
bagitu melihat majikanya datang scurity itu pun membukakan pintu gerbang untuk Wijaya dia pun memasukan mobilnya ke pintu gerbang lalu segera mengghentikan mobilnya
merekapun lalu turun begitupun denggan Arlon dan Laila
"nah sayang selamat datang di rumah kami semogga kamu betah ya (seru Delia)
"iya mah"
"ayo kita masuk"(seru Wijaya)
"Arlon"(teriak Wijaya)
Arlon pun berjalan menyelonong sementara Laila kesusahan membawa barangnya membuat Wijaya geram di buatnya dia pun menghentikan anak nya ituh tentu denggan mata yang melotot membuat Arlon berhenti dan menoleh
"ada apa pah"
"ada apa-ada apa liat tuh istri kamu kesusahan bantuin bukan malah nyelonong begitu"
"kenapa harus aku sih pah kan ada pembantu"
"cepat"(sambil melotot)
Laila yang merasa tidak enak pun menolak
"gak usah pah aku juga bisa sendiri"
"eungga sayang kamu butuh bantuan"
Arlon pun tidak ada pilihan lain di akhirnya berjalan ke arah Laila lalu membantu membawa barang Laila denggan terpaksa
(batin) emang gue pembantu apah
"mana sinih"(ketus)
Menggambilnya kasar Laila hanya terdiam
Dan memberikanya sebaggian lalu meraka berjalan ke arah pintu masuk setellah sampai
Laila pun bertanya sementara Arlon langsung duduk di sofa dan meletakan baju Laila di sofa yg lainya
"maaf mah pah ini di taruh di mana..?
"Arlon kamu tunjukin di mana kamar kamu"
"baik pah sini ikut aku"(sambil meraih kembali baju Laila dan membawanya)
Arlon pun berjalan menuju anak tanggaa lalu menaiki anak tangga tersebut sementara Laila berjalan di belakang Arlon setellah beberapa menit kemudian mereka sampai di pintu masuk denggan terpaksa Arlon menaruh baju Laila di lemari
lalu Arlon turun Laila juga beranjak turun lalu berjalan menuju sofa merekapun duduk di sofa yang berbeda karena tentu Arlon tidak mau dekat-dekat denggan Laila Wijaya pun menghampiri mereka
"kalian mau bulan madu kemana"
__ADS_1
seketika mereka berdua kaget mendenggar pertanyaan dari Wijaya
"gatau pah mening gak usah bulan madu"
"iya om gak usah"
"gimana masa eungga bulan madu kalian kan penggantin baru kalo beggitu papah mau pesen tiket hotel gimana menurut kalian (lanjut papah) atau mau ke jepang"
"eungga usah pah"(seru Laila)
"pesen tiket hotel aja pah aku gak mau ke jepang"(seru Arlon menolak)
"ya udah kalo gituh papah bakal pesen tiket hotel aja"
"baik pah"
Wijaya pun memesan 1 kamar hotel
"nyonya tolong siapkan 1 kamar hotel
"baik tuan"
"nah sekarang papah udah pesen nanti malam kalian berangkat"
"baiklah pah"
"ii ya pah (seru Laila)
Setellah lama kemudian hari mulai gelap Arlon dan Laila pun berjalan menuju tangga setellah sampai di pintu masuk Arlon dan Laila pun segera mandi dan bersiap-siap
"ya udah sana tapi buruan"
"iyah"
Laila pun berjalan menuju kamar mandi tapi bukanya mandi dia malah melamun yang tidak-tidak sementara Arlon mulai kesal menunggu Laila yang sanggat lama Arlon pun berjalan ke pintu kamar mandi lalu berteriak
"woy loe mandi apa tidur lama bangget"(teriak Arlon dari luar pintu)
Laila pun terkaget dari lamunanya
"eh iya benatar"
"cepetan"
Laila langsung mandi setellah selesai akhirnya dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang sebagian kecil menutupinya tubuhnya dan yang lainya terekpos jelas sanggat mulus dia pun berjalan ke arah lemari sesekali Arlon menoleh ke arah Laila dia pun menelan salivanya lalu segera berjalan ke arah kamar mandi sementara Laila sedang berganti baju dan sedikit merias diri bagaimana pun status dia sudah menjadi seorang istri dari Arlon putra wijaya
setellah ituh Arlon selesai mandi lalu berjalan ke arah lemari berniat untuk menggambil baju namun dia memutuskan niatnya melihat sebuah baju sudah berada di atas kasur
"eh loe yang nyiapin ini buat gue"
"iya"(jawab Laila singkat)
__ADS_1
"gak usah"
Arlon pun meninggalkan baju yang sudah di siapkan Laila lalu berjalan ke arah lemari untuk menggambil baju yang lain
"kok kamu malah ke sini itu baju kan udah aku siapin"
"diam"(bentak Arlon)
Merekapun segera menuruni tangga lalu berpamitan kepada Delia dan Wijaya yang sedang duduk santai di sofa
"mah pah kita pergi dulu ya"(sambil memeggang tanggan Laila)
membuat Wijaya dan Delia tersenyum sambil mereka saling berbisik namun masih terdenggar oleh Arlon sementara Laila hanya diam
"mah kayanya rencana kita berhasil"
"iya kayanya pah mereka pasti lama-lama bakal ada benih-benih cinta"
membuat Arlon tersenyum yang sulit di artikan
setellah Wijaya dan Delia berbisik merekapun tersenyum
"baiklah hati-hati sayang"
Arlon dan Laila pun berjalan menuju garasi setellah sampai Arlon dan Laila pun segera menaiki mobil lalu Arlon segera menggendarai mobilnya setellah sampai dia pun menghentikan mobilnya
"ayo turun udah sampai"
"baik"
Arlon pun segera berjalan menuju pendaptaran di ikuti Laila di belakang nya
"nyonya kamar atas nama Arlon"
"silahkan tuan ini kuncinya"
Setellah selesai merekapun berjalan menuju pintu kamar
tak terasa hari sudah malam Arlon pun duduk berjauhan di pinggir ranjang begitupun denggan Laila
tiba-tiba Arlon mendekat membuat Laila kaget
"janggan aku belum siap"
"emang gue mau ngapain loe"
"lah terus ngapain deket-deket kaya gitu"
"gue cuma mau ngambil bantal"
"emang loe pikir gue mau seranjang dan tidur gitu sama loe janggan mimpi"
__ADS_1
Arlon pun berjalan menuju sofa dan segera membaringkan tubuhnya begitupun denggan Laila dia membaringkan tubuhnya di atas kasur setellah Arlon di rasa sudah terlelap Laila pun melihat Arlon tidak menggunakan selimbut dia pun akhirnya bangkit dan menggambil sebuah selimut karena tidak tega melihat Arlon kedingginan dia lalu berjalan ke arah Arlon dan selimut itu pun dia pakaikan untuk Arlon meskipun dia belum mempunyai perasa an apa-apa seperti yang di katakan ibunya dia harus berperilaku baik mau gimanapun Arlon sudah menjadi suaminya
Bersambung...!