
Setelah menggatakan ituh Laila pun segera menghampiri bayinya
"sayang kamu tunggu di sini ya"
Laila pun kembali berjalan ke arah pintu keluar kamar dia pun lantas segera berjalan ke arah ruang makan
"pagi mah pah"
"pagi juga sayang"
"sini duduk"
"pagi sayang"
Laila pun lantas menarik kursi lalu dia pun akhirnya duduk
Mereka pun mulai sarapan setelah lama kemudian mereka pun selesai sarapan Arlon pun bangkit
"mah pah aku pergi dulu ya"
"Arlon sebaiknya kamu nanti saja perginya"
"kenapa pah"
"sekarang papah mau pergi kerja"
Delia pun mengernyitkan dahinya
"sebenarnya Arlon mau keman sih pah...?"
"kok harus nunggu papah dulu"
"sudah nanti mamah juga tau"
Arlon pun lantas inggin protes
"tapi pah"
Expresi Wijaya pun kemudian berubah tiba-tiba dia menggeprak meja
"bruuukkk"
Membuat semua orang kaget di buatnya terutama Arlon dia pun sampai menunduk
"Arlon denggerin mentang-mentang papah nyuruh dia datang bukan berarti kamu bisa seenaknya"
Delia pun kembali mengernyitkan dahinya dia tidak menggerti maksud dari suaminya sementara Laila dia terdiam karena dia tau maksud dari papah Wijaya pun kemudian menggarahkan telunjuknya ke wajah Arlon
"satu lagi kamu janggan ngelunjak"
Dia kemudian lansung melenggang begitu saja
"ya ampun sayang kamu kenapa sih bikin papah marah seperti ituh"
"eungga kok mah"
Arlon kamu liat muka mamah
"kamu bikin ulah apa...?"
Arlon pun tidak menjawab dia malah pergi begitu saja ke arah tangga sementara di sisi lain Anita pun segera banggun lalu dia berjalan ke arah kamar mandi setelah ituh dia lantas kembali lalu dia pun berjalan ke arah lemari lalu dia pun memilih baju terbaiknya
"ah aku harus keliatan lebih cantik"
dia segera memakai nya lalu dia pun merias wajahnya dan memakai aksesoris dia pun selesai bersiap sementara Laila pun lantas menyusul
"mah kalo gitu aku pamit susul Arlon"
"baiklah sayang"
Dia pun bangkit dari duduknya lalu berjalan sementara Arlon dia lantas menaiki tangga setelah sampai di dalam kamar dia pun lantas meraih hendpone nya di nakas lalu menggetikan pesan sementara Laila hanya melihat dari pintu kamar
*isi pesan*
"sayang aku gak jadi jemput kamu sekarang"
tiba-tiba hendpone nya berbunyi
"tringgg...!
Anita pun lantas meraih hendpone nya lalu membuka dan membacanya
"hah maksudnya apa"(seru Anita)
Anita pun lantas menggetikan pesan
"maksud kamu apa be"
"papah nyuruh aku jemput kamu sore nanti saja"
"tapi aku sudah siap loh"
"maafin aku sayang"
Anita pun tampak sedikit kecewa namun dia tidak terlalu memperdulikanya
setelah ituh hari sudah mulai sore
Setelah lama kemudian Wijaya pun sudah datang dari kantor dia pun menghentikan mobilnya lalu dia lantas turun sementara sang pembantu begitu mendenggar suara mobil Wijaya dia lantas meminta ijin kepada Delia untuk membuka pintu untuk Wijaya
"Nya biar bibi buka pintunya"
__ADS_1
"baiklah bi"
Sementara Arlon dia lantas keluar kamar lalu berjalan dia pun menuruni tangga begitu mendenggar suara mobil Wijaya sementara Laila dia pun lantas menyusul
Wijaya pun kemudian berjalan ke arah pintu masuk
"silahkan tuan"
"terima kasih bi"
Wijaya pun lantas masuk begitupun Wijaya Lalu Arlon pun menghampiri Wijaya
"pah mah kalo gitu Aku pamit dulu"
"hemm"
Wijaya pun menanggapinya denggan bergumam sementara Laila pun terlihat menuruni tangga lalu menghampiri Delia
"sayang sini duduk"
"baiklah"
Laila pun lantas duduk di dekat Delia sementara Arlon lantas segera berjalan ke arah garasi mobil dia pun mamasuki menyalakan lantas melajukanya Wijaya pun lantas bergabung bersama Delia dan Laila
"mah sebaiknya kita tunggu Arlon"
"iya pah"
Setelah lama kemudian Arlon pun sampai di kediaman Anita dia pun menghentikan mobilnya lalu dia pun turun dan berjalan ke arah pintu masuk dia pun lantas menggetuk pintu
Tokkk...tokkk
Anita pun lantas keluar kamar lalu turun begitu mendenggar suara pintu ada yang menggetuk di saat yang bersamaan sang pelayan pun inggin membuka kan pintu
"non biar bibi aja"
"tidak usah bi lagian aku juga mau pergi"
"baiklah non kalo gitu bibi pamit kebelakang dulu"
Anita pun setelah sampai di bawah dia lantas membuka pintu
"hai sayang apa mau masuk dulu"
"tidak sebaiknya kita harus segera berangkat "
"baiklah"
Mereka pun berjalan ke arah mobil lantas Anita pun segera masuk begitupun Arlon dia lantas menyalakan kemudian dia melajukan mobilnya setelah lama kemudian mereka pun sampai di kediaman Wijaya Arlon pun menghentikan mobilnya
"kita udah sampai"
Anita kemudian turun lalu di susul Arlon mereka kemudian berjalan bersama ke arah pintu masuk
Tokkk...tokkk
Sang pembantu pun kemudian meminta ijin kepada mereka bertiga
"nyonya,tuan,non biar bibi yang buka"
"baiklah bi"
Sang pembantu kemudian membukakan pintu dia pun kaget melihat Arlon bersama seorang Wanita
(batin)"siapa dia"
"bi kenapa benggong"
"eh aden non silahkan masuk"
Arlon pun lantas masuk bersama Anita Wijaya pun menyuruh sang pembantu
"bi sebaiknya kau tinggalkan kami"
"baiklah tuan kalo begitu bibi permisi ke belakang dulu"
Delia pun kaget lalu berbisik kepada Wijaya
"pah dia siapa...?"
"udah nanti mamah juga tau"
Wijaya pun mempersilahkan Anita untuk duduk mereka berdua pun lantas duduk
"silahkan duduk jadi kamu pacar Anak saya nama kamu siapa"
Delia pun tampak kaget
"pacar maksud papah apa Arlon kan udah punya istri"
Anita pun menjulurkan tangganya kepada Wijaya dan Delia"
"saya Anita om"
"kenalin saya Anita tan"
Wijaya pun alih-alih menjabat dia pun memberikan banyak pertanyaan dan menggabaikan tanggan Anita
"oh Anita"
"kamu tau kalo Anak saya udah menikah bahkan dia sudah punya Anak"
__ADS_1
"iya tau om"
"lantas kenapa kamu masih mau sama Anak saya"
Anita pun tampak terdiam beberapa detik sementara Delia semakin binggung
"pah apa maksud dari semua ini...?"
"apa mamah masih tidak tau kalo selama ini Anak kesayanggan mamah ini punya pacar"
Anita kemudian menarik kembali tangganya karena mulai pegal Wijaya kemudian kembali menggulang pertanyaa nya yang belum sempat Anita jawab
"kenapa kamu masih mau sama anak saya apa alasan kamu"
Anita pun tampak tergagap
"aaa ku cinta sama dia om"
"oh baiklah"
"kalo begitu saya akan merestui kalian dan kalo perlu kalian harus menikah secepatanya bahkan besok kalo perlu"
Delia pun tampak protes dia pun bebisik kepada Wijaya
"pah papah apa-apa an sih Arlon kan udah punya Laila"
"udah mah tenang aja percaya deh sama papah"
mereka berdua pun tersenyum senang mendenggar lontaran dari Wijaya
"pah papah serius jadi papah merestui kami dan kita boleh menikah"(lanjut Arlon)
Arlon pun tampak antusias begitu pun Anita
"om serius"
"iya kalian boleh menikah tap"
Arlon pun saking senangnya memotong ucapan Wijaya
"bebarti aku boleh dong menceraikan Laila kan pah"
"kamu ngomong apa Arlon berani-berani nya motong pembicara an papah"
Wijaya pun tampak melototkan matanya membuat nyali Arlon ciut begitupun Anita dia pun memegang tanggan Arlon erat dan berbisik
"be kok papah kamu serem bangget kalo marah"
"kamu belum tau aja kalo papah marah"
Arlon pun kembali balik berbisik
"kalian boleh menikah tapi ada sayaratnya"
mereka berdua pun tampak terkejut
"syarat apa saratnya pah"
"syarat"!"apaSyaratnya om"
"iyah syratnya adallah kalian boleh menikah Asal denggan cara yang sederhana
"tapi om"
"apa kamu keberatan"
bahkan kalian hanya boleh menikah sirih dan satu lagi Arlon kamu eits tidak semudah ituh bilang mau cerai sama Laila. Denggerin ini baik-baik Arlon bukan berarti papah ngijin kamu menikah lagi kamu bisa menceraikan Laila"(lanjut Wijaya)
"maksud papah apa..?"
"maksud papah meskipun kamu menikah lagi kamu tidak boleh menceraikan Laila atau papah tidak akan merestui kalian kalo sampai kamu sampai menceraikan dia bahkan kalian tidak usah menikah sama sekali semua tergantung keputusan kalian"
"apa kamu menggerti Arlon"
"tidak bisa begitu dong pah"
"kan papah udah bilang terserah kalian"
"iya pah"
"kalo begitu jadi gimana keputusan kalian"
"sebentar pah"
mereka berdua pun tampak berbisik
"ya ampun be yang benar saja"
"tapi ini satu-satunya biar kita bisa menikah"
"baiklah pah aku setuju"
"be kamu apa an sih"
"bukanya ini yang kamu ingginkan"
"iya sih tapi tidak denggan cara seperti ini"
"udah kamu nurut aja"
Bersambung.....!
__ADS_1