
Laila pun di tarik oleh Arlon keluar cafe sementara Dapa pun masih berdiri di tempat lalu dia pun memutuskan untuk menyusul Laila
"aku gak boleh dieum aja lihat Laila di tarik seperti ituh aku harus kejar mereka"
Seru Dapa sambil inggin melangkah di sisi Lain Anita terlihat gelisah tiba-tiba sang waiters datang
"maaf mba apa anda inggin memesan"
"sebentar mba saya mau mencari pacar saya dulu"
Anita pun berdiri lalu berjalan sambil celinggak-celingguk mencari Arlon di dalam cafe namun dia tidak melihatnya Anita pun lalu kembali ke tempat semula yaitu meja pilihanya
"maaf sepertinya saya tidak jadi"
"tapi.."
Perkataan sang waiters pun terpotong
"sepertinya saya harus pergi"
Anita pun Lalu menyambar tas slempang kecilnya yang di taruh di atas meja setelah ituh Anita pun segera berjalan denggan sedikit tergesa-gesa Di sisi Lain Dapa pun berjalan denggan tergesa-gesa Alhasil
"Brukkk"
Mereka pun bertabrakan membuat tas Anita terjatuh dan barang-barang yang ada di dalam tasnya pun berserakan
"maaf mba saya tidak lihat tadi"
"kalo jalan ituh pake mata"
"eh mba kok nyolot"
Dapa pun mulai tersulut emosi namun dia memutuskan untuk memilih menyusul Laila
"maaf mba sepertinya saya harus pergi"(lanjut Dapa)
Dapa pun meninggalkan Anita sementara Anita denggan perasaan kesal dia kemudian terpaksa berjongkok sambil sesekali menggomel dan meraih tas nya lalu meraih barang-barangnya yang berserakan di lantai lalu kembali memasukanya ke dalam tas
"ih bisa-bisanya dia pergi"
__ADS_1
"arggh awas aja"
Dapa pun segera keluar cafe denggan berjalan tergesa-gesa dia pun melihat Arlon menarik Laila ke arah mobil Arlon pun melihat kehadiran Dapa yang berniat menghampirinya
(batin)"ngapain cowo ituh pake nyusul segala"
"cepet masuk"
"taapi"
"udah buruan gue bilang masuk"
Dapa pun berteriak
"Laila tunggu"
Laila mendenggar seseorang memanggil namanya namun Arlon memaksa nya untuk memasuki mobil Laila pun terpaksa masuk ke dalam mobil dan menggabaikan suara yang di denggarnya lantas Arlon pun segera masuk kedalam kursi kemudi lalu segera melajukanya Dapa kemudian berteriak kembali berharap Arlon memberhentikan mobilnya
"berhenti"
Namun alih-alih berhenti Arlon pun malah menambah kecepatanya dan sambil sesekali melihat ke kaca spion untuk memastikan di belakang mobilnya tidak ada yang mengikuti sementara Laila panik karena kelakuan Arlon
Seketika Laila mengginggat kejadian yang menimpanya dulu
(batin)"bagaimana ini aku gak mau untuk kedua kalinya celaka"
"aku tidak akan membiarkan ituh"
Laila terus bergumam dalam hatinya
"ya tuhan selematkan hambamu ini"
Laila pun terus berpikir
"aku mohon pelan-pelan aku takut"
Laila pun berusaha membujuk Arlon namun alih-alih menurut Arlon pun malah semakin menambah laju kecepatanya sambil terkekeh
"ha ha pelan-pelan kamu bilang janggan harap"
__ADS_1
(batin)"eungga aku eungga mau meninggal denggan cara seperti ini"
Laila pun terus berpikir akhirnya Laila pun mempunyai jalan keluar
(batin)"papah iya papah"
"aku mohon pelan-pelan atau kita bisa celaka kamu inggat papah bakal marah besar kalo sampai kita celaka"
Arlon pun terdiam
(batin)"dia benar gue harus mengendalikan emosi gue"
Akhirnya kecepatan mobil pun perlahan-lahan mulai pelan dan akhirnya kecepatan pun normal Laila pun bernapas lega
(batin)"makasih ya Allah kau telah menyelamatkan hambamu ini"
Setelah ituh Anita pun kemudian berdiri sambil memakai kembali tas kecil nya dan segera menyusul orang yang telah menabraknya yang tak Lain adalah Dapa
"liat aja bisa-bisanya dia pergi begitu aja"
Anita pun lalu melangkah kan kakinya untuk keluar cafe lalu dia celinggak celingguk mencari orang yang telah menabraknya sementara Dapa dia pun berjalan ke arah motornya setelah di luar Cafe akhirnya Anita pun melihat Dapa yang inggin menaiki motornya
"hey tunggu"
Dapa pun memutuskan niatnya Lalu Anita pun menghampiri Dapa
"hey bisa-bisanya anda pergi begitu saja"
"maaf mba saya tidak ada waktu"
"saya sedang buru-buru"(lanjut Dapa)
Dapa kemudian menaiki motornya lalu segera melajukan nya sementara Anita berdiri mematung
(batin)"apa dia bilang buru-buru dia pikir cuma dia yang lagi buru-buru haah"
"ah sudahlah sebaiknya aku harus mencari Arlon kemana dia"
Bersambung...!
__ADS_1