Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 62 pelajaran untuk calon pelakor


__ADS_3

Setelah ituh wijaya mengarahkan pandangganya ke pada Laila yang sedang duduk di dekat Delia dia


terlihat terdiam dari tadi sambil menundukan kepalaya nya


"sayang papah harap kamu bisa terima keputusan papah ya"


Laila pun akhirnya mengangkat kepalayan ke atas begitu mendenggar Wijaya berucap kepada dirinya dia pun tampak terkesiap


"ba baiik pah aku gimana baik nya aja"


Terlihat Laila berkata sambil menahan bulir bening supaya tidak lolos dari matanya Delia pun yang menyadari nya tampak menenangkan Laila denggan sesekali mengusap lembut pundak Laila lalu dia pun berbisik


"sayang mamah tau perasaan kamu sebaiknya kamu tidak usah memaksakan ini semua kamu berhak menolak"


Laila pun berusaha tegar


"tidak mah tidak mungkin ini semua memang yang terbaik"


setelah ituh Wijaya pun menggagetkan mereka berdua yang masih asik saling berbisik


"ehemmm"


Mereka berdua pun terperanjat kaget


"eh iya pah"


Hampir bersamaan


"kalian ini ya asik berduan eungga malu apa banyak orang"


mereka berdua pun hanya terdiam


"Anita"


"iya pah"


"pah pah panggil saya om kamu bukan salah satu keluarga Wijaya hanya Laila lah yang boleh panggil saya pah"


Anita pun tampak bergumam pelan


"ah baperan amat ni om om laggian gue juga bentar lagi jadi bagian dari keluarga ini"


"apah kamu bilang"


Anita pun tampak gelagapan dia meresa bergumam pelan tapi dia tidak menggira ternyata Wijaya masih bisa mendenggarnya


"eungga kok pah emm maksud saya om"


"baguslah"


Wijaya pun lalu bertanya

__ADS_1


"jadi apa kamu setuju denggan keputusan saya Anita"


"baiklah saya setuju"


"baiklah kalo kalian semua sudah setuju besok kalian bakal menikah"


"tapi"


Anita pun tampak merasa keberatan Wijaya pun memotong ucapan dari Anita


"apa!" bukanya ini yang kamu ingginkan lebih cepat kan lebih baik bukan begitu Anita"


"iya om saya tau tapi"


Lagi-lagi Wijaya memotong ucapan Anita


"tapi apa..?"


"maap om sebelum nya saya keberatan kalo nikah nya diadakan besok soalnya orang tua saya berada di luar negri saya iggin mereka bisa dateng dia acara pernikahan saya'"


Akhirnya Wijaya pun membiarkan Anita berbicara denggan lancar karena dia baru menyadari kalo dia terus memotong ucapan Anita otomatis dia lebih lama berhadapan denggan wanita ituh dia sudah merasa muak dia inggin segera berakhir


"baiklah saya kasih kamu waktu 3 hari tapi kalo sampai lebih dari tiga hari tidak ada kabar mendinggan kamu lupakan semuan nya"


Anita pun tampak terdiam


(batin)"aduh gimana ini apa ituh mungkin"


Sementara Arlon dia pun melihat ke arah Anita Arlon berusaha untuk membantu Anita


Arlon pun berniat membantah namun Wijaya sigap memotong ucapan Arlon


"ada apa!" apa kamu mau membantah"


Arlon pun lantas menggurunggi niatnya Wijaya pun lantas kembali menggarah kan pandangganya kepada Anita


"apa kamu menggerti Anita"


"eh iya om saya menggerti"


Akhirnya Anita pun terpaksa menyetujui nya dia sudah merasa tidak nyaman berbicara lebih lama lagi denggan Wijaya


"bagus kalo gitu"


Anita pun tampak masih berdiri mematung


Dari tadi dia belum di persilahkan duduk entah mereka lupa atau senggaja


"Anita"


"iya om"

__ADS_1


"kenapa kamu masih di sini bukanya urusan kita sudah selesai, apa kamu eungga mau pulang"


"eh iya om kalo gitu saya permisi dulu"


Anita pun menjulurkan tangganya kepada Wijaya namun lagi-lagi tanggan nya di biarkan begitu saja Lantas Anita pun melangkah menghampiri Delia dan menjulurkan tangganya lagi-lagi Delia pun sama tidak menjabat tanggan Anita bahkan dia pura-pura tidak melihat ke arah Anita Akhirnya Anita pun menarik tangganya kembali


"semuanya kalo begitu saya permisi dulu"


dia pun lalu berjalan ke arah pintu keluar


Arlon pun berniat menyusul


"Arlon kamu mau kemana...?"


"eh pah aku mau Anterin Anita pulang"


"apa!" tidak pokonya biar dia pulang sendiri"


Wijaya pun lalu bertanya ke arah Anita


"kamu bisa pulang sendiri kan"


"iya om"


"tuh kan Arlon kamu dengger kan di bilang apa"


"tapi pah"


Expresi Wijaya pun mulai berubah Anita pun yang menyadari langsung berkata


"eh iya be kamu eungga usah Anterin aku"


"baiklah pah kalo begitu setidak nya ijinkan aku anterin Anita sampai depan bolehkan"


"hmmm"


Wijaya pun hanya menanggapinya denggan gumamaman Arlon pun kemudian menggantar Anita sampai Depan sesampainya di teras depan


"ya ampun be aku sampai spot jantung berhadapan sama papah kamu"


Mereka tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan nya dari arah jendela


terlihat pria ituh tersenyum smirk dari balik jendela yang tak lain adalah Wijaya


(batin)"anggap aja ituh sebuah permulaan buat calon pelakor tunggu saja kejutan-kejutan yang lainya dari saya yang siap menunggu kamu"


"yang sabar ya be"


"be!" oh iya kamu mau pulang pakai apa kan kamu eungga bawa mobil"


"em aku mau pesan taxsi online aja kayanya"

__ADS_1


"maafin aku ya be eungga bisa Anterin kamu pulang"


Bersambung....!


__ADS_2