Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 20 bertemu Dapa


__ADS_3

Setellah lama kemudian akhirnya mereka sampai dirumah Arlon dan Laila pun segera menuju pintu sementara Delia dan Wijaya sedang yang duduk di sofa langsung membuka pintu mendenggar menantu dan anaknya pulang


"sayang kalian udah pulang syukurlah"


"iya mah kita udah pulang"


"iya mah"


Setellah ituh mereka bertiga masuk ke rumah dan duduk di sofa setellah ituh hari mulai gelap mereka pun lalu memasuki kamar masing-masing beggitupun Laila juga Arlon mereka berdua menuju tangga


"mah pah kita istrirahat dulu ya"


"iya mamah sama papah juga mau istrirahat"


mereka berdua pun telah sampai di kamar


Arlon pun menuju kasur begitupun Laila namun arlon langsung menceggah Laila yang inggin membaringkan tubuhnya


"heeh loe mau ngapain"


"sana mulai hari ini loe yg tidur di sofa ngerti"


bentak Arlon sambil melempar bantal ke arah Laila


Laila hanya mematuhi tanpa menggeluh


"baiklah"


"baggus"


Laila pun berjalan menuju sofa lalu menaruh bantal dia pun langsung membaringkan tubuhnya


ke esokan harinya....!


Laila segera banggun sementara Arlon masih tertidur pulas di atas ranjang Laila lalu berjalan menuju kamar mandi ia pun segera mandi setellah selesai dia kembali dan berjalan menuju lemari akhirnya dia segera berganti baju sementara Arlon masih terlihat tertidur pulas Laila pun memberanikan diri untuk membanggunkan Arlon


"hei udah pagi buruan banggun"


Arlon pun eunggan banggun Laila pun sedikit mengguncangkan tubuh Arlon


"hei banggun cepet"


Akhirnya membuahkan hasil Arlon pun terbanggun


"apa an sih loe ganggu tidur gue aja"


"aku mau nasi goreng yang di ujung jalan anterin yuk"


"heeh loe apa an sih gue masih ngantuk"


"ayo banggun anterin"


Delia pun segera menuju kamar mendenggar perdebatan di antara Arlon dan Laila


"ada apasih kok kalian ribut-ribut"


"dia tuh mah pagi-pagi begini udah ngerepotin"


"emang ngerepotin gimana maksud kamu sayang"


"masa pagi-pagi begini dia nyuruh aku anterin dia beli nasi goreng yang di ujung jalan kan aneh mah"


"oh jadi ituh masallah nya"

__ADS_1


Delia pun memberitahu dan menjelaskan bahwa Laila sedang nyidam


"oh gitu mah"


"iya sayang sebaiknya kamu anterin istri kamu"


Arlon pun terpaksa menyetujuinya sementara Laila tersenyum Delia pun lalu keluar dari kamar Arlon


"kalo gitu mamah keluar dulu"


"baiklah mah"


"oke gue nanti anterin loe tapi gue mau mandi dulu sekarang"


"iya baiklah"


Arlon pun berjalan menuju kamar mandi dia akhirnya segera mandi setellah ituh dia kembali sementara Laila telah membawa baju ganti untuk Arlon seperti biasa Arlon malah membiarkanya tanpa mau menggenakanya dia lebih memilih baju sendiri dan menggenakanya laila tidak menggeluhkanya dia sudah terbiasa


"ayo"


"oke"


mereka pun kemudian turun tangga dan berjalan menuju mobil lalu mereka memasukinya Arlon pun segera melajukan mobilnya setellah beberapa lama kemudian mereka telah sampai di ujung jalan Arlon pun segera menghentikan mobil nya


"sana turun katanya loe mau beli nasi goreng"


"gue tunggu di sini aja males turun"(lanjut Arlon)


"kamu mau pesen"


"eungga gue alergi makanan kampung"


"ya udah kalo gitu"


"pak nasi gorengnya 1 ya"


"baik mbak mohon tunggu"


Laila pun duduk di kursi panjang dekat gerobak tiba-tiba datanglah pria menyapa Laila


"la kamu Laila kan"(sapa pria ituh)


Laila langsung melirik ke arah pria ituh


"iya saya Laila siapa ya"


"aku Dapa masa kamu udah lupa temen kelas kamu dulu"


"oh Dapa apa kabar"


"aku baik"


Dapa pun menelisir tubuh Laila


"La kok kamu agak gemukan ya aku lihat"


"masa sih"


"iya beneran"


(batin)"Aduh gimana ya gamungkin aku bilang lagi hamil apalagi udah menikah"


"oh iya aku sekarang suka ngemil jadi mungkin karena ituh"

__ADS_1


"oh gitu"


Laila dan Dapa tampak sedang saling cakap sementara Arlon yang penasaran


"siapa sih cowo ituh apa janggan-janggan"


Dia akhirnya memutuskan keluar dan menghampiri mereka membuat Laila kaget di buatnya


"heh dia siapa apa janggan-janggan dia ayah anak dalam kandunggan kamu"


Seketika Dapa terbenggong dia benar-benar kaget denggan perkataan Arlon beggitupun Laila


(batin)"hah siapa cowo ituh dan apa maksud dia kandunggan apa Laila hamil dan apa janggan-janggan Laila sudah merrid"


"kamu siapa"(tanya Dapa)


"kenalin gue Arlon suami laila loe siapa"


(batin)"hah suami lalu kenapa dia bilang janin yang ada di perut Laila anak aku tapi biarlah iini kesempatan buat aku biar Laila jadi milik aku")


Dapa pun memanpaatkan kesempatan ituh


"iya gue ayah dari anak yang Laila kandung"


"heeh kamu apa-apa an Dapa bukan mas dia bohong"


Laila pun menyangkal tiba-tiba


"mba nasi goreng pesanan nya udah jadi"


Laila pun langsung menerima dan membayar


"ini uangnya terima kasih"


"ayo pulang"


"aw sakit mas"


Arlon pun langsung mencekal tanggan Laila dan setenggah menarik nya dan memasuki Laila paksa ke mobil sementara Dapa hanya diam Arlon pun menekan pedal gas lalu segera melajukan mobilnya sementara Laila tampak ketakutan


"mas kamu marah janggan percaya dia bohong"


namun Arlon tidak menjawab dia semakin melajukan mobilnya sedikit cepat


"ku mohon percaya sama aku"


"tolong pelan-pelan aku takut"


"kumohon"


Laila pun terus memohon kepada Arlon untuk melajukan mobilnya secara normal


"kumohon percaya sama aku"


(batin)"Dap kau malah memperkeruh ke adaan kau secara tidak langsung membuatku dalam masallah"


"ayolah"


Arlon tidak menggubris Laila


"mas apa kau inggin celaka"


Bersambung....!

__ADS_1


__ADS_2