Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
epiode 38 pertemuan Laila dan Nara


__ADS_3

"pah mah aku ke kamar dulu ya mau siap-siap"


"baiklah sayang"


sesampai di kamar Laila pun menggambil hendpohe nya dari atas nakas lalu segera menggetik pesan


*isi pesan*


"Nar aku jadi dateng soalnya udah di ijinin"


"baiklah nanti aku tunggu di cafe makasih La udah mau dateng"


"iya sama-sama"


Setellah sampai Laila pun segera bersiap-siap dia akhirnya kembali dan berpamitan


"mah pah kita pergi dulu ya"


"baiklah hati-hati"


Arlon pun segera bangkit dari sofa lalu menyusul Laila setellah ituh dia segera menggambil mobil lalu memasukinya


"heeh ayo buruan"


"iya bentar"


Laila pun lantas mamasuki mobil Arlon Akhinya Arlon dia pun segera melajukan mobilnya setellah beberapa lama kemudian merekapun sampai di cafe Arlon pun lalu menghentikan mobilnya terlihat dari kejauhan seorang wanita sudah duduk menunggu


"udah sana turun"


"emangnya kamu eungga mau turun"


"eungga gue cuma mau anterin loe doang"


"owh ya udah"


"gue tinggal dulu nanti tenang aja gue jemput loe lagi kok"


Laila pun bukanya membalas dia malah terdiam beberapa detik


(batin)"dia mau kemana lagi sudah kuduga dia pasti bakal langsung pergi apa dia mau ke wanita ituh"


Arlon pun merasa kesal


"heeh loe kok malah diam"


"iya baiklah"


Arlon pun kembali melajukan mobilnya sementara Laila dia segera berjalan ke arah cafe setellah sampai


"hai La"


"eh Nar kamu udah di sini ya"


"iya aku nungguin kamu"


"maafin aku Nar aku lama ya"


"eungga kok eungga apa-apa"


"Nar kok kamu ngajak ketemuan eungga ngampus emangnya"

__ADS_1


"iya La bukanya eungga ngampus tapi entar siang ngampusnya"


"owh gitu ya"


"iya La nomong-ngomong kok kamu datengnya sendiri mana suami kamu...?"


"oya Nar tadi dia cuma nganterin aku doang gatau dia kemana mungkin dia"


Laila pun tidak meneruskan ucapanya


"dia maksudnya...?"


Laila pun dia menyadari salah bicara


dia pun terdiam beberapa detik


"(batin)"aduh salah ngomong lagi gimana ini mau gimanapun aku gak mungkin ngasih tau Nara karena semua ituh aib mau gimana pun dia tetap suami aku tenang Laila tenang"


lalu dia menggulang ucapanya sementara Nara menunggu jawanban


"La kok dieum"


"eh eungga Nar lupain aja"


giliran Nara yang terdiam


(batin)"dia maksudnya apa dan kenapa Laila tidak melanjutkan ucapanya apa aku salah dengger eungga jelas aku mendenggarnya"(Nara pun terus menerolog denggan hatinya)


"Nar kok diam ada apa"


"eh eungga la mendinggan kita pesan aku yang telaktir"


"tapi Nar biar aku aja"


Nara pun lalu memanggil pelayan sang pelayan pun datang sambil membawa buku menu


"iya mau pesan apa"


"cofe caramel 1"


"baik apa lagi"


"bentar mba"


Nara pun melirik Laila lalu bertanya


"La kamu mau pesan apa"


"samain aja"


"ya udah mba cofe caramel 2


"baiklah tunggu sebentara mba"


"baiklah"


setellah lama kemudian sang pelayan pun kembali sambil membawa nampan berisi 2 cangkir coffe


"baiklah silahkan di nikmati mba"


"baiklah terima kasih"

__ADS_1


sang pelayan pun kembali Nara pun meraih cangkir lalu meminumnya


"La silahkan di minum"


"baiklah"


Laila pun lantas meraih cangkir dan meminumnya setellah ituh dia kembali meletakanya


"Nar kamu ngapain ajak aku ketemuan"


"eungga La aku cuma kanggen aja sama kamu udah Lama juga kan eungga berduaan kaya gini emangnya kamu eungga kanggen apa sama aku"(lanjut Nara)


"kanggen dong masa eungga sama sahabat sendiri"


"tapi enak udah ngafe kaya gini sambil cerita gitu kalo ngafe eungga sambil cerita kaya eungga afdol"


"La boleh tanya eungga...?"


Laila pun terdiam beberapa detik


(batin)"aduh dia apa mau bahas soal tadi"


"La gimana"


"eh iya Nar mau tanya apa...?"


"gimana pernikahan kamu...?"


"baik-baik kok"


"eh La maafin aku soal pertanyaanya"


"iyah eungga apa-apa"


"aku cuma mau tau aja kalian kan di jodohin jadi aku cepo dikit gitu gimana ngejalanin nya"


"kamu cinta eungga sama suami kamu"


"eungga sih tapi mau gimana lagi ini permintaan Alm bapak Nar"


" kalo gitu boleh dong aku punggut duren mateng nya"


"maksud kamu"


"ya kalian kan di jodohin kan belum tentu jodoh jadi kalo kamu buang aku punggut"


"ih nar apaan"


seketika Expresi Laila pun berubah


"eungga kok La aku cuma becanda doang katanya eungga cinta"


Laila pun terdiam beberapa detik


(batin)"ih iya juga sih tapi kenapa Nara ngomong gitu aku eungga suka ya"


"La kenapa diam kamu marah"


"eungga kok Nar"


"iya sih kamu bener Nar tapi aku gak mau aja gitu tiba-tiba jadi janda muda anak satu"(lanjut Laila)

__ADS_1


"iya juga sih"


Bersambung...!


__ADS_2