Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 63 perdebatan


__ADS_3

Delia pun memperhatikan sang suaminya lalu dia pun meminta ijin kepada Laila


"sayang kamu tunggu dulu"


"iya mah"


Delia pun berjalan menghampiri Wijaya lalu menepuk pundaknya


"pah!"


"eh iya mah!"


"papah lagi ngapain sih dari tadi mamah perhatiin aneh bangget"


Wijaya pun tampak gelagapan


"eh em itu eungga kok mah"


"ih papah"


Wijaya pun mengalihkan pembicaraanya supaya Delia tidak terus bertanya


"mah ayo kita sebaiknya kita istrirahat"


"eh iya pah"


sementara Arlon masih saja setia menunggu pujaan hatinya


"iyah tidak apa-apa sebaiknya kamu masuk kerumah saja"


"tapi be"


"udah sana sebentar lagi taxsi online pesanan aku udah mau datang"


"be aku mau liat kamu pulang denggan selamat"


Wijaya pun lantas menarik Delia


"Ayo mah kita istrirahat"


"pah ada apa..?"


"eungga Ayo mah"


Wijaya pun menarik Delia Laila yang melihat pun bertanya


" pah,mah ada apa...?"


"eh eungga sayang kami mau istrirahat dulu ya"


"emhh iya pah"


"kamu juga sebaiknya istrirahat"

__ADS_1


"iya pah"


Sementara ituh terlihat Arlon dan Anita masih saling berdebat


"iya be aku ngerti tapi sebaiknya kamu masuk saja"


Arlon pun mengernyitkan dahinya


"kamu kenapa sih..?"


"apa!"aku tidak apa-apa"


"Anita apa kamu takut sama papah aku Anita jawab"


"emhh tidak"


"janggan bohong Anita"


"lantas kenapa kamu tiba-tiba seperti ituh tidak seperti Anita ku yang selalu inggin semua ke ingginya di turuti dan manja"


"maksud kamu...?"


"ya seperti tadi kau buru-buru menyuruhku masuk padahal kalo Anita ku dia pasti menyuruhku menunggunya sampai mobil taxsi ituh datang"


ah sayang sekali Wijaya tidak melihatnya kalo melihatnya tak terbayang sebahagia apa Wijaya melihatnya


Anita pun lantas terdiam


(batin)"ah kenapa jadi seperti ini aku tidak boleh membiarkanya"


"eh maafin aku be aku cuma eungga mau kamu ma"


Arlon pun lantas memotong ucapan Anita


"apa!"ada apa..?"


"aku tidak mau kamu em itu masuk angin"


Arlon kembali melunak


"ya ampun sayang kenapa kau tidak bilang dari tadi kau malah memancing emosiku"(lanjut Arlon)


Tiba-tiba taxsi online pun datang lalu berhenti sang sopir pun lalu turun


" maaf denggan mbak Anita"


"iya pak


sang sopir pun berniat membuka kan pintu untuk Anita


"mari nona"


Namun Arlon mencegahnya

__ADS_1


"tunggu"


"ada apa lagi be"


"biar aku saja"


Arlon pun lantas membuka kan pintu untuk Anita


"terima kasih be"


Anita pun lantas masuk


"baiklah"


"kalo begitu aku pulang dulu"


"baiklah hati-hati"


Sang sopir pun kemudian melajukan mobilnya sementara Arlon masih berdiri mematung melihat kepergian mobil taxsi online yang di tumpanggi sang pujaan hatinya


setelah punggung mobil sudah tak nampak lagi sementara ituh terlihat seorang wanita yang sedang memperhatikanya dari balik jendela sambil menitikan Air matanya yang tak lain adallah Laila entah sejak kapan dia di sana


"bapak semogga keputusan Laila tepat"


dia pun setelah mendenggar suara langkah kaki mendekat dia buru-buru mengusap Air matanya menggunakan punggung tangganya lalu di buru-buru berlalu ke sofa kembali


Tap...tap..tapp!"


"hei loe lagi ngapain"


"eh eungga"


Arlon pun lantas berlalu meninggalkan Laila lalu dia menaiki tangga sementara Laila dia pun lantas menyusul Arlon stelah ituh Arlon sampai di pintu kamar dia pun segera meraih pintu lalu mendorongnya dia pun lantas masuk begitupun denggan Laila Arlon pun lantas menaiki kasur


"arrrg kenapa papah selau inggin mempertahan kan mu kenapa Laila"(lanjut Arlon)


Laila pun masih berdiri mematung sementara Arlon dia pun melirik brayen yang masih tertidur pulas di sampingnya


"dan kau kenapa kau tidur di sini seharusnya kau tidak pantas ada di sini"


Laila pun lantas bebicara


"kenapa kau selalu saja sepeeti ituh dia ituh An"


belum sempat Laila melanjutkan ucapan nya Arlon pun lantas menyela ucapan istrinya


"cukup hentikan omong kosong mu ituh surat ituh sudah menjelaskan semuanya"


"tapi ituh tidak benar ituh salah"


"sudah aku tidak mau mendenggar ucapan mu lagi"


Laila pun denggan peraan sedihnya lantas berjalan ke arah sofa lalu membaringkan tubuhnya di sana

__ADS_1


Bersambung....!"


__ADS_2