
setellah akad di laksanakan akhirnya nyonya Delia menggajak Laila untuk pindah ke rumah ke diaman Wijaya
"sayang sekarang kamu udah menjadi istri anak saya jadi itu artinya kamu mulai sekarang jadi anak kami juga jadi kamu harus panggil saya mamah dan sama om harus papah
Laila yang tidak terbiasa memanggil Delia denggan sebutan mamah hanya terdiam
dia tidak menjawab hanya menggangguk pelan
"nak itu benar sekarang kamu punya dua ibu ituh mamah dan ibu juga papah "(seru sang ibu menasehati)
"baiklah ibu"
"jadi mulai sekarang kamu harus ikut pindah ke rumah suami kamu"
Laila hanya terdiam mendenggar ucapan Delia
sang ibu pun membenarkanya
"iya nak nyonya benar sekarang kamu harus ikut sama mereka"
"tapi bu"(seru Laila)
"ituh benar sayang seorang istri itu harus ikut kemanapun suami kamu berada"(lanjut Delia)
"tapi tan"
karena masih tak terbiasa Laila pun masih memanggil tante kepada Delia membuat Delia menggodanya
"ayo kamu panggil saya tante"
Laila pun menggulanggi bicaranya
"emm maksud aku mah"
"gitu dong"(seru Delia)
__ADS_1
Sang ibu pun membenarkan lagi soal istri harus menurut sama suami dan harus ikut kemanapun suami berada sampai akhirnya Laila pun menurut
"nak ibu mohon kamu ikut sama mereka karena kamu sudah menjadi istri orang"
"baiklah bu"
"kamu setuju kan kamu harus ikut om sama tante juga suami kamu ke rumah kami"(sahut Wijaya)
"baiklah"
Laila berpamitan lalu dia berjalan menuju kamar untuk merapikan bajunya dan barang yang harus di bawa
"baiklah aku setuju kalo gitu aku permisi dulu ke kamar mau siap-siap"
"baiklah"(serampak)
Sang ibu pun meyusul Laila ke kamar untuk membantu Laila memilih baju setellah beberapa lama kemudian akhirnya Laila selesai namun dia tak kunjung keluar kamar Laila pun menanggis sambil memeluk sang ibu
"bu aku tidak mau ninggalin ibu"
"ibu menggerti nak tapi kamu tetep harus ikut mereka"
merekapun melepaskan pelukan nya kemudian sang ibu melap air mata Laila yg tak henti-hentinya keluar
"sudah nak janggan menanggis ayo kita keluar kasian mereka lama menunggu
"baiklah bu"
Sementara Arlon mulai kesal dia pun menggomel sendiri
"katanya dia mau siap-siap kok lama bangget sih apa janggan-janggan dia sedang nanggis lagi"
Membuat Delia mendenggar omelan sang anak
"udah janggan kaya gitu"
__ADS_1
"abis nya mah lama bangget"
sang papah pun memelototinya
"husss"(seru Wijaya)
Arlon pun berhenti menggomel setellah lama kemudian Laila pun keluar kamar begitupun denggan sang ibu lalu di sapa ramah oleh Delia juga Wijaya
"kamu udah siap sayang ayo kita berangkat"
"iya sayang"
merekapun akhirnya berpamitan kepada bu Euis
"kalo gitu kami permisi dulu bu"(seru Wijaya)
"baiklah tuan"
Laila pun sebelum berjalan dia akhirnya memeluk sang ibu
"bu aku pergi dulu"
"baiklah nak yang betah ya"
"Arlon kamu pamit dulu sama mertua kamu"(seru Wijaya)
Arlon pun terpaksa berpamitan
"kalo gitu saya permisi dulu bu"
"baiklah nak jaga putri ibu baik-baik ya"
Merekapun akhirnya memasuki mobil Wijaya pun melajukan mobil nya setellah lama kemudian akhirnya mereka sampai di kediaman Wijaya
Bersambung....!
__ADS_1