Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 54 sebuah pertemuan


__ADS_3

Arlon pun lalu menghentikan mobilnya


"ya udah sana turun"


"baiklah"


Laila pun segera turun sementara Arlon dia kembali melajukan mobilnya Laila pun tampak merasa lega


"huuuff"


"ya ampun syukurlah"


"sebaiknya aku harus pesan ojeck online"


Laila kemudian meraih tas nya lalu dia segera menggambil hendponya setelah ituh dia segera menggunakanya


"baiklah selesai"


" sekarang aku harus menunggu"


Setelah lama kemudian datanglah motor dari arah depan lalu dia berhenti di dekat Laila


"maaf apa ini mba Laila"


"iyah"


"ya udah ini helm nya"


"sebentar pak"


Laila kemudian menaruh kembali henponya di tas kemudian dia segera meraih helm nya lalu dia segera naik ke atas motor seyelah ituh dia segera memakai helm nya


"mba apa udah siap..?"


"iya pak"


Setelah ituh sang driper ojol pun segera melajukan motornya sementara ituh Arlon di tenggah perjalanan tampak merasa khawatir


"aduh apa gue jahat turunin dia di pinggir jalan kaya gitu"


"ah sudahlah ituh juga kemauan dia"


"laggian kenapa gue jadi peduli sama cewe kampung ituh"


"tapi apa sebaiknya gue puter balik aja"


"ah sebaiknya tidak usah"


Arlon terus berbicara sendiri di dalam mobil sementara ituh Laila terlihat sudah sampai di cafe violet kemudian sang ojol segera menghentikan motornya


"mba sesuai titik ya"


"baiklah"


Laila pun segera turun kemudian dia segera menggambil sejumlah uang


"makasih pak ini uangnya"


"iya mbak"


"mbak helm nya"

__ADS_1


"oh iya maap pak"


Laila kemudian melepas helm nya


"ini pak"


Setelah ituh Sang ojol kemudian kembali melajukan motornya Laila pun masih berdiri


"Dapa ngapain sih ngajak ke sini"


Setelah menggatakan ituh kemudian dia mulai melangkah kan kakinya menuju kedalam cafe sesampai di dalam Laila pun celinggukan


"aduh dia di mana sih"


Lalu Laila pun melihat ke arah seorang laki-laki yang melambaikan tangganya yang tak lain adalah Dapa kemudian dia segera menghampirinya


"Dap ada apa sih ngajak ketemuan segela"


"tenang La duduk dulu sini"


"apa an sih cepet kalo mau ngomong ada hal penting apa"


"makanya kamu duduk dulu"


Laila pun terpaksa dia menarik kursi lantas duduk


"Dap ada apa sih cepetan gak ada waktu kamu tau kan aku udah nikah"


"justru ituh La aku ngajak kamu ke sini"


Laila pun mengkrutkan dahinya


"maksud kamu..?"


Laila pun lalu memotong pembicaraan Dapa


"soal apa Dap"


"eh La kok kamu potong sih iya soal pernikahan kamu sama Arlon"


"emangnya kenapa..?"


sementara ituh Arlon sudah sampai di kediaman Anita Arlon kemudian menghentikan mobilnya lalu dia segera turun Arlon pun segera melangkahkan kakinya ke arah pintu masuk


Tookk..tokk


"sayang"


(batin)"dia ngapain sih"


"iyah bentar"


Anita kemudian berjalan ke arah pintu lalu segera membukanya


"ngapain ke sini"


"loh kok kamu gitu sih sayang"


"emangnya kamu eungga kanggen sama aku"(lanjut Arlon)


"bukanya gitu abisnya kamu udah lama eugga ke sini pasti sibuk ngurusin cewe kampung ituh"

__ADS_1


"eungga sayang"


"alah alesan"


"eungga percaya deh sama aku"


"ya udah ayo masuk"


Arlon pun lantas masuk


"silahkan duduk kamu mau minum"


"ah tidak usah"


"sayang aku ke sini karena aku kanggen sama kamu"(lanjut Arlon)


"sayang kalo gitu kita ke cafe yuk"


"tapi aku"


belum selesai ucapan Arlon lantas Anita memotongnya


"tapi apa kamu tidak mau"


"eh bukan begitu"


"Lalu apa"


"aku tidak punya uang sayang"


"haah apa kartu Atm kamu masih di sita"


Arlon pun mengganguk lesu


"kenapa apa cewe kampung ituh belum di temukan"


"dia sudah ketemu"


"lah terus kenapa..?"


"papah belum menggembalikan nya"


"kok bisa..?"kamu minta dong"


"ya udah biar aku yang bayar"


"memangnya kamu mau ke cafe mana..?"


"ke cafe violet"


"apa..?"


Arlon pun replek berteriak saking kagetnya


(batin)"bukanya di kafe voilet cewe kampung ituh juga di sana"


"ada apa..?"


"eh eungga ada"


"gi mana"

__ADS_1


"ya udah"


Bersambung...!


__ADS_2