Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 23 baikan


__ADS_3

Tak terasa sudah 1 jam lamanya Laila dan Arlon saling berdebat namun tidak membuat wanita itu menyerah dia terus membujuk Arlon untuk membuka pintunya


"ayo dong buka pintunya"


"eungga aku bilang eungga loe budek apa gimana"


Laila terus berusaha sampai akhirnya Arlon pun memutuskan membuka pintu karena dia merasa kesal dan sudah cape mendenggar ocehan Laila dan suara ketukan pintu


krettt...


"loe apa-apa an emangnya eungga cape apa ganggu gue mulu loe"


"Alhamdulillah di buka juga akhirnya"


Laila tidak menjawab dia malah menggucapkan syukur karena usahanya sudah berhasil


"heeh loe budek gak sih jawab"


"eungga aku bisa dengger kok


"ya udah jawab"


"eunggalah"


Mendenggar percakapan mereka akhirnya Delia dan Wijaya pun menghampiri mereka


"eh udah di buka juga pintunya ngambeknya udah nih"(sindir Wijaya)


"eh pah janggan gitu kasian Arlon"


"gatau"(ketus)


"udah deh "


ngapain marah mulu baikan napa"


"eungga"


"maafin aku ya kalo aku ada salah"


"eh ngapain minta maaf sama dia"(seru Wijaya)


"eungga apa-ap kok pah"(seru Laila)


"eh kamu mau ngelawan sama orang tua"


"ya udah gue maafin"


Akhirnya Arlon pun terpaksa baikan denggan Laila


"gitu dong"(seru Wijaya)


"udah udah mending kalian istrihat sana kita juga mau istrirahat"(seru Delia)


tak terasa hari mulai gelap mereka berdua pun berpamitan


"mamah sama papah tinggal ya mau istrirahat kalian juga sebaiknya istrirahat"

__ADS_1


"baik mah pah"


Delia dan Wijaya pun kembali ke bawah dan berjalan menuju kamar utama


sementara Laila masih berdiri mematung di luar pintu kamar


"heeh loe dieum aja mau masuk gak sih cepetan kalo mau masuk kalo loe gak mau biar gue tutup pintunya sebelum gue berubah pikiran ayo"(lanjut Arlon)


"eh iya"


ketika Arlon inggin menutup pintu Laila pun menghentikanya


"eh janggan"


"makanya buruan lama amat kaya keong"


"iya sabar namanya juga jalan"


Setellah ituh merekapun bersama memasuki kamar seperti yang di katakan Arlon dia yang tidur di kasur sedangkan Laila di sofa


"nih bantal buat loe"


" terimakasih"


Laila pun berjalan ke arah sofa sementara Arlon membaringkan tubuhnya di atas kasur setellah ituh mereka pun tertidur pulas tak terasa hari mulai pagi Laila pun lalu terbanggun dia akhirnya berjalan ke kamar mandi setellah ituh dia kembali berganti baju dan merapikan penampilan nya sementara Arlon masih tertidur pulas


"eh dia masih tidur"


Laila pun langsung turun tangga untuk menyiapkan sarapan setellah selesai dan sarapan telah siap Delia dan Wijaya pun lalu mereka menghampiri Laila


"sayang kamu sedang apa"


"gak usah sayang kan ada bibi"


"eungga apa-apa kok mah kali-kali"


"ya udah kalo gitu eh mana suami kamu"


"ada di kamar"


"apa dia masih tidur kan sayang"


"emm"


Laila tidak bisa menjawab karena jika dia jujur dia takut Wijaya bakal memarahi Arlon Lila masih mencar-cari jawaban yg tepat namun kemudian tiba-tiba


"morning mah pah"


(batin)"untung kamu cepetan banggun"


"eh ituh Arlon"(seru Laila)


"oh kirain papah kamu masih tertidur"


"eungga dong pah"


"baggus kalo gitu"

__ADS_1


"udah ayo sarapan pah"(seru Delia)


mereka ber 4 pun menarik kursi masing-masing lalu merekapun duduk"


"silahkan di makan semogga kalian suka"(seru Laila)


"terima kasih"(seru Delia)


"papah pasti suka"


Wijaya pun terlebih dahulu menyendok nasi dan lauknya kemudian memakanya


"em udah papah bilang ini enak"


"syukurlah kalo papah menyukainya"


"ayo mah cobain masakan Laila yang ini"


"baiklah pah"


Delia pun menyendok nasi juga lauknya lalu menyupkan kemulutnya


"iya papah benar ini enak"


"Arlon kamu cobain masakan istri kamu"


"eungga ah males"


"ih janggan gitu ini enak"


"oke oke kalo gitu Arlon cobain"


Arlon pun menggambil sedikit masakan Laila


lalu memakanya meskipun awalnya masih ragu-ragu untuk menyedokan makananya ke mulut


"gimana sayang enak kan"


"lumayan"


(batin)"aduh sumpah ini enak gimana bisa gadis kampung ituh bisa masak se enak ini gak nyangka gue"


Setellah itu mereka berempat sarapan bersama setellah selesai Laila berniat membereskan piring dan hendak mencucinya


namun sang pembantu melarangnya


"eh gak usah biar bibi aja"


"eungga apa-apa kok bi aku bantuin"


"eungga non biar bibi aja bibi kan gak enak yang masak non masa beresin juga enon "


"ya udah bi aku tinggal dulu"


"baik non"


Laila pun kemudian berjalan ke arah sofa lalu duduk di atas sofa

__ADS_1


Bersambung....!


__ADS_2