Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 8 pesan dari Dapa


__ADS_3

Setellah hari kelulusan sudah di laksananakan semua murid dan guru saling menggucap perpisahan mereka terlihat senyum berubah menjadi sendu begitupun denggan Laila dan Nara mereka saling menggucap perpisahan sambil saling berpelukan beggitupun denggan Dapa tiba-tiba dia menghampiri Laila dan berniat memeluknya


"La semogga kita bisa jadi sahabat selamanya meskipun jarak dan waktu memisahkan kita"


"iya Nar aku juga inggin seperti ituh semogga kita bisa jadi sahabat selamanya"


Nara dan Laila terlihat air mata mulai menetes setellah ituh Nara dan Laila melepaskan pelukanya tiba-tiba Dapa pun mendekati Laila lalu memeluknya membuat Nara yang melihat kaget bukan main di buatnya begitupun denggan Laila Dapa yang tidak menyadari tersadar lalu segera menggeles di saat Nara menegurnya


"Dap loe apa-apa an maen pelak-peluk segala"


"eh maaf maaf kebawa suasana"


Dapa pun melepas pelukanya sementara Laila masih terdiam tidak percaya Dapa memeluknya


Setellah ituh Nara dan Laila berniat pulang mereka berjalan bersama setellah beberapa lama kemudian Nara pun akhirnya pulang


sementara Laila masih menunggu sambil


(batin)"em dia apa-apa an sih maen peluk-peluk ajah tadi bikin malu ajah"


tiba-tiba seorang pria menghampiri Laila yang sedang duduk di kursi dia menggagetkan Laila


"La kok benggong"


"eh kamu Dap eungga kok"


"eh ngomong-ngomong kok kamu belum pulang biar aku anterin aja gimana"


"iya aku belum pulang tapi gak usah di anterin nanti juga aku pulang"


Dapa pun tidak memaksa akhirnya dia berpamitan pulang


"ya udah deh aku pulang dulu ya bay"


"oke"


Setellah 30 menit kemudian Arlon pun datang


Laila langsung bangkit dari duduknya

__ADS_1


"heh loe buruan naik"


Laila tidak menjawab dia pun berjalan ke arah mobil Arlon dia pun langsung duduk setellah ituh Arlon segera melajukan mobilnya


Setellah ituh tak terasa mereka sampai di pintu gang


"heh loe cepet turun udah sampe juga"(bentak Arlon)


"iyah"


Laila pun turun dia berjalan menuju jalan sempit dan menulusurinya sementara Arlon segera tancap gas kembali melajukan mobilnya setellah beberapa menit kemudian Laila sampai di pintu masuk


"Asalamu'alaikum ibu aku pulang"


"wa'alaikum salam"


"nak kamu sudah pulang"


"iyah"


Pintu pun lalu terbuka Laila pun masuk dia di sambut denggan ramahnya oleh sang ibu Laila pun duduk begitupun sang ibu


"alhamdulillah aku lulus ibu"


"alhamdulillah kalo gitu ibu sanggat bahagia"


Mereka pun saling berpelukan sementara ituh di sisi lain Dapa sedang gelisah dia mondar-mandir


"duh gimana inih aku mau tau isi hati Laila


Tapi aku tidak punya nomor Laila gimana inih"


Dapa mondar mandir sampai akhirnya dia mempunyai ide


"em Nara iya Naraa pasti dia punya nomor Laila"


Dapa pun menghubunggi Nara setellah tersambung


"halo Nara kamu punya nomor Laila kan"

__ADS_1


"iya punya mau apa emangnya"


"aku minta dong"


"buat apa"


"ah pokonya minta "


"ya udah nih"


*terlihat isi pesan dapa*


"asalamu alaikum Laila kita bisa ketemu gak"


"maaf sebelumnya ini siapa"(balas Laila)


"aku Dapa"


"kok kamu punya kontak aku"


"iyah kamu bisa ketemu sama aku"


"emang ada apa"


"ini penting kamu datang ya ke cafe love aku tunggu jam 17.00 wib


laila pun tidak membalasnya dia bingung antara menyetujuinya atau tidak


"aduh gimana ya aku dateng atau eungga tapi katanya penting"


ibu pun tak senggaja mendenggar ocehan Laila lalu dia bertanya


"nak emang nya kamu mau kemana kalo penting sebaiknya kamu dateng ajah"


"emangnya boleh bu"


Ibu pun menggangguk


Bersambung......!

__ADS_1


__ADS_2