
Setelah lama kemudian bapak sopir pun berhenti di sebuah rumah kontrakan Arlon pun akhirnya bertanya
"pak kenapa berhenti?"
"maaf sebelum nya aden,non kita udah sampai"
Arlon pun tampak terkejut denggan ucapanpak sopir dia pun tampak kembali bertanya kepada pak sopir
"apa!" jadi maksud bapak saya tinggal di sini?"
"iya aden ini tempat tinggal aden yang baru"
Arlon pun tampak kesal mendapat jawaban yang sama dari pak sopir sementara Anita
"apah jadi ini tempat tinggal aku yang baru whatt"
"iya non,aden ini tempat tinggal kalian yang baru"
Arlon pun tampak belum menerima kenyataan
"pak pasti bapak salahkan saya bakal telpon papah pokonya"
"eungga aden tapi kalo gak percaya silahkan kalo mau telpon tuan"
Arlon pun lantas meraih henpone nya kemudian mulai menekan nomor namun
"tuuuttt"
"ah sial kenapa papah gak angkat telpone aku sih"
"jadi gimana aden..?"
"diam!"
Arlon pun tampak emosi dia pun menaikan beberapa oktaf suaranya membuat pak sopir terdiam
"baiklah aden"
Sementara Anita dia tampak menelisik tempat tinggal nya dia kemudian bergumam pelan
"apah aku bakal tinggal di kandang ayam ini"
"apa non!"non bilang apa..?"
Anita pun tampak terdiam
(batin)"aduh sial kenapa dia pake denggar segala sih"
__ADS_1
"eh ini maksud aku tadi ada kandang ayam gitu"
"ouh iya"
setelah lama kemudian pak sopir pun pamit dia kemudian menyerahkan koper kepada Laila
"non ini koper nya"
Laila kemudian menerima koper ituh
"makasih pak"
"iya sama-sama non"
"ya udah semua nya saya pamit dulu oh iya tuan udah menyiapkan 2 buah rumah kontrakan mana tau ada yang gak mau satu atap"
setelah berbicara seperti ituh pak sopir pun kemudian kembali berjalan ke arah mobil
Laila dari jauh dia tampak kembali menggucapkan terima kasih pak sopir pun tampak berhenti sejenak
"sekali lagi terima kasih pak"
"baiklah non kalo gitu saya permisi dulu"
"baiklah pak"
pak sopir pun kemudian lantas melanjutkan jalan nya kemudian dia lantas menaiki mobil nya sementara ituh terlihat Arlon dan Anita
Arlon pun tampak terdiam Anita kemudian meraih tanggan Arlon sambil sedikit menarik lenggan Arlon
"be!"jawab aku be kok malah diam"
Arlon pun tampak prustasi dia kemudian melepaskan tanggan nya dari Anita
"be!"kenapa..?"
Arlon pun tampak memeggang kepalan nya
"udah saat ini aku lagi gak mau di ganggu"
Arlon pun kemudian lantas masuk lebih dulu ke salah satu rumah kontrakan itu sementara Laila dia hanya bisa melihat suaminya yang sedang bertengkar denggan istri kedua nya Laila pun lantas memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah kontrakan yang lainya sementara Anita dia terpaksa menyusul Arlon kedalam rumah kontrakan setelah sampai di dalam Arlon pun lantas menjatuhkan bobot tubuh nya di kursi
"arrrghh...papah apa apa an sih nyuruh aku tinggal di rumah jelek kaya begini"
Anita pun lantas menghampiri Arlon
"be!"pokonya aku gak mau tinggal di rumah ini"
__ADS_1
Arlon pun replek berteriak
"kamu bisadieum gak"
Anita pun tampak sedih denggan sikap Arlon
"be!"kamu jahat kamu barusan bentak aku"
Setelah berbicara dia kemudian berlari kedalam kamar Arlon pun lantas menyadari dia lantas menyusul Anita namun Anita dia menggunci kamarnya dari alam
"Tokkk..tokk!"
"be!"maafin aku!" aku gak berniat bentak kamu"
"be!"buka pintu nya
"gak kamu jahat kamu bentak aku"
"maafin aku be!"
"pergi"
"be!"terus aku mau tidur di mana kalo kamu gak ijinin aku masuk"
"terserah kamu mau tidur di mana sana samperin istri pertamamu itu"
"be!" buka pliss!"
namun Anita tidak memperdulikan suami nya ituh dia kemudian berjalan ke arah kasur
Anita pun lantas segera menjatuhkan tubuh nya di atas kasur yang keras
"awww"
Anita tampak memekik kesakita setelah punggung nya menyentuh kasur yang keras
"ah kasur apa keras gini"
Anita kemudian berusaha untuk tidur sementara Arlon dia masih di balik pintu kamar
"aduh gue tidur di gimana kalo gitu"
"ah masa gue harus tidur bareng cewe kampung itu sih"
Arlon pun tampak kebinggunggan dia pun tampak berpikir
"ah!"mau gimana lagi daripada gue harus tidur di kursi butut ini"
__ADS_1
Setelah itu Arlon pun memutuskan untuk pergi ke kontrakan yang Laila tinggali
"Bersambung....!"