas duduk di dekat sang putra nya dia merasa tidak habis pikir denggan sikap Arlon


"Arlon mau kamu apa sih....?"


Arlon pun memilih diam tiba tiba Sang mamah nya pun ikut menimrung


"iyah mamah juga binggung sama sikap kamu"


Arlon masih eunggan menjawab sementara Laila dia masih berdiri


Delia kemudian menyaran kan kepada sang menantu nya untuk menaruh brayen ke kamar


"Sayang sebaik nya kamu taruh brayen kamar dulu"


"iyah sayang mamah benar"


"baiklah mah pah"


"kalo gitu aku permisi dulu mah pah"


"baiklah"


Laila pun kemudian melangkah kaki nya ke arah tangga lalu kemudian ia menaiki tangga membawa brayen menuju kamar sementara di sisi lain semua tamu akhirnya pada keluar


"hei kalian mau pada kemana"


"ya mau pulang lah"


celetuk salah seorang


"tunggu"


"ada apa lagi kamu mau melarang kami atau kamu mau ngancem kami lagi biar kami eungga jadi pulang gitu maap udah eungga mempan"


ucap salah seorang denggan nada meledek kemudian mereka pun pergi dari hadapan Anita setelah itu kemudian mereka saling berbisik namun masih terdenggar oleh Anita


"nyesel datang kalo tau ke acara pernikahan seorang pelakor"


"iya eungga habis pikir padahal istri nya cantik gitu tapi tetep aja di hianti"


"ih sekarang kita harus hati-hati sama mba Anita bisa bisa nanti suami kita di godain lagi" "iih janggan sampai"


terlihat seorang wanita terlihat sedang menahan emosi mendenggar ucapan para tetangga nya wanita itu yang tak lain adallah Anita kemudian dia meggepal kan tanggan nya kuat kuat


"iya Benar janggan sampai suami kita di godain"


"ih amit amit"


Anita pun tampak habis kesabaran dia kemudian meraih hig hils di kaki nya melepas lalu menggangkat tanggan nya ke atas dia berniat melempar nya


"awas ada pelakor ngamuk"


"tolong ada nek lampir ngamuk"


namun target keburu menyadari nya mereka kemudian lari


Anita tanpa menyerah menggejar nya kemudian dia melempar high hils nya namun tidak kena mereka keburu lari jauh Anita pun hanya bisa menggumpat


"awas aja!"dasar tetangga tidak ada ahlak"


siapa juga yang mau sama suami kamu yang tua itu haah


"arrggh...!"


"kurang ajar kalian"


"awas aja"


"bisa bisa nya ngatain orang seenak nya"


"arggh ini semua gara gara cewe kampung itu"


Anita terus saja menggumpat sendiri sementara Laila sudah sampai di pintu masuk kamar dia kemudian lantas mendorong pintu kemudian masuk dan melangkah kan kaki nya ke arah tempat tidur lalu menaruh bryen ke tempat tidur secara perlahan lahan kemudian mencium brayen singkat


"sayang kamu tunggu di sini ya mamah mau ke bawah dulu mau samperin nenek sama kakek dulu"


Di sisi lain Anita memutuskan untuk segera melangkah ke arah pintu masuk lalu lantas segera masuk


" bi tolong siapkan koper"

__ADS_1


"maap non buat apa...?"


"janggan banyak tanya cepetan"


Anita kemudian meninggikan suara nya dia kemudian menyuruh sang pembantu nya memasukan semua baju dan barang pribadi nya kedalam koper


"dan tolong masukan semua baju dan barang pribadi saya ke dalam koper"


"lalu bawa ke sini"


Setelah itu Anita menunggu di bawah sementara Laila dia kemudian meninggal kan sang putra di dalam kamar dia kemudian melangkah kan kaki nya ke luar kamar sementara setelah lama kemudian sang pembantu kembali sambil membawa barang yang di suruh Anita


"non ini yang non minta"


"baiklah kau boleh tinggalin saya"


Anita kemudian membuka koper tersebut lalu menaruh hadiah pemberian mamih nya kedalam lalu setelah itu menutup nya kembali dia kemudian membawa koper tersebut ke luar rumah


"Pak tolong Anterin saya ke rumah suami saya"


"baiklah"


"non biar saya yang bawa"


sang sopir kemudian membawakan koper Anita lalu menaruh nya di bagasi mobil dia


kemudian membukakan pintu untuk majikan nya kemudian Anita lantas naik ke mobil sementara Laila dia kemudian lantas menuruni tangga sementara Arlon dia sedang duduk di sopa bersama kedua orang tua nya


setelah lama kemudian dia sampai di lantai bawah kemudian Laila pun ikut gabung bersama mereka


"sayang gimana brayen"


"dia sudah tidur nyenyak di kamar pah"


"baiklah kalo gitu sini duduk"


"baiklah pah"


Laila kemudian duduk di sopa sementara di si si lain sang sopir kemudian lantas menutup pintu mobil lalu dia pun lantas masuk kedalam mobil kemudian duduk di kursi kemudi


"pak ayo jalan"


"baiklah non"


Pak sopir kemudian mulai melajukan mobil nya sementara Arlon kembali di tanya oleh Wijaya


"Arlon kenapa kamu diam mulu dari tadi papah perhatiin "


Namun nihil Arlon masih eunggan menjawab membuat Wijaya naik pitam Wijaya kemudian meninggikan suara nya


"Arlon....!"Kamu denggerin papah ngomong ga sih"


Arlon pun terlonjak kaget begitu pun Delia dan Laila


"iii yaa pah dengger kok"


Wijaya kemudian menggeprak meja cukup keras


Brakk....!"


Delia pun memperotes kepada sang suami nya saking kaget nya


"ya ampun pah bikin kaget aja"


"ah abis nya papah gregetan mah sama nih anak mah"


sementara di sisi lain di tenggah perjalanan pak sopir berta nya


"maap non kita ke arah mana ya saya tidak tau arah jalan ke rumah suami non"


"jalan saja pak saya nanti tunjukin"


"baiklah non"


pak sopir pun akhir nya sampai Anita kemudian menyuruh pak sopir berhenti


"berhenti pak"


"apa kita sudah sampai non"


"kenapa banyak tanya aku bilang berhenti apa kamu menggerti"


"baiklah non tolong maap kan saya"


pak sopir kemudian menghentikan mobil nya lalu keluar kemudian membukakan pintu mobil


"silahkan non"


Anita pun lantas turun dari mobil lalu menyuruh sang sopir menurun kan dan membawa koper nya


"pak tolong turun kan koper saya dan bawa antar sampai pintu masuk"


pak sopir kemudian menuruti nya dia kemudian membawa koper Anita sementara Anita dia menggikuti dari belakang setelah sampai di pintu masuk


"ini non"


" baiklah sekarang kamu boleh pergi"


namun Alih -alih pergi pak sopir pun malah terdiam denggan expresi sedih


" pak kenapa masih di sini"


"apa non akan tinggal di sini sekarang"


"apa yang kau katakan tentu saja sekarang ini adallah rumah suami ku"


..."non bagaimana denggan saya!" maksud saya...


apa saya bakal non pecat non saya mohon janggan pecat saya kasian istri saya sebentar lagi mau lahiran saya butuh uang banyak cuma dari sini saya bisa dapat uang "


"pak soal itu!" itu urusan orang tua saya nanti saya bakal tanyakan sekarang kau pulang saja dulu ke rumah ya"


"baiklah non makasih kalo gitu saya permisi dulu"


pak sopir kemudian pergi sementara Wijaya lalu menasehati putra nya


"Arlon kalo ada masalah itu ngomong bukan nya malah diem gini kaya patung papah yakin masalah kamu belum selesai"


"maksud pap"


Arlon pun kembali terkejut oleh ucapan papah nya di saat inggin bertan nya ucapn nya ter potong karena suara pintu sementara Anita dia mulai menggetuk pintu


"tokk...tokk!"


"tuh kan apa saya kata"


Laila pun berniat bangkit namun Wijaya melarang nya


"tidak usah biar Arlon aja yang buka pintu nya"


"eungga apa-apa pah biar aku aja"


"eungga biar dia saja"


"Arlon sana buka pintu nya"


Arlon pun protes


"pah kenapa harus aku sih kan bisa nyuruh pembantu atau dia"


"sana buka mau membantah"


Arlon pun terpaksa menuruti nya denggan malas dia lantas banggkit dari duduk nya lalu melangkahkan kaki nya ke arah pintu lalu membukan nya


"oh kamu ngapain ke sini"


Arlon pun bertan nya denggan nada datar


"be ko gitu sih sama aku!" kamu lupa ya aku kan istri kamu sekarang"


"hmm ada apa kok bawa koper segala....?"


"be kok kamu malah banyak tanya sih bukan nya nyuruh aku masuk"


"yaudah ayo masuk"


"gitu dong dari tadi"


Anita kemudian lantas masuk di susul Arlon di belakang nya mereka berdua masuk kedalam kemudian Anita menyapa kedua orang tua Arlon dan menyalami nya


"siang pah,mah"


"ada apa kamu kesini"


"ih ko gitu sih ngomong nya pah"


"udah janggan banyak drama apa mau kamu"


"pah aku boleh tinggal di sini kan"


"sebelum menjawab petanyan mu saya mau bicara sama kalian semua mumpung kalian semua ada di sini"


"maksud papah apa"


"silahkan duduk dulu Anita"


di saat mereka sudah duduk Wijaya kemudian mulai angkat bicara


"jadi karena kalian sudah menikah kalian harus pindah dari rumah ini"


Arlon angkat bicara


"tapi pah ak"


Wijaya kemudian memotong ucapan Arlon


"tenang aja Arlon papah udah nyiapin rumah buat kalian tinggali bukan cuma satu tapi dua rumah jaga-jaga kalo kalian tidak mau satu rumah"


seketika mata Anita berbinar mendengar kata rumah


(batin)"rumah waaw!" saya rasa pernikan ini tidak terlalu buruk"


"jadi bagaimana Arlon apa kamu menggerti"


"iyah pah tapi apa Laila juga harus pindah juga"


"kamu benar Arlon"


"jadi besok kalian bakal di antar sopir papah"


tak terasa hari mulai sore


"pah apa malam ini aku boleh menyinap di sini"


"baiklah untuk malam ini kau boleh menyinap di sini"


"be tolong antarkan aku ke kamar mu"


"eits kamu harus tidur di kamar tamu"


"tapi pah kenapa"


"berhubung kamar Arlon cuma satu jadi kamu harus tidur di kamar tamu"


"gimana Anita atau mau di kamar lain"


Anita kemudian tampak berpikir


"emang nya ada pah....?"


"ada"


Anita pun tampak antusias


"boleh di mana pah...?"


"beneran nih di kamar belakang sanah"


Anita pun tampak terdiam sementara Wijaya tampak memanggil sang Asisten rumah tanggan nya


"bi kemarilah"


tiba-tiba datanglah sang pembantu dari arah belakang


"ia tuan apa ada yang bisa saya bantu....?"


" iya tolong anterin Anita ke kamar belakang"


sang pembantu pun terdiam


" bi cepat kamu denggar saya kan"


"baiklah tuan"


sang pembantu baru saja inggin meraih koper Anita namun tiba-tiba....!"

__ADS_1


"eh kamu mau ngapain....?"


"maap non saya cuma di suruh oleh tuan untuk ngan terin non ke kamar"


"pah maksud nya apah...?"


"pake nanya lagi bukan nya kamu gak mau tidur di kamar tamu makan nya saya nyuruh kamu tidur di kamar belakang"


"maksud papah!"papah nyuruh aku tidur di kamar pembantu gitu"


"iyalah kamu pikir apa laggian kamu juga eungga keberatan kan"


"eh eungga aku pikir ada kamar lain"


"ck Anita kamu pikir di rumah ini selain kamar utama,kamar Arlon, dan buat orang luar seperti kamu saya hanya ada kamar tamu terus kamu tidak mau tidur di kamar tamu kalo makan nya saya nyuruh kamu tidur di kamar belakang kamu pikir apa kalo bukan kamar pembantu"


Anita kemudian terdiam


"tapi pah"


Wijaya kemudian mencela ucapan Wwesdddf


akhirnya Anita pun denggan berat hati menyesetujui nya Anita


"apa lagi Anita terserah kamu saja"


"mah tolong anter papah ke kamar"


"sayang kamu juga sebaiknya segera istrirahat"


"iya papah benar sayang"


"baiklah mah,pah selamat istrirahat"


"baiklah"


Wijaya dan Delia kemudian tampak bangkit dari duduk nya kemudian berjalan ke arah kamar utama begitupun denggan Laila dia kemudian berjalan ke arah kamar Arlon


Sementara sang pembantu yang sedari diam


"jadi bagaimana non....?"


"apa yang kau maksud tolong bawa koper saya ke kamar tamu"


"tapi non"


belum sempat sang pembantu melanjut kan ucapan nya


" cepat kamu denggar gak sih"


"babaiklah"


Sang pembantu pun kemudian menuruti nya


"be kok dari tadi kamu dieum aja sih"


"udah kok kamu marah-marah mulu sih nanti cepat tua loh"


Sambil merapikan rambut Anita


"ih be apa an sih lagi serius juga"


Anita kemudian menggurucutkan bibir nya


"sayang kamu ngambek ya"


"ish eungga"


"bohong!"ya udah kalo gitu aku mau tidur di kamar aku aja ah padahal ini malam pertama kita loh"


Anita pun tampak bergeming


( batin)"ah mana mungkin sih dia ningalin aku"


"yakin nih"


Arlon pun mulai melangkah kan kaki nya namun tiba-tiba...!"


"be kamu beneran mau tinggalin aku"


"abis nya kamu"


"udah be kita tidur yuk"


Sementara Delia dan Wijaya sudah lebih dulu masuk kamar utama sementara Laila melihat mereka dari arah tangga atas


"kamu beneran mau tidur di kamar tamu"


"ya mau gimana lagi"


"ya udah ayo"


mereka kemudian berjalan menuju kamar tamu kemudian lantas masuk sementara Laila dia lantas berbalik badan lalu segera masuk kedalam kamar Arlon


"be kenapa dari tadi cemberut mulu"


"ih abis nya di mana-mana juga penggantin baru ituh pergi bulan madu lah ini boro-boro pergi bulan madu masih mending kalo di kamar suami lah ini malah di suruh tidur di kamar tamu"


Anita terus saja menggomel sendiri dia kemudian berjalan ke arah kasur menaruh koper nya lantas membuka koper nya dan menggambil sesuatu dari dalam koper nya Arlon yang sedari tadi hanya diam kemudian menghampiri Anita


"be itu apa....?"


"em ini pemberian mami aku"


"oh tapi itu isi nya apa ya be...?"


Anita pun tidak menjawab hanya mengendelikan bahu nya


"buka dong aku penasaran sama isi nya"


"baiklah aku juga penasaran"


Anita kemudian membuka nya Anita pun tampak terkejut


" be ternyata isi nya tiket hotel"


"iya kalo gitu kita cek in yuk....?"


Anita pun tampak berpikir


"be ayolah kita kan suami istri"


"lagian emang nya kamu mau malam pertama kita di sini"


"eungga sih!" yaudah kita cek in"


"yaudah aku masukin ke dalam koper"


"iya be"


Anita pun lantas menaruh kembali tiket nya kedalam koper lagi setelah itu


Arlon dan Anita pun keluar dari kamar


"be kamu tunggu sebentar aku mau minta izin sama mamah,papah dulu"


"yaudah"


Arlon kemudian lantas menuju tangga menaiki nya setelah ituh setelah tangga terakhir dia kemudian berjalan ke arah kamar utama kemudian segera menggetuk pintu


"Tokk..tookk!"


"aduh siapa sih mah....?"


"mamah juga eungga tau pah yaudah mamah mau liat dulu pah"


"iya mah"


Delia pun kemudian turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah pintu lalu membuka nya


"eh mah papah mana...?"


"ada di dalem sayang ada apa...?"


"em boleh panggilin papah dulu ga "


"kenapa ayo masuk aja"


"hm eungga usah"


"yaudah sayang kamu tunggu dulu sebentar"


"oke mah"


Delia kemudian lantas masuk kembali


"mah siapa...?"


"Arlon pah!" dia mau ketemu papah"


"mau apa dia...?"


"gatau ayo pah kita samperin"


"emang nya dia di mana...?"


"kenapa eungga masuk aja sih"


"dia eungga mau"


"Arlon dia ada di luar udah ayo kita samperin"


Wijaya kemudian terpaksa menuruti istri nya


"Arlon ada apa...?"


"hmm pah,mah sebenar nya Arlon ke sini mau minta izin Arlon mau pergi kehotel sama Anita"


tiba-tiba Wijaya pun tertawa namun dia meringgis ketika sang istri mencubit pinggang nya


"ih mah apa-apa an sih"


"abis nya papah tiba-tiba ketawa gak ada yang lucu juga"


"ya eungga harus di cubit juga kali"


"mah,pah udah kok malah berantem sih"


Arlon pun di buat kebinggungan oleh tingkah kedua orang tua nya setelah mereka di teggur oleh putra nya kemudian mereka pun menggalihkan pandanggan nya pada Arlon


"sayang kamu mau pergi ke hotel"


tanya Delia akhirnya


"iya mah"


"ah yang benar aja kaya punya uang aja"


"apa janggan-janggan mau minta uang sama papah kan Arlon"


sambar Wijaya


"eungga kok pah Arlon kesini cuma mau minta izin sama mamah,papah"


"jadi gimana boleh kan Arlon pergi"


"terserah tapi papah eungga bakal bayarin"


"yaudah biar pakai uang mamah aja"


Delia pun hendak beranjak namun Wijaya buru-buru mencekal tanggan istri nya


"mah!"mamah seriusan"


"iya pah emang kenapa....?"


"bukan nya mamah gak suka sama perempuan ituh kok mau bayarin "


"iya sih pah tapi kalo putra kita maksa buat pergi nanti bayar nya gimana"


"pokonya eungga boleh"


"mah,pah udah tenang aja Arlon cuma minta izin"


sementara Anita mulai merasa kesal


"ih Arlon kok lama bangget sih"


Wijaya pun semakin


"udah mah terserah dia aja"


"yaudah deh"


"jadi kalian ngizinin"

__ADS_1


"kamu emang nya eungga denggar haah"


"Bersambung....!"


__ADS_2