Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 52 sebuah duggan


__ADS_3

Setelah lama kemudian Laila pun tampak sudah kembali dari kamar mandi dia pun langsung berjalan menuju lemari untuk menggambil baju ganti setelah ituh dia segera menggenakan nya sementara Arlon dia pun segera keluar kamar untuk menuju ruang makan Laila pun sudah selesai berganti baju dia kemudian melihat buah hatinya yang sudah terbanggun Laila pun kemudian menyapa sang bayi


"pagi sayang ya ampun anak mamah udah banggun"


Laila kemudian memberikan brayen Asi brayen akhirnya tertidur lagi setelah ituh


akhirnya Laila lantas menyusul Arlon ke ruang makan Arlon sudah sampai di ruang makan terlebih dahulu di sana dia melihat sudah ada Delia dan Wijaya


"sayang kok sendirian mana istri kamu...?"


"eh dia masih di kamar mah"


"owh ya udah sini kamu duduk"


"baiklah"


Arlon pun lantas segera menarik kursi lantas dia segera duduk sementara terlihat Laila menyapa


"pagi mah pah"


"pagi sayang"


"sini duduk"


"baik mah"


Laila pun kemudian segera menarik kursi lantas dia segera duduk setelah ituh sang pembantu pun datang sambil membawa masakanya


"pagi semua ini sarapanya udah jadi"


"pagi bi"


Kemudian sang pembantu menaruhnya di atas meja makan mereka bertiga pun mulai menyidukan nasi ke piring beserta Lauknya lantas mereka pun mulai sarapan


setelah lama kemudian mereka bertiga selesai sarapan Laila pun kemudian meminta ijin keluar kepada Wijaya dan Delia


"mah pah Laila boleh eungga keluar sebentar"


"emangnya kamu mau kemana sayang...?"


"ituh mah aku mau ketemu teman"


"em apa boleh"(lanjut Laila)


"owh boleh kok "

__ADS_1


"beneran pah mah"


"iyah asal kamu harus di temani Arlon"


Laila pun tampak berpikir sejenak


(batin)"aduh gimana ya takut entar salah paham"


"gi mana sayang"


sementara terlihat Arlon tersenyum lalu dia pun segera menawarkan dirinya


"iya biar aku yang anter aja"


"tuh dia juga mau jadi gimana sayang"


"em iya "


(batin)"semogga gak bakal terjadi salah paham"


"semogga baik-baik aja"(lanjut Laila)


Laila pun terus berharap di dalam hatinya


"semua papah pamit kerja dulu"


"baiklah hati-hati pah"


Wijaya pun kemudian berjalan ke pintu keluar


sementara Laila pun pamit ke kamar kepada Delia


"mah Laila juga ke kamar dulu ya"


"baiklah"


Laila pun segera berjalan lalu dia manaiki tangga setelah sampai Laila kemudian menarik pintu lantas dia memasuki kamar


dia kemudian berjalan ke arah nakas lalu meraih hendpone nya dia kemudian menggetikan pesan


*isi pesan*


"baiklah aku bisa dateng"


Terlihat di sisi Lain seorang pria yang tersenyum melihat isi pesan di hendpone nya

__ADS_1


Laila kemudian menyambar tas nya lalu dia segera bersiap untuk keluar sementara Arlon dia beranjak dari kursi ruang makan lalu berjalan ke arah sofa ruang keluarga sementara Laila terlihat sedang menuruni tangga lantas dia berjalan menghampiri Arlon


"loe udah siap"


"i i ya"


"ya udah"


Arlon pun lantas berjalan lebih dulu sementara laila mengikuti dari belakang


Arlon kemudian berjalan menuju garasi mobil lalu di memarkirkanya lantas dia berhenti di depan Laila


"Ayo kalo mau pergi"


Laila pun lantas segera membuka pintu lalu dia segera masuk lalu dia segera duduk di tenggah perjalanan tampak Laila merasa khawatir


"ada apa..?"


"sebenarnya loe mau kemana..?"


"em itu aku mau ke cafe violet"


(batin)"kenapa gue ngerasa dia eungga mau di anter sampai tujuan"


Arlon pun tampak berpikir lagi


(batin)"aduh sial bukanya cafe violet berlawanan arah ke rumah Anita"


Laila pun melihat Expresi Arlon namun Arlon berpura-pura untuk inggin menggantar Laila sampai tujuanya


"ya udah biar gue anter"


"kalo kamu keberatan turunin aku di sini aja"


"eungga kok gue eungga keberatan"


"eungga usah kamu turunin aku di sini aja"


(batin)"duggaan gue benar gue jadi penasaran"


"ya udah loe yang mau jadi janggan salahin gue"


(batin )"ah lagian bukan urusan gue juga mending gue ke rumah anita"


Bersambung...!

__ADS_1


__ADS_2