
Setellah selesai sarapan Wijaya pun pamit pergi ke kantor
"semua papah berangkat dulu ya"
"baiklah pah hati-hati"
Wijaya pun kemudian segera menuju pintu keluar lalu dia segera berjalan menuju garasi mobil setellah ituh dia pun kemudian memasukinya kemudian melajukanya
sementara Arlon pun kemudian segera berpamit untuk pergi sementara Laila berpamit ke kamar untuk melihat brayen
"mah aku ke kamar dulu mau liat brayen"
"baiklah"
"mah aku mau keluar sebentar ya"
"kamu mau kemana..?"
"ya biasa lah mah"
"ya udah tapi sebelum papah datang kamu harus sudah berada di rumah"
"baik mah"
"eh kamu udah pamit sama istri kamu"
Arlon pun terdiam
(batin)"ah ngapain juga gue pamit sama wanita kampung ituh"
"sayang gimana "
"eh udah dong mah tadi aku udah bilang sama dia"
Arlon pun lalu berbohong kepada Delia karena dia merasa tidak perlu bahkan dia males untuk pamit kepada Laila apalagi harus pergi lagi ke kamar
"ya udah kalo gitu"
"ya udah mah aku pergi dulu"
Arlon pun segera berjalan menuju pintu keluar lalu dia segera memasuki mobil setellah ituh di tenggah perjalanan dia berniat menggajak Anita namun dia menggurungkan niatnya
"apa aku ajak Anita ya"
"atau sebaiknya janggan"(lanjut Arlon)
"bukanya dia masih ngambek"
dia pun memutuskan niatnya setellah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya Arlon sampai di sebuah cafee tempat heng out bareng teman-temanya Arlon pun segera menghentikan mobilnya lalu kemudian turun di pun berjalan ke arah caffe setellah dia dalam
"hei bro tumben loe ke sini lagi"
"eh ada penggantin baru nih"
"bro mana bini loe kok eungga di bawa sih"
Arlon pun tidak merespon lalu dia menarik kursi lalu segera duduk
"Arlon loe kenapa sih..?"
Arlon pun kemudian menjawab
"gue eungga apa-apa"
"eh gue ke sini mau jelasin ya kalo gue ituh belum merrid"
"ah yang bener Ar"
"eh mana yang lain nya...?" kok cuma ada kalian bertiga sih
"eh gue juga eungga tau"
"laggian loe dapet berita itu dari mana..?"
__ADS_1
"ah gatau gue juga yang jelas ada yang bilang loe udah merrid"
"ah mana mungkin gue meriid tapi eungga ngundang kalian kan"
Arlon pun berusaha untuk meyakinkan teman-temanya
"laggian kalo gue udah merrid pasti gue eungga bisa ke sini"(lanjut Arlon)
"tapi iya juga sih kalo loe merrid mau di kasih apa bini sama anak loe kan loe hobinya nongkrong sama mainin cewe bisa-bisa dia sakit hati mulu kalo punya laki macem lu"
"ih loe tau ajah"
"ya iyallah"
"udah lah bro mening kita kaya biasa aja"
"pelayan"(teriak Arlon)
Sang pelayan pun kemudian datang
"iya mas mau pesan apa"
"tolong yang biasa"
"baiklah"
Sang pelayan pun tampak Arlon memberitahu pesanan nya langsung menggerti setellah lama kemudian akhirnya sang pelayan pun kembali sambil membawa pesanan Arlon
"ini mas pesanan nya"
"baik lah kalo beggitu loe boleh pergi"
"baiklah"
Sang pelayan pun kembali
"ayo kalian kok diam aja"
"baiklah"
"eh dia biasa lagi ngambek"
Setellah lama kemudian Arlon pun memutuskan untuk pulang
"pelayan tolong bill nya"
sang pelayan pun lalu kembali sambil membawa bill
"ini mas"
Arlon pun kemudian menerimanya lalu dia menggambil dompet dan memberikan creddit carrd
"nih mba"
"baik tunggu sebentar mas"
sang pelayan pun kemudia membawa nya
"ini mas sudah selesai"
Arlon pun kemudian menerimanya lalu dia kembali memasukinya ke dalam dompet lalu ia simpan kembali di saku celana nya
Arlon pun kemudian memutuskan untuk pulang lalu dia segera pamit
"bro gue pulang dulu ya"
"lah kok cepet amat"
"iya bro soalnya gue harus segera pulang sebelum papah balik kantor"
"ya udah bro hati-hati"
Arlon pun kemudian segera memasuki mobil kemudian dia segera melajukan mobilnya sementara Delia terlihat mulai khawatir lalu dia melihat jam tangganya
__ADS_1
"aduh kok Arlon belum pulang sebentar Lagi papah pulang"
Setellah terdenggar suara mesin mobil Delia pun lalu segera keluar Arlon pun kemudian segera menghentikan mobilnya lalu segera turun
"sayang syukurlah kamu udah pulang"
"iya mah"
"ayo masuk"
merekapun kemudian masuk lalu duduk di sopa setellah ituh Wijaya pun lalu datang dari kantor Arlon pun bernapas lega
"hufff syukurlah hampir saja"
Wijaya pun kemudian meghentikan mobilnya lalu berjalan ke arah pintu masuk Delia pun membukakan pintu kemudian menyambut Wijaya
"papah udah pulang Ayo masuk pah "
"iya mah"
Wijaya dan Delia pun berjalan bersama lalu duduk di sofa
Setellah lama kemudian hari mulai gelap Arlon pun kemudian pamit ke kamar
"pah mah Arlon ke kamar dulu ya"
"ya udah mamah sama papah juga mau istrirahat"
Arlon pun kemudian manaiki tangga lalu di segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sementara Laila inggin segera mandi namun dia harus membanggunkan Arlon
"hei banggun"
"apa an sih loe"
"kamu eungga mau mandi"
"kalo gitu biar aku dulu"
"banggun"
Arlon pun awalnya tidak menggubris tiba-tiba entah kenapa dia merasa kesal Arlon pun banggun tiba-tiba satu tamparan berhasil di pipi Laila
Plakk..!
"loe bisa diem ga"
"kenapa kamu tampar aku"
Laila pun memeggang pipinya
"haah kamu bilang kenapa...?" gue ituh udah muak sama loe kenapa loe harus ada di hidup gue loe bikin hidup gue menderita"
"aku tau kita tidak menggiginkan pernikahan ini tapi apa kita tidak bisa menjalaninya aku yakin suatu saat nanti kita bisa saling cinta"
"apa..?"loe bilang saling cinta janggan ngimpi"
"cinta gue cuma buat Anita"
"loe mau tau kenapa...?" gue itu dulu sering gonta-ganti cewe tapi setellah gue sama Anita gue jadi cuma inggin Anita"
Laila pun terdiam beberapa detik
(batin)"lalu kenapa kamu eungga nikahin dia"
"jadi lo janggan ngimpi loe cuma cewe kampung yang ganggu hidup gue"
Kemudian Arlon pun setellah menggatakan ituh Lalu tertidur pulas tanpa memikirkan hati Laila yang saat ini sedang terluka denggan kata-katanya
sementara Laila menanggis
"hikk hikkk ...!
(batin)"baiklah kalo itu maumu aku bakal pergi malam ini juga kamu kira cuma kamu yang menderita aku juga sama aku harus merelakan masa muda aku cuma gara-gara harus menikah denggan kamu"
__ADS_1
Laila pun segera bersiap untuk pergi dari kediaman Wijaya malam ini juga
Bersambung.....!