Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 28 tes dna


__ADS_3

Setelah ituh mereka pun lalu turun dan berjalan ke arah pintu masuk setellah lama kemudian begitu melihat sang majikan datang sang pembantu pun segera membukakan pintu


"nyonya kalian sudah pulang"(sapa sang pembantu)


"iya bi"(seru delia)


"non apa semua persalinanya berjalan lancar"


"Alhamdulillah bi semua lancar"


Seketika sang pembantu pun melirik bayi yang di gendong Delia


"wah lucu sekali bayinya mirip den Arlon"


Mendenggar ituh Arlon pun merasa kesal


"mirip apanya"


Arlon pun langsung menyelonong masuk mendahului mereka sang pembantu pun langsung menyuruh mereka masuk


"silahkan masuk nyonya"


"baiklah"


Mereka pun lalu masuk bersama sedangkan Arlon sudah duduk di sofa


"Arlon"(suara lantang)


Seketika Arlon terperanjat


"iya pah"


"kamu bisa sopan dikit gak"...?


"maksud papah"


"kebiasaan kamu di tanya malah tanya balik"


"maaf pah"


"tuh ada mertua kamu kamu lupa atau bagaimana dasar gak sopan"


Bu Euis hanya diam karena baru pertama kali melihat perdebatan di antara Wijaya dan Arlon sementara Laila dan Delia sudah tidak heran lagi denggan kebiasaan bapak dan anak ituh


"pah udah janggan berdebat"


"iya mah habisnya anak ini"


lagi-lagi Arlon hanya bisa nunduk dan minta maaf


"maaf pah"

__ADS_1


Delia pun merasa tidak enak denggan bu Euis


"maaf ya bu biasa anak sama bapak"


"iya eungga apa-apa kok bu saya menggerti"


setellah beberapa lama kemudian hari mulai gelap


"bi"(panggil Delia)


"iya nyonya apa ada yang bisa saya bantu"


"iya bi tolong anterin bu Euis ke kamar tamu"


"baik nyonya"


"ayo bu"


Sang pembantu pun menggantar bu Euis ke kamar tamu sementara Delia membawa sang bayi ke kamar Arlon


"mah kok di bawa kesini sih"(protes Arlon)


"terus mau di taruh di mana bayi kamu"


"iya deh mah"


Delia pun segera meletakan sang bayi di atas kasur lalu dia setellah itu keluar dari kamar


"eh km berani-beraninya nyuruh-nyuruh aku"


Arlon pun terdiam sesaat


(batin)"eh tapi boleh juga ituh artinya gue ada waktu buat ambil rambut bayi ini"


"heeh kok malah benggong"


"oke gue jaggain"


Laila pun merasa heran denggan Arlon karena tidak seperti biasanya namun Laila tidak terlalu memikirkanya dia pun segera melanggang ke kamar mandi sementara Arlon segera melancarkan aksinya dia pun berjalan mendekat ke arah sang bayi lalu menatapnya beberapa detik


"em orang bilang bayi ini mirip dengganku"(gumam Arlon)


Arlon pun denggan hati-hati menggambil rambut sang bayi


"ea ea ea"


bayi itupun menanggis Arlon pun merasa panik di usap-usap bayi ituh biar tenang namun tak kunjung diam Laila yang masih di kamar mandi lalu segera menyambar handuk untuk melihat bayinya


"heeh kamu apa in bayi nya"


"emm eungga eungga aku eungga apa-apain"

__ADS_1


"bohong kalo gak di apa-apain kok bisa nanggis"


Delia dan Wijaya pun beggitu mendenggar tanggisan sang bayi lalu segera menghampiri beggitu pun bu Euis


"ada apa kok bayi kalian nanggis"


"gatau pah tadi aku sedang mandi"


Wijaya pun segera melirik Arlon


"Arlon pasti ulah kamu ya"


Arlon pun terdiam


"nak anak kamu kenapa naggis"


"gatau bu tadi aku sedang mandi tau-tau naggis"


"oh mungkin dia lapar"(seru Delia)


Arlon pun bernapas lega karena tidak ada yg curiga hanya menggira bayi ituh lapar


"iya mungkin dia lapar ya kan"


"ya udah kamu kasi asi"(seru Delia)


"tapi aku belum bisa gendong bayi mah"


"oh iya mamah lupa"


"gimana dong"(seru Laila)


"ya udah kamu beli pemeras asi"


Arlon pun merasa bahwa dunia merasa berada di pihaknya


(batin)"bagus kesempatan aku untuk bisa keluar malam ini"


"ya udah mah biar aku yang beli"


"kamu beneran mau beli"


"iya mah eungga apa-apa


"ya udah inih uangnya"


"siap mah"


"gitu dong inisiatif sendiri bukanya harus di suruh dulu buat bayi kamu juga"(seru Wijaya)


"iya pah

__ADS_1


Bersambung...!


__ADS_2