
Setellah beberapa lama kemudian Laila pun selesai sarapan dia pun lalu bangkit dari duduk nya menuju arah kamar mandi untuk mencuci bekas piring dan gelas bekasnya
"ah akhirnya kenyang juga aku harus mencuci bekas piring,gelasnya"
Setelah lama kemudian akhirnya Laila kembali dari arah kamar mandi sambil membawa piring dan gelas yang sudah ia cuci sementara Arlon masih sibuk mencari keberadaan Laila di tenggah perjalanan dia pun baru menyadari
"ah bukanya cewe kampung ituh punya sahabat ya yang kuliah di dekat sini"
"apa mungkin dia ada di tempat sahabatnya"
"ah dasar bodoh bodoh kenapa gue baru menyadarinya sih"(runtuk Arlon kepada dirinya sendiri)
"tapi kan cewe kampung ituh setau gue tidak tau alamatnya Nara kan"
"ah gue coba aja cari ke kosan dekat campus di sini mana tau ada"
setelah mimikirkan ituh
Arlon pun lalu memuji dirinya sendiri
"ah loe benar-benar pinter Arlon"
kemudian setelah ituh dia pun melajukan mobilnya menuju kosan terdekat setelah lama kemudian Arlon sampai di tempat tujuanya yang di depan nya terdapat sebuah tulisan
"Terima kosan putri"
Arlon pun lalu menghentikan mobilnya lalu dia mulai melangkah ke arah kosant ituh dia pun berhenti sejenak
"ah kenapa harus ada 3 pintu sih"
"tapi gue mau tidak mau harus lihat satu persatu"
Arlon pun mulai mendekat ke arah jendela
"ah tidak ada orang"
Lalu dia berjalan ke pintu ke dua
"di sini juga kosong"
Lalu dia pun berjalan ke pintu ketiga
Arlon pun mulai menggintip dia pun kaget mendapati bayanggan seseorang dari balik
"ah aneh bukanya semua yang ngekost di sini anak kuliahan dan ini jam campus tapi kok ada orang apa janggan-janggan"
__ADS_1
Arlon pun lalu berjalan ke arah pintu masuk untuk memastikanya dia pun denggan ragu-ragu untuk menggetuk pintu
Tookk..tokk..!"
Laila pun yang masih memeggang gelas dan piring yang ia sudah di cuci sebelumnya
"eh siapa bukanya Nara sebelumnya tinggal sendiri apa Nara udah pulang ah gamungkin dia kan ada kelas pagi"
Arlon pun merasa binggung
"ah apa aku salah lihat ya aku jelas-jelas melihat seseorang dari luar tadi"
Arlon pun kembali menggetuk pintu untuk memastikanya
Tokk..tokk..!"
"aduh siapa sih ah sebaiknya aku buka saja siapa tau kakanya Nara kan atau sanak saudaranya yang datang berkunjung
Laila pun menaruh piring dan gelas nya ke atas meja lalu dia berjalan ke arah pintu
"iya bentar"(seru Laila)
Arlon pun masih di luar
"tapi siapa aku lupa"
Laila pun berjalan ke arah pintu lalu dia membukanya dia pun terkaget mendapati Arlon yang datang begitupun Arlon dia tak kalah kagetnya melihat Laila yang membuka pintu
"eh kamu tau dari mana kalo aku ada di sini"
"elo ternyata loe kabur ke sini"
Laila pun buru-buru menutup pintu setelah mendapati Arlon yang datang namun Arlon secepat kilat menahan nya
"eh ternyata duggan gue bener loe ada di sini"
"eungga sana pergi"
Akhirnya Arlon berhasil menerobos masuk
"terus kenapa aku salah gituh"
"eh loe ya bener-bener ayo pulang"
sambil menarik tanggan Laila
__ADS_1
"eungga aku eungga mau"
"mana anak loe cepet bawa dan kita pulang sekarang"
Arlon pun lalu menerobos untuk mencari ke beradaan bayi nya
"di mana pasti di kamar kan"
Laila terus menahan Arlon untuk tidak maksa masuk ke kamar
"eungga bukan kamu pergi ajah"
"aku mau di sini aja"
"aku gak mau ikut kamu"(lanjut Laila)
Arlon pun berhasil masuk
"oh ternyata"
Arlon pun membawa brayen paksa dari kamar Nara
"janggan bawa dia biar di sini sama aku"
"cepat loe berkemas dan ikut gue pulang atau loe gue tinggal di sini sendiri dan gue bakal bawa anak loe biar loe gak bakal ketemu lagi sama dia"
"taaa tapi"
"cepat gue kasih hanya dua pilihan"
"baaabaiklah"
Laila pun tergagap lalu dia terpaksa mulai packing setellah lama kemudian Laila pun selesai
"bagus ayo kita pulang"
Arlon pun berjalan lebih dulu sambil mendorong kereta bayi sementara Laila menggikuti dari arah belakang sambil terisak
"hikk...hik..!"
"udah malah naggis"
"cenggeng bangget jadi cewe"
Bersambung...!
__ADS_1