Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 17 hamil


__ADS_3

Delia dan Arlon kemudian membawa Laila ke dalam mobil untuk membawa Laila ke rumah sakit setellah ituh Arlon segera melajukan mobil nya setellah beberapa lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit


"sus tolong"


suster pun segera membawa brankar setellah itu Arlon segera meletakan laila di atas brankar setellah itu suster membawa Laila keruang pasein sementara Delia dan Arlon menggikuti dari belakang


"tolong kalian sebaiknya tunggu di luar"(perintah sang docter)


"baiklah doc"


Merekapun menunggu di luar sambil duduk di kursi tunggu sementara Laila sedang di periksa sang docter setellah lama kemudian Laila sudah selesai di periksa


"sus tolong panggil keluarga pasien"


"baik doc"


Suster pun segera keluar


"mas nyonya anda di panggil docter"


merekapun kemudian segera masuk


"doc apa yang terjadi sama menantu saya sebenarnya dia sakit apa doc"(lajut Delia)


"mohon tenang nyonya"


"menantu anda tidak apa-apa dia tidak sakit"


"lalu kenapa dia bisa tiba-tiba pingsan"(seru Delia)


"istri saya juga sempat mual-mual tadi doc"(seru Arlon)


"sebanarnya istri anda sedang hamil"


(batin )"apa hamil mana mungkin dia hamil sementara aku tidak pernah menyentuhnya tapi eungga apa-apa juga ituh artinya gue gak usah tidur bareng sama dia"


Arlon pun terkejut mendenggarnya karena dia merasa tidak pernah menyentuh Laila sebelumnya sementara Delia terkejut sekaligus bahagia


"benarkah doc menantu saya sedang hamil syukurlah aku sanggat bahagia"


"selamat ya pak sebentar lagi kau menjadi orang tua"


"hei sayang kok diam docter manggil"


"iya doc"

__ADS_1


Setellah beberapa lama kemudian Laila tersadar


"aku di mana"


"kamu ada di rumah sakit sayang"


"sayang kamu urus dulu adminstrasinya"


"baiklah mah"


Arlon pun berjalan untuk menggurus administrasinya sementara Delia dan Laila masih di ruang pasien setellah beberapa lama kemudian Arlon kembali


"doc kalo begitu kami pulang dulu"


"baiklah"


Arlon pun menarik tanggan Laila sedikit menyeret Laila sementara Delia menggikuti dari belakang


"sayang tunggu mamah"


"iya mah"


"kau hamil sama siapa katakan"(bisik Arlon tepat dekat telingga Laila)


sementara Laila hanya binggung


"iya kau hamil kau berani-beraninya menghianatiku cuma karena kita nikah paksa bukan berarti kau semaumu menghianatiku "(bisik Arlon)


Sementar Delia yang melihat


"sayang kok malah bisik-bisik ayo pulang"


"ingget urusan kita belum selesai"(bisik Arlon)


Merekapun mamasuki mobil lalu Arlon segera melajukan mobilnya setellah sampai merekapun segera turun


Delia kemudian berjalan ke arah pintu masuk lalu dia duduk di sofa sedangkan Arlon membawa Laila ke kamar


"mah Arlon bawa Laila ke kamar ya"


"iya sayang sebaiknya Laila istrirahat di kamar"


Merekapun menaiki tangga setellah sampai di dalam kamar


"heh loe hamil sama siapa"

__ADS_1


"apa peduli kamu"


"katakan"


"bukanya kau tidak peduli sama aku bahkan kamu tidak mencintaiku"


"ya ya ya itu benar"


"terus"


"tapi mau bagaimanapun loe istri gue suami mana yang rela istrinya hamil sama laki-laki lain loe ngerti"(lanjut Arlon sambil sedikit meninggikan suaranya"


"iya terus kamu cemburu"


"hah loe bilang gue cemburu janggan mimpi"


"kenapa Kamu marah"


"gue cuma gak terima aja loe hamil sama cowo lain sama aja loe melempar kotoran ke muka gue sendiri"


"oke sebenarnya"


Laila pun menceritakan semuanya namun Arlon masih eunggan percaya


"gue eungga percaya bisa aja loe ngarang cerita"


"terserah kau mau percaya atau tidak"


"tererah"


Setellah lama kemudian Wijaya pun datang dari kantor


"pah udah pulang"


"iya mah"


"mamah punya kabar gembira buat papah"


"apa itu mah "


"sebentar lagi kita bakal jadi nenek sama kakek"


"maksud mamah Laila hamil"


"iya pah"

__ADS_1


"benarkah syukurlah kalo gitu"


Bersambung....!


__ADS_2