Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 40 kecewa


__ADS_3

Setellah lama kemudian akhirnya Arlon


sampai di kediaman Anita dia pun segera menghentikan mobilnya lalu dia berjalan


Ke arah pintu lalu dia segera menggetuk pintu


"Tookkk...tokk"


Anita pun segera berjalan


"iya bentar"


Anita pun bergegas membuka pintu setellah pintu terbuka


"hai sayang aku kanggen kamu"


"eh sayang ini beneran kamu...?" ayo masuk"(lanjut Anita)


"baiklah"


Arlon pun lantas masuk bersama setellah sampai di sofa Anita pun mempersilahkan Arlon duduk


"silahkan duduk sayang"


"oh kamau mau minum apa...?"


"teh aja sayang"


"baiklah"


"mau aku yang buatin atau bibi"


"bibi aja"


"ya udah tunggu bentar


"bi"(teriak Anita)


sang pembantu pun segera menghampiri Anita


"iya non ada apa..?" apa ada yang bisa bibi


bantu"


"iya bi tolong buatin teh panas"


"baiklah apa enon juga inggin minum"


"ya udah buatin 2 cangkir teh panas"


"baik non tunggu sebentar"


Sang pelayan pun segera bergergegas ke dapur sementara mereka berdua terlihat sedang saling menggobrol


"sayang kamu kok akhir-akhir ini jadi ada waktu lagi untuk aku eungga kaya kemarin-kemarinn"


"emangnya kemarin-kemarin gimana...?"


"iya kan kemarin-kemarin kamu gak ada waktu untuk aku"


"iya maafin aku sayang ituh karena papah eungga ngijinin aku kelur"(lanjut Arlon)


"Sayang kamu ko bisa keluar rumah kalo gitu"


Akhirnya Arlon menceritakan semuanya kepada Anita


"oh jadi gitu yah"

__ADS_1


"iyah sayang"


"tapi kan yang penting kita jadi bisa sering bertemu lagi"


"iya secara tidak langsung wanita kampung ituh membantu kita untuk sering bertemu"(lanjut Anita)


"iya kamu benar"


setellah beberapa menit kemudian sang pembantu pun kembali sambil membawa nampan


"non maaf ganggu ini tehnya udah jadi"


"iya bi"


"bibi taruh di meja ya...?" silahkan di minum nona aden"(lanjut sang pembantu)


"iya makasih bi"(seru Arlon)


Sang pembantu pun segera menaruh 2 cangkir teh di atas meja lalu dia pun pamit ke dapur


"non aden kalo gitu bibi pamit ke belakang"


"baiklah"


Sementara di sisi lain Nara dan Laila masih berada di cafe setellah lama kemudian hari mulai siang Nara pun melihat jam nya


"ya ampun udah mulai siang"(gumam Nara)


"ada apa Nar"


"inih udah mulai siang aku harus segera ke campus"


Dia pun segera memanggil pelayan


"pelayan tolong bill nya"(teriak Nara)


"inih nona"


Nara menarima nya pun segera membayar


"ini uangnya"


"baiklah terima kasih"


Nara pun berpamit pergi ke campus


"La kayanya udah siang aku pamit dulu apa kamu mau aku anter dulu"


"gak usah Nar katanya suami aku mau jemput"


"tapi beneran gak apa-apa La mumpung masih ada waktu"


"eungga dech kamu pergi ke campus aja"


"ya udah bay La aku tinggal ya"


"iya bay"


Nara pun segera menuju parkiran lalu dia menaiki motornya setellah ituh dia lalu melajukan motornya sementara Laila masih menunggu Arlon dia pun mulai kesal


"ih kok lama bangget katanya mau jemput"


di sisi lain Arlon pun segera meminum teh begitupun denggan Anita sementara Laila terlihat masih berada di cafe sendirian


"aduh apa duggan aku benar ya dia pergi ke rumah wanita ituh"


Laila pun terus menggomel sendiri hampir 30 menit lamanya Laila menunggu Arlon

__ADS_1


sementara di sisi Lain Arlon bagkit dari duduknya Anita pun bertanya


"mau kemana"


"aku mau pulang ya"


Dia pun memutuskan untuk pulang lalu dia berpamit ke Anita


"sayang aku mau pulang dulu ya"


"kok kamu cepet amat"


"iya kasian dia nunggu aku"


"maksud kamu wanita kampung itu"


"iya siapa lagi"


Expresi Anita pun berubah lalu dia pun bangkit dari duduknya


"jadi kamu peduli ya sama wanita kampung ituh"


"bukanya gitu sayang aku cuma eungga mau di marahin papah"


"ya udah terserah


"ya udah aku pamit dulu"


Anita pun tidak merespon dia pun terdiam


sementara Arlon berjalan ke arah mobil lalu segera memasukinya setellah itu dia pun segera melajukan mobilnya setellah beberapa lama kemudian akhirnya dia sampai di cafe lalu dia menghentikan mobilnuya Laila pun mendenggar suara mobil


"kaya ada suara mobil apa dia"


Laila pun memutuskan keluar dari cafe untuk memastikan setellah sampai Laila pun melihat mobil Arlon setellah ituh Arlon pun keluar dari mobil dan menghampiri Laila


"eh loe nunggu lama ya sorry ya"


"udah tau tanya"(ketus)


"ya udah buruan kalo mau pulang atau eungga gue mau pulang aja elo gue tinggal"(lanjut Arlon)


"ya udah tungguin"


Arlon pun berjalan terlebih dahulu sementara Laila menyusul dari belakang Arlon pun segera memasuki mobil dan duduk di kursi penggemudi sementara Laila menyusul masuk dia pun duduk di kursi belakang Arlon segera lalu segera melajukan mobilnya di tenggah perjalanan Laila pun memutuskan bertanya


"kamu dari mana aja sih"


"emang kenapa...?"


Laila pun tidak menjawab malah menebak


"kamu habis dari cewe itu"


"kalo iya kenapa ada masallah"


Arlon pun tampa rasa bersalah malah menggiyakan tebakan Laila sementara Laila malah terdiam beberapa detik


(batin)"iya lah masallah mau gi manapun kamu suami aku"


"heeh kok diam"


"eh eungga eungga"


Arlon pun lantas pokus menyetir mobil


Bersambung....!

__ADS_1


__ADS_2