Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 69 menuju pernikahan


__ADS_3

Arlon terlihat masih duduk di sofa ruang tamu dia terlihat sedang khawatir denggan rencana pernikahan nya denggan Anita namun seketika dia bernapas lega melihat telpon masuk dari Anita


"dreett..!"


"iya halo be"!,kenapa telpon balik..?"


"eh iya sayang aku cuma mau ngasih kabar sepertinya orang tuaku minat datang!"


Seketika Arlon pun merasa bahagia


"benarkah!"


"iya seperti nya begitu!"


"kalo begitu aku akan memberitahu kabar ini sama papah"


"aku matiin sambunggan nya ya!"


"em baiklah baye"


Mereka pun sama-sama mematikan sambunggan telpon nya sementara Laila pun masih belum beranjak dari dalam kamar tiba-tiba sang bayi nya pun mulai membuka mata nya


"eh!"putra mamah udah banggun"


Laila kemudian meraih berayen dari atas tempat tidur lalu ia pun perlahan-lahan menggendong nya


"sayang ikut mamah yuk kita keluar"


Laila pun lalu melangkah keluar kamar ia pun perlahan-lahan menuruni tangga setelah lama kemudian dia pun sampai di lantai bawah Delia pun bertanya kepada menantu nya


"sayang kalian mau kemana"


Laila kemudian berjalan mendekat ke arah Delia


"ini mah aku mau bawa brayen keluar boleh kan!"cuma di halaman taman belakang rumah"


"iya tentu boleh!"tapi inggat sayang nanti kalo udah sore kamu harus bawa brayen kembali ke dalam rumah"


"baiklah!"kalo begitu kita permisi dulu"


Laila pun setelah di ijinkan lantas membawa brayen ke luar lalu dia kemudian melangkah ke taman belakang rumah


"ah indah nya!"


Laila kemudian duduk di kursi taman belakang rumah tak terasa Laila pun sudah 30 menit di taman belakang


"ah!"sepertinya udah mau sore aku harus bawa brayen ke dalam"


di sisi lain tampak Delia mulai merasa khawatir


"ini udah hampir sore kok Laila belum kembali juga"


Laila pun denggan perasaan kecewa nya bangkit dari duduk nya lalu membawa brayen kembali kedalam rumah


"mah!"mamah kenapa...?


"eh syukurlah kamu udah kembali"


"iya mah kan sesuai janji aku"


"ya udah kamu duduk di sini sambil nunggu papah


"baiklah"


Laila kemudian duduk di samping Delia


"ya ampun kaya nya cucu mamah udah ngantuk deh""


"iya mah"


"ya udah!"kamu lebih baik ke kamar saja kasian cucu mamah udah ngantuk"


"ga papa kok mah!" aku mau ikut tungguin papah pulang"


"ya udah terserah kamu sayang"


"iyah!"lagian brayen belum tidur juga"


Setelah lama kemudian hari mulai sore terdenggar dari luar suara mobil

__ADS_1


"kaya nya papah udah pulang"


"iya mah"


"bentara mamah buka pintu dulu sayang"


"baiklah"


Delia pun bangkit lalu melangkah ke arah pintu sementara Wijaya kemudian menghentikan mobilnya lalu ia turun Wijaya pun mulai melangkah kan kaki nya ke arah pintu masuk Delia kemudian membuka pintu


"eh papah udah pulang"


"iya mah"


Mereka pun kemudian lekas masuk bersama Wijaya kemudian melihat sang bayi di gendonggan Laila


"eh kok cucu papah ada di sini"


"iya pah"


Wijaya pun kemudian mendekat lalu meraih kepala sang cucu dan mengusap nya lembut Wijaya kemudian mencium singkat kening sang cucu Laila pun tersenyum tiba-tiba Arlon pun bangkit dari duduk nya lalu berjalan ke arah ruang keluarga


"eh!"kalian semua kumpul di sini"


Seketika senyuman Laila pun memudar


"terus kamu ada urusan apa Arlon"


"ih kok papah gitu sama Anak sendiri juga"


"sudahlah katakan apa mau mu"


"Aku cuma mau ngsih tau papah kalo"


Wiaya pun mejeda ucapan Arlon


"kalo apa!"kalo kamu bakal gagal menikah!" kamu inggat Arlon waktu kamu hanya tinggal besok"


"iyah pah aku tau!"tapi papah salah kalo bilang aku gagal menikah soalnya Anita bilang orang tua nya berniat datang"


"baiklah kita liat saja nanti"


Arlon pun seketika terdiam


Wijaya pun menyinggung sang putra nya


"tapi kamu tenang aja papah tidak sejahat itu kalo kamu tetap inggin melanjut kan pernikahan itu" papah bakal siapin mahar untuk wanita itu dan juga penghulu hanya itu"


"pah!"


Wijaya kemudian mencela ucapan Arlon


"ada apalagi apa ada yang kurang!"harusnya kamu bersyukur papah mau membantu kamu meskipun seadanya"


Delia pun ikut membenarkan perkataan sang suami nya


"iyah!"papah kamu benar Arlon!"


"mah!"kok mamah jadi belain papah sih"


"maapin mamah ya kali ini mamah setuju sama ucapan papah!"


"lagian kamu sih!" pakai mau nikah lagi udah punya istri cantik baik seperti Laila"


Dikala mereka bertiga sedang berdebat Laila memilih pamit untuk ke kamar


"mah,pah!"aku pamit ke kamar ya!"


" iya sayang!" kasian cucu kita udah tidur


pulas"


"iya pah!"aku mau naruh brayen ke kamar dulu"


Laila kemudian beranjak sambil menggendong brayen ke arah tangga sementara Arlon dia memberanikan diri bertanya


"pah!"bagaiimana untuk soal baju penggantin nya"


"oh itu sih urusan kamu papah juga eungga tau"

__ADS_1


"pah kok gitu sih"


"iya kamu pikir aja sendiri"


Arlon pun akhirnya terdiam


(batin)"aduh gimana ya"


tiba-tiba terbesit di pikiran nya


"pah gimana kalo aku pinjam sama Laila"


"ih dasar eungga modal!"


"itu juga gara-gara papah kalo saja papah eungga menyita karedit carrd aku!"


"Arlon kamu lupa kalo semua keredit caraad kamu itu papah yang kasih"


Arlon pun terdiam...!"


tapi ya terserah kamu papah yakin Laila pasti keberatan"


"nanti aku bakal ngomong sama dia"


"aku pamit!"


"mau kemana kamu...?"


"eh itu mau susul Laila"


Sementara itu Laila pun sudah sampai di lantai atas dia kemudian membuka pintu lalu masuk kedalam kamar dan melangkah ke arah tempat tidur dia pun perlahan-lahan menaruh brayen di atas tempat tidur sementara Arlon dia lekas melangkah ke arah tangga kemudian dia mulai menaiki tangga setelah itu Arlon sampai di pintu kamar dia lantas segera masuk


"hei"gue boleh minta tolong eungga"


"iya ada apa...?"


"ini itu gue mau pinjem baju penggantin loe boleh eungga"


"ah em"


Laila pun tampak keberatan Arlon pun langsung menggancam


"kalo loe eungga ijin bayi loe ini bakal gue singkirin dia tidak boleh tidur di samping gue lagi"


Laila pun terpaksa meminjam kan nya


"baiklah tunggu sebentar!"


"bagus"


Laila kemudian beranjak dari duduk nya lalu kemudian dia melangkah ke arah lemari dia meraih lalu menatap nya sebentar


(batin)"ah!"kurasa mimpi buruk ku beneran akan terjadi kini baju pengantin pun harus berbagi"


Arlon pun merasa kesal


"cepetan"


"eh iya"


Laila kemudian membawa baju penggantin nya ke arah Arlon


"tapi"


Arlon pun mencela ucapan Laila


"tapi apa loe keberatan berbagi baju penggantin ini"


"eh bukan itu apa baju ini bakal muat di badan mbak Anita"


"gue juga eungga tau!"makan nya kalo belum di coba!"


"udah deh lama"


Arlon pun lalu merebutnya paksa


"bilang aja cuma alasan loe doang kan"


"eungga tidak seperti itu"

__ADS_1


Arlon kemudian melenggang ke arah tempat tidur nya sambil membawa baju milik Laila


Bersambung...!"


__ADS_2