Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 64 siapa dia


__ADS_3

Terlihat Arlon tampak kebinggunggan


"aduh!"


"kenapa papah juga belum datang"


sementara itu Anita pun memutuskan untuk segera keluar


"bi!"sebaiknya kita turun saja"


"baiklah non!"


sang pembantu pun lalu kembali keluar dari kamar Anita begitupun denggan Anita dia berjalan di belakang sang pembantu nya sesekali dia tampak


"Aw...!"


Sang pembantu pun menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah Anita


"non!"non kenapa!"


"tidak!"ayo kita harus segera turun!"


"taaapii"


Anita pun mencela ucapan sang pembantu nya denggan nada sedikit tinggi


"Ayo bi!"


sang pembantu pun tampak gelagapan


"eh!"baaiiklah non"


Sang pembantu kemudian tampak kembali melangkah kan kaki nya di tangga begitupun denggan Anita sementara Arlon dia tampak sedikit merasa lega


(batin)"syukurlah mereka sudah kembali"


setelah itu mereka pun sudah sampai di lantai bawah Anita kemudian menghampiri Arlon


"sayang di luar tamu sepertinya sudah mulai berdatanggan!"


"iya aku tau!"


Mereka berdua pun lalu sama-sama melangkah kan kaki nya ke arah jendela dan terdenggar samar-samar suara para tetangga


"Aduh nikahan nya jadi gak sih!" dari tadi ini Rumah kelihatan sepi"


Arlon kemudian berbisik kepada Anita


"ya ampun sayang!"bagaimana ini"


Anita pun tampak kebinggunggan


"Aku juga tidak tau"


tiba-tiba...!"


"non,aden!"lagi ngapain kalian kok ngintip-ngintip begitu!"


Mereka berdua pun berbalik badan


"sssttt!"


Sang pembantu pun lalu bertanya kembali


"non,aden kenapa sih!"


"bi!"di luar para tamu udah pada protes!"

__ADS_1


"ya ampun non bagaimana apa kita bukain aja pintu nya dan suruh mereka masuk!"


Anita pun terdiam


"aduh!"yang benar saja bi pak penghulu pun belum datang dan orangtuaku dan orangtua Arlon pun belum pada datang!"


"iya juga sih!"


Sementara itu tiba Delia kemudian segera masuk kedalam mobil di kursi Depan di samping suami nya sementara Laila masuk kedalam mobil sambil membawa brayen Laila dia pun kemudian duduk di kursi belakang


"mah,Laila kalian udah siap!"


"siap!"


"kalo begitu kita berangkat!"


Wijaya pun kemudian melajukan mobil nya sementara di halaman rumah Anita terihat banyak sekali para tetangga nya sementara di tenggah perjalanan Wijaya kemudian menghentikan mobil nya secara riba-tiba


"pah!"ada apa"


"bentar!"mah papah tidak tau Alamat Wanita itu"


Delia pun tampak terkejut


"ya ampun!"pah bagaimana ini"


"tenang mah biar papa telpon Arlon dulu!"


Saat mereka bertiga masih kebinggunggan tiba-tiba


"drrteeeet...!"


"sayang!"bentar ada panggilan masuk!"


Arlon kemudian meraih saku jas nya


Arlon pun lantas melihat nama si pemanggil


"papah dia telpon"


Arlon kemudian menggeser tombol hijau


"ya udah!"angkat"


"iyah!"bentar aku angkat dulu"


"halo pah ada apa...?"


"iya halo Arlon papah mau tanya Alamat wanita itu mana!"


"oh iya pah bentar!"Arlon akan serlok!"


"ya udah cepetan!"


Arlon pun kemudian menserlok lokasi nya Wijaya kemudian mematikan sambunggan telpon nya secara sepihak setelah mendapat kan nopikasi nya dari putra nya


"gimana pah!"


"ini Arlon sudah serlok Alamat nya"


Wijaya kemudian menaruh kembali henpone nya setelah itu dia kembali melajukan mobil nya Setelah lama kemudian dia sampai di Alamat tujuan nya Wijaya kemudian menghentikan mobil nya Arlon pun kembali bernapas lega begitupun denggan Anita sementara para tamu terlihat kebinggunggan melihat sebuah mobil berhenti di halaman Rumah Anita


"ada yang datang!"


"siapa ya!"


"huuuf syukurlah papah sudah datang!"

__ADS_1


"iya sayang!"


Anita pun tampak tersenyum melihat itu


"mah,Laila kita sudah sampai Ayo kita turun!"


"baiklah pah!"


Delia pun melihat sang menantu nya yang dari tadi hanya terdiam


"sayang Ayo turun"


"eh!"iya mah"


Delia kemudian segera turun dari mobil lalu kemudian Wijaya setelah itu Laila kemudian turun perlahan-lahan semua mata tertuju pada Laila mereka bertanya-tanya siapa dia


"haah!"siapa Wanita itu dia tampak cantik sekali"


sementara Arlon tampak panasaran


"kenapa sanggat berisik ada apa...!"


Arlon kemudian kembali menggintip dari jendela


(batin )"haah siapa dia tapi itu mamah sama papah berarti dia"


Terlihat seorang Wanita tampak menahan amarah ya dia yang tak lain Adalah Anita senyum nya pun kembali pudar dia tentu saja tidak terima semua ini


(batin)"kenapa dia malah memuji wanita itu di sini akulah penggantin nya ini hariku"


Wijaya kemudian berjalan ke arah pintu masuk di susul oleh Delia dan Wijaya mereka pun terdiam sejenak tidak ribut seperti tadi setelah itu terdenggar kembali bisik-bisik dari mereka


"ya ampun dia menggarah ke sini!"


ada pula yang menyangka kalo Laila adalah penggantin nya dia adalah tetangga jauh Anita yang tidak dekat denggan Anita


"ya ampun!"pantas saja dari tadi sepi ternyata penggantin nya baru saja datang"


Tiba-tiba tanggan pun menepuk seseorang


"huuuss setauku dia bukan Anita tetangga kita!"


"tapi dia seperti seorang penggantin dia sanggat cantik meskipun di lihat dari jauh dan ya ampun apalagi di lihat dari dekat persis kaya bidadari"


Mereka bertiga pun tidak menggidah kan lalu Wijaya pun sampai di pintu masuk dia kemudian menggetuk pintu


"Toookkk...tookk!"


(batin)"tidak akan aku biarkan lihat saja!"


sang pembantu pun meminta ijin untuk membuka nya namun Anita melarang nya


"non!"biar bibi buka!"


"tidak biar aku saja"


"tappii non!"


Anita pun berjalan ke arah pintu keluar


"ya ampun!"kalian sudah datang!"


"Ayo kalian juga masuk apa kalian sudah lama menunggu mamap-maap ya tadi saya habis baru selesai berhias"


Anita pun pura-pura tidak tau akan kehadiran paratamu nya yang dari tadi sudah menunggu nya


Wijaya pun tampak menjawab lantas masuk sementara para tamu

__ADS_1


"ya ampun!"kami pikir tidak ada orang di dalam"


"Bersambung....!"


__ADS_2