Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 15 mabuk


__ADS_3

setellah mereka saling tatap Delia pun langsung menggangetkan mereka


"ada apa kalian kok malah tatapan"(seru Delia)


Arlon dan Laila pun langsung beralih pandang


"eh eungga mah eungga apa-apa"


"iya eungga apa-apa"


Setellah ituh mereka kembali menyuapkan nasi kemulutnya


"ya udah kalo gitu"(seru Delia)


Setellah lama kemudian mereka sudah selesai sarapan Wijaya pun pamit untuk ke kantor


"mah papah ke kantor dulu ya"


"iya pah hati-hati"(seru Delia)


"pah hati-hati"(seru Arlon)


"hati-hati ya pah"(seru Laila)


tiba-tiba Wijaya meneggur Arlon yg dari dulu gak pernah bantu orang tua bahkan sekarang pun Arlon masih tergantung kepada orang tua padahal dia sekarang sudah menikah


"Arlon harus nya kamu yang kerja papa udah tua masa papa terus kali-kali kamu dong"


seketika Arlon terdiam mendenggar ucapan sang papah Delia pun membenarkan ucapan sang suami


"iya sayang kapan kamu gantiin papah bekerja"


Arlon pun ragu-ragu menjawab


"i iyaaa mah pah"(tampak tergagap)


"ya udah kalo gitu papah berangkat dulu"


Wijaya pun berjalan ke arah garasi mobil lalu segera melajukan mobilnya


"mah kalo gitu Arlon juga mau pergi ya sebentar"


"kamu mau kemana sayang"


"ada urusan mah"


"ya udah tapi janggan pulang terlalu malam"


"eh kamu lupa"


"maksud"(binggung)


"kamu gak mau pamitan sama istri kamu"


"eh iya mah"


dari kejauhan Arlon sedikit berteriak meminta ijin kepada Laila


"hey aku pergi dulu ya"

__ADS_1


"ya ampun sayang masa gitu pamitnya sama istri sendiri"


sambil menggelengkan kepalanya


"yang benar dong"(lanjut Delia)


"terus gimana mah"


pura-pura polos meskipun dia sebenarnya tau gimana berpamitan yang baik kepada sang istri tapi dia eunggan berperilaku yang baik kepada Laila


"ya ampun masa yang gitu harus mamah ajarin"


"heee"


Arlon hanya nyenggir kuda di depan Delia"


"sayang kalo kamu mau pamit sama istri ituh samperin kacup keningnya"


Seketika Arlon terdiam tapi denggan terpaksa dia pun melakukanya demi bisa keluar


"ya udah mah"


Delia hanya tersenyum melihat tingkah anaknya sementara Arlon mendekat ke arah Laila dan tarpaksa melakukan apa yang di suruh mamahnya


"aku pergi dulu ya"


laila tidak menjawab dia hanya mengganguk Arlon pun langsung pergi meninggalkan Delia dan Laila


Laila tampak berdiri mematung


Setellah lama kemudian Laila berjalan ke arah sofa lalu dia duduk di sofa tampak dia kelihatan sanggat bosan karena tidak ada aktivitas yang bisa ia kerjakan karena semua pekerjaan rumah udah ada yang menggerjakan


Delia pun menyapa sang menantu lalu duduk di dekat nya


"eungga kok mah eunga apa-apa"


"coba kalo kamu punya anak pasti kamu ada temenya"


"iya mah"


tak terasa malam tiba Wijaya pun datang dari kantor dia memakirkan mobil nya lalu masuk ke dalam rumah


"papah udah pulang"


"iya mah kalo gitu mari makan malam"


"iyah mah tapi bentar"


Wijaya pun berjalan ke arah ruang makan namun di lagi-lagi melihat sang anak tidak ada


"mah di mana anak itu"


"dia katanya ada urusan"


"iya pah"


"lagi-lagi anak itu hilang-hilang maunya apa tuh anak"


Wijaya tampak geram mendapati prilaku sang anak Delia pun menenangkan sang suami karena tidak mau ada hal-hal yang tidak di ingginkan denggan menggalihkan pembicaraan

__ADS_1


"udah pah ayo makan"


"nanti juga dia pulang"(lanjut Delia)


"iya mah"


"sebaiknya kamu segera makan juga sayang"


"tapi mah dia belum pulang"


"nanti juga Arlon pulang"


mereka pun sedang makan malam bersama hari makin malam namun Arlon belum pulang


Delia mulai khawatir beggitupun Wijaya


"Pah kok Arlon belum pulang juga ya"


"iya juga mah meskipun udah gede sama prilakunya gitu tapi tetep dia anak kita"


" tapi udah deh mah mendinggan kita tidur yuk"(lanjut Wijaya)


"tapi pah ar"


Perkataan delia terpotong karena Wijaya


"ayo mah papah udah ngantuk"


"iya pah"


Terlihat Wijaya mulai mengguap


terpaksa Delia menuruti sang suami lalu segera berpamitan kepada Laila


"sayang kita pamit ke kamar dulu ya sebaiknya kamu juga tidur"


"baik mah pah"


Delia dan Wijaya pun berjalan menuju kamar sedangkan Laila juga beranjak pergi ke kamar di saat semua orang sedang tidur pulas dan Laila membaringkan tubuhnya di ranjang di saat ia inggin memejamkan matanya tiba-tiba dia mendenggar suara


(batin)"siapa sih malam-malam


Tookk tokkk....!


Laila pun terbanggun dan segera turun tangga untuk membuka kunci pintu Laila tercekat saat membuka pintu mendapati Arlon dalam ka adaan mabuk


"Astagpirullah kamu kenapa"


sedangkan Aron tampak berjalan sempoyongan dan jatuh di pelukan Laila Arlon pun tampak meracau gak jelas


"oh beby i love you beby"


"eh kamu kenapa sih"


Laila berusaha menyadarkan Arlon dia menepuk-nepuk pipi Arlon


Laila tampak panik namun rasanya dia inggin membanggunkan semua penghuni rumah namun karena terlalu malam Laila tidak bisa melakukan nya apa boleh buat Laila denggan susah payah membawa Arlon ke dalam kamar sesampai di kamar Laila pun membaringkan Arlon di atas kasur entah sadar atau tidak Arlon pun menarik Laila memberontak


"janggan aku belum siap"

__ADS_1


karena sebelum nya Laila tidak pernah sedekat ini bersama laki-laki akhirnya dia tak sadarkan diri entah apa yang telah terjadi Laila tidak tau


Bersambung.....!


__ADS_2