
Setelah lama kemudian Laila pun telah kembali dari kamar mandi dia pun melihat Arlon yang masih berdiri mematung
"kenapa kau masih saja berdiri!"
sementara Arlon hanya terdiam
"aku sudah menyiapkan baju ganti untukmu"
"ah !"aku lupa kau tidak mau memakainya bukan!"
Laila pun lalu melangkah ke arah tempat tidur lalu menggambilnya
"biar aku simpan kembali saja"
Arlon pun tanpa menjawab melenggang ke arah lemari lalu ia pun lekas berganti baju sementara Laila hanya tersenyum kecut
(batin)"sudah kuduga"
"ah sial!"apa dia baru saja mengomeliku"(gumamnya pelan)
Laila pun hanya tersenyum
(batin)"dia kira aku tidak bisa bersikap seperti itu apa!"
setelah ituh Arlon pun lantas keluar dari dalam kamar terlihat Arlon sambil menahan kesal sementara Laila lantas berjalan ke arah lemari lalu menyimpan kembali baju yang ia siapkan untuk Arlon sebelumnya lalu dia segera meraih baju ganti untuk dirinya lalu dia segera menggenakanya sementara Arlon terlihat sedang menuruni tangga lalu setelah itu Arlon pun sampai di lantai bawah lalu dia pun melangkah ke arah ruang makan sementara di sisi lain entah sejak kapan Anita terlihat masih tertidur pulas sementara Laila dia lekas melangkah ke arah sang bayi
"sayang mamah tinggal sebentar ya!" janggan nanggis"
Laila pun lalu melangkah ke luar pintu kamar lalu dia perlahan-lahan menutup pintu
setelah ituh dia pun melangkah menuruni tangga sementara Arlon sudah sampai di ruang makan yang sudah ada kedua orang tuanya Arlon pun lantas menarik kursi lantas dia pun duduk
"Arlon kenapa kamu sendiri"
__ADS_1
"sayang mana istri kamu"
Kedua orang tuanya terus bertanya namun Arlon belum juga menjawab dia hanya terdiam sambil menopang dagu
"sayang kamu kenapa!"
Delia pun kembali bertanya namun Arlon tetap masih terdiam eunggan menjawab
(batin)"kenapa bisa-bisanya dia bersikap seperti itu!"
Wijaya pun terlihat geram denggan sikap Anaknya
"Arlon kalo orang tanya itu jawab ngapain malah dieum begitu"
Arlon pun akhirnya terdiam setelah lama kemudian Laila pun datang
"mah'pah selamat pagi!"
Laila pun lantas menyapa orang tua Arlon Wijaya dan Delia pun
"Ayo duduk kita sarapan bersama"
"baiklah!"
Laila pun lantas menarik kursi lantas duduk
"mah bilanggin tuh sama menantu kesayanggan mamah suruh sopan sama suami"
"Arlon kamu bicara apa"
Arlon seketika pun terdiam
Wijaya kemudian bertanya pirahal rencana pernikahan Arlon denggan Wijaya
__ADS_1
"Arlon bagaimana apa sudah ada kabar dari Anita"
"Awas aja kalo sampai waktu yang papah berikan habis rencana ituh papah akan batalkan"(lanjut Wjaya)
Wijaya pun melontarkan penuh Ancaman Membuat Arlon terdiam lalu dia mulai menjawab
"tapi pah"
seketika Wijaya kemudian kembali melontarkan pertanya nya kembali
"Arlon kamu sebaiknya telpon Anita nanti kalo eungga mau di batal kan"
"iyah pah"
Mereka kemudian segera sarapan bersama
setelah lama kemudian mereka pun selesai sarapan Wijaya pun lantas pamit bekerja
"sayang,kalo gitu Papah pamit kerja dulu"
"baik,pah!"
"Arlon,papah pergi dulu!"nanti kalo ada kabar kasih tau papah"
"iii yya pah!"
Arlon pun tampak gelagapan Arlon pun berniat bangkit
"Arlon satu lagi kamu tidak boleh nemuin Wanita ituh ngerti kamu!"
Wijaya pun memperinggatkan penuh Ancaman Arlon Pun seketika menggurungkan niatnya
(batin)"ah papah tau aja"
__ADS_1
Bersambung.....!